
"Ustad tunggu!" teriakan itu berhasil menghentikan langkah ustad Farid, ia segera menoleh ke belakang sebelum benar-benar sampai di ruang guru.
Ustad Farid mengerutkan keningnya begitu tahu siapa yang tengah memanggilnya.
"Iya?" tanyanya kemudian.
Itu adalah salah satu siswi di kelas ustad farid tadi,
"Boleh minta sesuatu nggak ustad?"
Ustad Farid tidak berpikir macam-macam tentang permintaan siswinya itu,
"Apa?"
"Minta nomor telponnya!" ucapnya sambil menyodorkan sebuah buku dan pulpen.
Ustad farid pun mengerutkan keningnya,
"Buat apa?"
Siswi itu pun nyengir, "Buat aku kasih ke mbakku!"
Ustad Farid semakin bingung dengan ucapan siswinya itu,
"Kenapa? Memang ustad kenal sama mbak kamu?" ustad Farid masih berusaha menanggapinya dengan biasa.
"Justru itu ustad, karena ustad Farid nggak kenal sama mbakku, jadi aku minta omor ustad biar nanti ustad bisa kenalan sama mbakku!" ustad Farid jadi tersenyum mendengar penjelasan dari siswinya itu.
"Kamu itu ada-ada saja, ngomongmu kayak orang dewasa."
"Ini serius loh ustad!"
Ustad Farid malah semakin terkekeh dengan kepolosan siswinya,
"Gini aja deh, ustad Farid kasih nomor ustad. Tapi buat kamu, jangan di kasih mbak kamu!" ucap ustad Farid sambil menuliskan rentetan nomor di atas lembaran kosong buku itu.
__ADS_1
"Hahhh, ustad suka sama Novi?" siswi itu malah mengeryitkan keningnya bingung.
"Ya iya, kan saya guru kamu. Masak guru nggak suka sama muridnya!" ucap ustad farid sambil menggelengkan kepalanya, meskipun ia tahu maksud Novi yang sebenarnya ia sengaja mengalihkannya.
"Ustad, Novi ngomongnya serius loh ini!"
"Ustad sengaja kasih nomor ke kamu, supaya nanti kalau Novi pengen tanya-tanya, enak. Tapi tanyanya soal agama atau pelajaran, mengerti?"
"Ohhhhh!"
"Ya sudah ngobrolnya di sambung besok lagi, ustad buru-buru. Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Ustad Farid pun akhirnya meninggalkan Novi yang masih terpaku menatap kepergian ustad farid.
"Bener-bener ya, kalau udah genteng mau dari depan atau belakang, tetep aja ganteng."
Setelah menyelesaikan tugasnya di sekolah, ustad farid langsung berpamitan Dnegan ustad dka ustadzah lain untuk undur diri, ia masih puny pekerjaan di kedai.
hari ini cukup sibuk bagi ustad farid. Sesampai di kedai, ia langsung disibukkan dengan beberapa catatan pesananya. Ia harus mencatat semua orderan yang untuk satu Minggu kedepaan agar tidak sampai kelupaan atau salah hari.
Akhirnya pak Umar datang lagi tepat saat ia sudah berada di kedai, mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda semalam.
Acara rencananya akan berlangsung tiga hari lagi, untuk itu ustad farid harus mencari stok timun dan terong yang banyak di pasar. Untuk ayam sudah punya langganan sendiri, tapi untuk sayurnya mereka harus cari ke pasar dulu.
Akhrinya setelah dhuhur, ustad Farid pun memutuskan untuk pergi ke pasar, sebelum berangkat ia terlebih dahulu menghampiri Wahid yang tengah sibuk menggantikan kasir yang masih istirahat.
"Hid, kamu di kedai aja ya. sebentar lagi yang jual ayam potong datang. kamu hitung yang bener ya!"
"Ustad mau ke mana lagi?"
"Aku mau ke pasar."
"Sendiri?"
__ADS_1
"Ada Aan. dia sudah biasa pergi ke pasar!" Aan adalah salah satu karyawan kedai, ia biasanya yang bertugas untuk belanja.
"Baiklah, tapi kalau nanti pak umar datang lagi gimana?" tanya Wahid karena ia tadi sempat mendengar kalau pak Umar akan datang lagi bersama istrinya. Tapi karena sudah tidak ada yang khusus ingin di bicarakan lagi, ustad Farid pun memilih untuk tetap pergi.
"Kamu bilang aja kalau aku akan menemuinya nanti!"
"Siap bos!"
"Jangan bas bos bas bos, ntar dikira beneran!" ustad Farid tidak begitu nyaman dengan panggilan itu.
"Ya emang ustad udah pantes jadi bos!"
"Jangan ngawur kamu, ya sudah aku berangkat dulu. Jaga Kedai! Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Aan sudah menunggu ustad farid di depan, mereka sengaja membawa mobil pick up karena belanjaan mereka akan banyak.
"Berangkat sekarang An!" ucap ustad Farid begitu berada di dekat Aan.
"Siap ustad!"
"Kamu yang nyetir ya, aku masih takut salah jalan!"
Ustad Farid pun akhirnya pergi bersama aan, aan adalah karyawan yang asli orang sana meskipun juga pernah mondok.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1