
Disarankan baca sesudah berbuka atau sebelum sahur, tidak disarankan baca pas lagi puasa🙏🏻🤭😁.
Meskipun bahasa nya halus takut berakibat halu🤭🤭🤭🤭.
Maafkan diri ku yah Mak atas bonus nya💋❤️🙏🏻.
*******
Ditengah ciuman panas yang diberikan suami nya, laki-laki tersebut tiba-tiba mengangkat tubuhnya secara perlahan menuju ke arah kasur.
"Sunshine." Dia bicara dengan begitu manja dan malu-malu, saat laki-laki tersebut meletakkan nya secara perlahan ke atas kasurnya.
"Aku akan bergerak pelan." Bisik Ahem, dia ingat istrinya masih dalam keadaan hamil, jadi tidak ingin bergerak terlalu tergesa-gesa dan menyakiti Hayat juga anak mereka.
Kembali dia menyambar bibir istrinya, membuat bibir mereka saling bertaut dengan sempurna, ciuman panas dan manis terjadi di antara mereka di mana ahem secara perlahan menyesap bibir manis istrinya.
Hayat menerima ciuman manis dan hangat tersebut sembari memejamkan bola matanya di mana tangannya terlihat menggenggam erat seprai kasur karena cukup tegang, mereka cukup lama tidak melakukan hal tersebut setelah kejadian Gao dan Ayana mereka bahkan tidak sempat untuk saling bermesra-mesraan berdua karena keadaan jelas sangat tidak memungkinkan dan mereka bahkan tidak sampai berpikir pada urusan ranjang.
Kini ciuman hangat tersebut berubah menjadi sedikit menggebu dan panas, di mana Ahem yang memang hanya menggunakan handuk mandinya mempermudah keadaan nya untuk melewati sesi panas bersama. Tangan kanan laki-laki tersebut secara perlahan menyusup masuk kedalam pakaian Hayat, terlalu nakal dan manis, membiarkan jemari-jemarinya dengan nakal menjelajahi tiap pori-pori kulit istrinya.
Hayat tenggelam dalam indahnya persembahan yang diberikan oleh sang suaminya di mana laki-laki tersebut sangat mahir memainkan seluruh jemari-jemari dan tangannya untuk membuat dia beberapa kali mengeluarkan suara-suara memalukannya di dalam kamar mendominasi berwarna putih tersebut.
Ahem memperlakukan hayat seperti figura yang begitu berharga, sangat hati-hati dan juga dipenuhi dengan cinta, meskipun kabut gairah di balik bola matanya terus menyala-nyala namun dia berusaha untuk bergerak sangat hati-hati dan pelan-pelan saja, tidak mengikuti ambisi gairahnya yang terlalu menggebu karena dia takut dia akan menyulitkan istrinya yang tengah hamil tersebut.
Suara sesapan demi sesapan terdengar di sepanjang kamar itu, di mana kamar yang tadinya terasa begitu dingin karena AC yang berhembus dengan sempurna kini berubah menjadi panas membakar gairah. Ahem membiarkan dirinya menyapu lembut bibir leher telinga bahkan hingga ke bagian 2 bukit indah milik istrinya, membiarkan bibirnya menyapu lembut secara bergantian dua benda berharga tersebut bahkan dia memainkan dengan lidahnya beberapa waktu hingga membuat istrinya beberapa kali mengeluarkan suara menggodanya yang membuat hasrat laki-laki tersebut semakin berpacu dalam waktu.
tidak lupa tangan kanan ya secara perlahan melepaskan pelindung tubuh istrinya tersebut satu persatu di mana pakaian istrinya yang cukup longgar di masa kehamilan membuatnya cukup gampang untuk membukanya.
__ADS_1
"Kamu tidak menggunakan cup penutup dada sayang?." dia bertanya saat tahu jika istrinya tidak menggunakan bagian penutup dua bukit indah nya.
"Aku sering merasa tidak nyaman saat menggunakannya." dengan rona wajah malu-malu Hayat menjawab, mungkin karena ukuran di dalam sana sejak kehamilan yang mulai cukup besar membuat nya mulai tidak nyaman menggunakan penutup dada nya.
Ahem yang mendengar penjelasan Hayat seketika mengulum senyumannya, dia kemudian meraung dengan tangannya lantas kembali membiarkan bibirnya menjelajahi ke dua belah indah tersebut, hal itu membuat Hayat memejamkan bola matanya dan membusungkan tubuhnya karena sensasi luar biasa yang membuat dirinya merasa gelisah. Dia mulai merasakan satu hentakan aliran listrik yang menghantam hingga ke ubun-ubun nya.
Belum lagi jemari-jemari kokoh suaminya yang menjelajahi tiap lapisan pori-porinya dari mulai perut hingga pada akhirnya menjelajah ke arah bawah sana di mana laki-laki tersebut berhasil melepaskan seluruh penutupnya, Ahem membiarkan jemari-jemari nya seolah-olah bermain indah di tiap jajanan yang mengarah pada satu danau indah yang alirannya kini mengalir lembut karena sentuhan-sentuhan tangan pemilik surga.
"Mereka basah." Bisik Ahem pelan, menatap netra istrinya dalam, kemudian dengan cepat kembali menyambar bibir pink merekah milik istrinya tersebut.
Jemarinya kini dengan lincah bergerak bagaikan pianis terkenal yang menekan tut's permainan piano di bawah sana, membuat sang pemilik nada bertempur pada polemik hati akan rasa gelisah bercampur nikmat tiada tara apalagi sang pianis yang sangat handal terus membiarkan jemari nya naik turun menciptakan satu nada indah yang membuat empunya berkali-kali mengeluarkan suara indahnya bagaikan penyanyi profesional yang terus mengencangkan nada indahnya dalam bait-bait lagu cinta yang membuat siapapun meremang dibuat nya.
"Akhhhhhh Sunshine." Hayat terlalu gelisah, dia pikir sang pemilik danau sebentar lagi akan membuat diri nya menumpahkan air bah di bawah sana.
"Aku ingin tumpah." Dia merengek manja, mencoba meraih kepala suaminya dan menenggelamkan nya kedalam pelukan nya.
"Lakukan lah, aku menunggu." Ahem berbisik manis, menggoda bagian telinga nya, menggigit nya lembut dan menyesapnya.
Satu gurat penuh kepuasan hadir di balik wajah Ahem, dia kemudian secara perlahan merapatkan diri, mensejajarkan diri dimana dia siap untuk menyatukan diri mereka dalam peleburan sensasi penuh cinta.
Benar saja, tidak perlu waktu yang begitu lama laki-laki tersebut mulai menyatukan diri, bagai kan sepasang kupu-kupu yang salin menyatu dalam balutan keindahan yang menampilkan satu perpaduan sempurna di antara keduanya. Hayat sedikit memejamkan bola matanya, mengeluarkan jeritan manisnya.
"Akhhhhhh."
Rasa nya penuh dan dalam, seolah-olah sesuatu mengganjal.
Ahem merasakan hal yang sama, bergetar hati-hati namun ketika penyatuan terjadi dia bisa merasakan betapa penuh nya didalam sana, mungkin efek kehamilan cukup berpengaruh pada istrinya, membuat sedikit perbedaan didalam sana, jika biasanya sempit dan manis, kali ini terasa menjepit dan bahkan penuh menggigit.
__ADS_1
Dia merasakan sensasi Cengkraman milik istrinya yang mampu menenggelamkan dirinya pada rasa nikmat yang luar biasa.
"Sakit?." Laki-laki tersebut berbisik, bertanya pada perempuan itu takut jika dia menyakitinya.
"Sesak dan penuh." Hayat menjawab pelan sambil mengeluarkan suara manisnya, saat Ahem mulai bergerak perlahan dalam penyatuan.
"jika tidak nyaman katakan pada ku hmmm." Ucap laki-laki tersebut sambil memainkan tempo permainan nya dengan lamban.
Hayat mengangguk pasrah, alih-alih tidak nyaman dia terlalu menikmati permainan sang suaminya, baby didalam sana seperti nya sangat senang dikunjungi daddy nya.
"Teruskan lah, tapi jangan terlalu cepat atau terburu-buru." Bisik Hayat kemudian, dia menyambar bibir suaminya, menikmati penyatuan sempurna mereka.
Laki-laki tersebut paham, dengan senang hati terus menggerakkan diri, bermain dalam nada, menyesuaikan tempo lagi agar tepat dengan irama nya. Berkali-kali dia bergerak naik turun, berkali-kali istrinya mengeluarkan suara panas yang membuat dia terus bersemangat.
Cukup lama permainan berlangsung hingga akhirnya kembali Hayat berkata dia akan pergi keluar karena sampai pada pelepasan nya.
"Sunshine Ohhh aku keluar." bisik Hayat pelan.
"Bersama." Ahem baju apalah seberi dia sedikit menaikkan temponya agar mereka bisa melepaskan diri dalam cinta bersama-sama.
Benar saja, tidak butuh terlalu banyak waktu untuk mereka saling melepaskan hasrat dan juga mendapatkan puncak kenikmatan, download beberapa waktu Hayat lebih dulu menumpahkan pelepasannya dan diikuti Ahem dalam pelepasannya juga.
"Oh baby." Ahem menggenggam erat telapak tangan istrinya, merasakan sensasi nikmat saat dia menumpahkan semua rasa didalam sana.
Selang beberapa waktu hingga akhirnya mereka sama-sama merasa lega atas pencapaian mereka, Ahem mengulas senyuman, mencium puncak kepala istrinya dengan lembut, menciumi kening, pipi, hidung dan bibir Hayat dalam balutan cinta penuh hasrat.
"Terimakasih sayang." Bisik laki-laki tersebut dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
"I love you Hayat, I love you." Lanjutnya lagi kemudian lantas dibalas oleh sang istrinya.
" I love you too, Sunshine."