
Ahem dan Hayat pada akhirnya memilih untuk membaringkan diri dan mulai mengistirahatkan diri malam ini, beberapa hari ini cukup melelahkan dalam perjalanan mencari informasi tentang masa lalu antara kakek buyut dan nenek buyut Hillatop juga Azzura. tidak gampang untuk memecah teka-teki di masa lalu apa sebenarnya yang terjadi, karena mereka harus membuka lembaran lama dan kasus lama, bahkan meminta O'Neill menyelidiki semuanya.
"jika semua memang hanya kesalahpahaman aku ingin nama kakek buyut Sherkan dibersihkan dari daftar buku hitam dan juga catatan kriminal nya." itu yang dipinta oleh Ahem kepada O'Neill kemarin.
"Aku ingin keluarga Hillatop tahu dan memperbaiki hubungan lama agar menjadi baik, aku harap tidak ada lagi dendam generasi demi generasi yang terjadi pada keluarga Azzura dan Hillatop." Lanjut Ahem lagi.
"Dan kakek buyutmu dinyatakan bersalah?." O'Neill bertanya balik kepada laki-laki tersebut sembari menaikkan ujung alisnya.
"mungkin aku dan istriku akan minta maaf dengan cara yang berbeda dari pihak Azzura untuk Hillatop nantikan." itu adalah jawaban pasti dia diberikan oleh ahem kepada sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Dan minta maaf tidak akan semudah itu bukan?." O'Neill selalu punya cara untuk menekan orang lain.
Meskipun tidak dipungkiri ayam cukup khawatir dengan keadaan tapi dia mencoba untuk membuang selalu kekhawatiran ya dan dia percaya jika kakek buyut Azzura tidak bersalah.
"kau terlalu nekat untuk mengambil keputusan Demi cinta, Ahem. tidak tahu apakah baik tapi bagi ku tepatnya kamu begitu naif tapi bagiku perlakuanmu sangat-sangat memalukan sebagai kaum laki-laki, cintamu mengalahkan logikamu dan kamu bahkan melakukan hal-hal di luar batas kemampuan kamu." masih seperti semula laki-laki tersebut mengejek Ahem dengan jalan pikirannya.
"Terkadang timbul ketakutan di dalam diriku bagaimana jika seandainya keluarga Azzura memang bersalah?." Hayat berbaring disamping Ahem, bicara secara perlahan pada suaminya dengan perasaan gelisah.
Ahem membiarkan jemari-jemari kokoh nya mengelus lembut wajah sang istri, mendengarkan apa yang diucapkan oleh istrinya untuk beberapa waktu dengan baik.
__ADS_1
"Jika kakek buyut Sherkan memang benar-benar merampas calon tunangan dari kakek buyut Zahir dan menodainya dengan kejam, makq apa yang akan kita lakukan berikutnya?." perempuan tersebut bertanya sembari menggigit bibirnya, menampilkan raut khawatir dibalik wajah cantik nya.
Ahem masih mengelus lembut wajah istrinya, merapatkan tubuh sang istri dan menenggelamkan Hayat dalam pelukan nya secara perlahan.
"Aku percaya itu tidak seperti itu, melihat bagaimana beberapa keluarga berjalan dan beberapa keturunan menghargai perempuan aku pikir kakek buyut Sherkan tidak mungkin memiliki karakter buruk seperti itu." Pada akhirnya Ahem mengeluarkan suaranya.
"Aku pernah mendengar sepupu kamu berkata, menurut beberapa sumber dan cerita, dia memperlakukan istrinya dengan sangat baik dan benar, begitu penuh kasih sayang dan hangat, jadi agak tidak mungkin hal itu terjadi." Lanjut Ahem lagi.
"Kita hanya perlu mencari tahu sedikit tentang, berapa lama pernikahan mereka berjalan Sebenarnya?, apakah pernah terselip catatan pengajuan perceraian di masa lalu, itu kita akan menunjukkan kita betapa baik dan buruknya hubungan pernikahan mereka berdua." Dan saat Ahem berkata begitu, laki-laki tersebut seolah-olah sedang memikirkan tentang sesuatu.
__ADS_1
Yah dia harus mencari tahu apakah hubungan pernikahan tersebut berkembang hingga ke hari tua?, Karena jika pernikahan tersebut tidak berjalan tanpa cinta dan penuh paksaan, maka itu artinya pernikahan tersebut tidak akan bertahan lama.
Hayat yang mendengarkan ucapan suaminya terlihat diam dan hanya bisa menganggukkan kepalanya secara perlahan.