
Rumah sakit xxxxxxxxx,
pinggiran kota.
Suara sirine yang terus memekakkan telinga terdengar memecah keheningan malam, begitu mobil ambulans berhenti di depan pintu ruang unit gawat darurat tanpa harus berpikir dua tiga kali para tim dokter dan juga perawat dengan cepat langsung bergegas membawa sang pemilik tubuh yang jelas tidak baik-baik saja tersebut menuju ke arah ruang dan meja operasi.
Tuan All zigra jelas bergerak seperti orang gila, seperti Dejavu dia pernah mengalami kejadian yang sama berpuluh-puluh tahun yang lalu, perbedaannya adalah pada masa adalah Nadya sang istri nya kala itu yang berada di posisi Hayat. Sama persis seperti apa yang terjadi saat ini, Nadya di seret oleh petugas rumah sakit dengan branker dorong dalam tubuh yang dipenuhi darah.
Suara branker dorong memecah keheningan, derap langkah sepatu banyak orang terdengar saling menghantam dengan lantai rumah sakit. Bola mata tuan All zigra terus menatap menantu nya diiringi tubuh laki-laki tersebut yang terus mengejar langkah.
"Anda tidak diizinkan masuk kedalam, tuan." ucap salah satu perawat cepat saat para dokter dan perawat sudah memasukkan Hayat ke dalam ruangan operasi, dia menghentikan tuan All zigra agar tidak ikut masuk kedalam.
Tuan All zigra terlihat diam, dia patuh dan berdiri mematung didepan pintu ruang operasi yang perlahan tertutup.
"Dad?," suara seseorang mengejutkan tuan All zigra, membuat laki-laki tersebut menoleh dengan cepat.
Àhem berdiri dengan tubuh bergetar, mempertanyakan istrinya pada laki-laki tersebut. Tuan All zigra memilih diam, menatap kehadiran putranya dengan tatapan nanar, kemudian dia berkata.
"Maafkan daddy, daddy terlambat." dia bicara, menundukkan kepalanya dengan penuh penyesalan, didetik berikutnya tuan All zigra membiarkan tubuhnya membungkuk dan dia menangis didalam diam.
Masih terlalu segar diingatan nya saat Hayat tersenyum begitu tulus kearah dirinya dengan tubuh yang tidak baik-baik saja, dan didetik berikutnya perempuan itu tumbang begitu saja. Laki-laki tersebut menangis, didalam diam, menyesali banyak hal di dalam hidupnya.
Apakah lagi dia akan kehilangan cucu nya?.
__ADS_1
"No,"
Aggghhhhhhhh.
Tuan All zigra berteriak didalam hati nya, menjambak rambut nya kasar dalam jutaan penyesalan.
*******
Disisi lain,
Mansion utama kelurga Azzura.
Bola mata nyonya Bii terlihat berkaca-kaca saat dia mendapatkan sebuah berita dari seberang sana, dengan tangan bergetar dia melepaskan handphone nya begitu saja.
"Ada apa?," tuan Zuu bertanya kepada istrinya sembari mengerutkan keinginan tampak bingung karena tiba-tiba saja wanita tersebut mengeluarkan ekskresi yang cukup meresahkan menurutnya.
"Bukankah kamu tidak peduli pada putri kita lagi? jadi apapun yang terjadi pada nya kamu seharusnya memang tidak mesti peduli, aku harus pergi ke Jakarta saat ini juga," Ucap wanita tersebut dengan cepat, membalikkan tubuhnya tanpa banyak bicara, mencoba melangkah meninggalkan suaminya tersebut.
Tuan Zuu yang tidak pernah melihat ekspresi istrinya seperti itu dan paham betul jika wanita tersebut sepertinya tidak baik-baik saja melihat dari keluarga seketika mencoba untuk menghentikan langkah istrinya dengan cara menahan lengannya.
"Katakan pada ku, ada apa Bii?," dia bertanya dengan perasaan gelisah terhadap istrinya tersebut, sebab dia tahu betul istrinya tidak pernah mengeluarkan ekspresi ataupun gelagat seperti itu sebelumnya, apalagi saat istrinya berkata tentang putri mereka dan juga harus buru-buru berangkat ke Jakarta saat ini juga semakin membuat laki-laki tersebut menjadi tidak baik-baik saja.
"Tidak ada yang bisa aku jelaskan kepadamu saat ini ditambah lagi kau tidak menginginkan keberadaan Hayat lagi bukan? termasuk anak yang ada didalam kandungan nya!," dan nyonya Bii bicara dengan mata berkaca-kaca, kali ini tanpa di duga air matanya tumpah.
__ADS_1
Tuan Zuu seketika tercekat, dia seolah-olah belajar memahami ekspresi istrinya.
"Katakan pada ku apa yang terjadi pada putri kita?," dan laki-laki tersebut bertanya sambil mencoba menahan gemuruh di dadanya, seolah-olah dia tahu sesuatu yang buruk seperti nya terjadi pada putri nya dan juga calon cucunya.
*******
Rumah sakit xxxxxxxxx,
pusat kota.
"Nyonya Nadya berlarian panik masuk ke area rumah sakit dihadapan nya tersebut, mengabaikan siapapun yang ada disekitarnya saat ini, tangis nya kembali tumpah dan pecah saat kabar duka kembali berlabuh di hatinya.
Hayat dan bayinya tidak baik-baik saja.
Bola mata perempuan tersebut bergerak tertuju pada ruang operasi, mencari sosok seseorang yang ada didepan sana. Dia tahu jika suaminya ada disana juga. Seperti tebakan nya, bisa dia lihat tuan All zigra duduk di sebuah kursi tunggu dalam jutaan rasa diam.
Begitu wanita tersebut berlarian mendekati dirinya, tuan All zigra menatap sosok istri dari ujung sana, dia tidak bicara, membiarkan bola mata nya terus menangkap sosok istri nya yang terus berlarian menuju kearah dirinya.
"Nad?," dia berdiri dengan perlahan ketika sang istri nya sudah berada tepat dihadapannya.
Alih-alih menjawab, tiba-tiba saja hal terduga tidak terjadi.
Plakkkkkkk.
__ADS_1
Sebuah tamparan keras menghantam pipi kanan kiri nya dengan kencang.
Tuan All zigra membeku dan mematung dengan sempurna, menatap istrinya dalam jutaan sesal yang mendalam.