
"Ustad Farid baru dapat lotre ya?" tanya Novi yang sedari tadi berdiri di samping kakak iparnya itu membuat ustad Farid menoleh dengan cepat padanya.
"Astaghfirullah hal azim, dek. Dosa!"
Mendengar jawaban dari ustad Farid, Novi hanya bisa nyengir kuda.
"Lagian ustad, memang bak Anin sakit apa sih? Masak jemput Novi aja nggak bisa, kalau gini kan jadi repot." keluh Novi membuat ustad Farid menelan Salivanya, ia tahu sebabnya tapi ia juga tidak mungkin mengatakan pada orang lain.
"Dek Anin sakit, itu_, apa_, sakit perut."
"Ohhh datang bulan ya, ustad?"
"Iya, begitulah. Ya sudah sekarang Novi pulang sama mas Veri dulu ya, nggak pa pa kan?"
"Iya ustad."
Sengaja ustad Farid meminta sepupu Anin untuk menjemput Novi, karena ia tahu Anin pasti tidak bisa menjemput Novi.
Setelah memastikan Novi pulang dengan selamat, ustad Farid pun mampir ke kedai tapi kali ini bukan untuk bekerja, ia membelikan makan siang untuk Anin dan dirinya sendiri.
"Ustad nggak makan di sini sekalian?" tanya karyawan kedai.
"Nggak deh, lain waktu saja. Oh iya, mungkin satu Minggu ini aku nggak datang ya, tolong laporannya suruh kirim lewat email aja ya."
"Siap ustad."
"Kalau begitu saya pergi dulu, assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
__ADS_1
Ustad Farid pun segera keluar dari kedai, ia menggantungkan dua kantong kresek berwarna putih yang berisi bungkus lalapan itu pada motor maticnya, setelah memakai halmnya ia pun segera memacu motornya.
Ia sengaja membeli lebih karena ia hendak mampir ke pabrik kripik milik Anin.
Karena Anin tidak datang ke pabrik kripiknya hari ini, ustad Farid pun akhirnya menggantikan pekerjaan Anin. Membawakan makan siang untuk karyawan Anin dan mencatat pasokan singkong yang masuk.
Hanya butuh waktu seperempat jam akhirnya ustad farid sampai juga di pabrik kripik.
Kedatangannya langsung di sambut mbok Sumi, wanita paruh baya yang bertugas menggoreng kripik.
"Nak ganteng, lama nggak kelihatan."
"Lagi banyak urusan mbok, oh iya ini Farid bawakan makan siang buat mbok Sum, sama yang lainnya juga."
"Alhamdulillah, terimakasih loh. Lah nak ganteng datang sendiri? Nduk Anin nggak ikut?"
"Kebetulan kurang enak badan mbok, makanya Farid datang ke sini. Oh iya, apa nih yang bisa Farid bantu mbok?"
"Iya mbok."
Akhirnya ustad Farid pun melakukan banyak pekerjaan hingga jam tiga sore, ustad Farid pun berpamitan.
"Salam ya le buat nduk Anin."
"Iya mbok, assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
Baru saja keluar dari rumah berbahan triplek itu, langkah ustad Farid harus terhenti karena seseorang yang berdiri di samping sebuah mobil mewah.
__ADS_1
Meskipun sejenak terpaku, ustad Farid kembali bisa menguasai dirinya sendiri.
Ia pun berjalan mendekati pria itu,
"Assalamualaikum," sapa ustad farid dengan senyum khasnya.
Bukanya menjawab, pria itu malah tersenyum meremehkan.
"Begini nih, pria yang bisanya hanya bergantung pada perempuan. Berlagak membantu, padahal hanya menjadi benalu. Benar-benar tidak tahu malu."
Rasanya ingin marah, tangannya juga sudah mengepal sempurna tapi dengan cepat ustad Farid mengendalikan dirinya. Ia pun segera mengulas senyum,
"Maaf, tapi bagaimanapun saya itu bukan urusan anda. Jadi lebih baik anda tidak terlalu mengurusi urusan saya. Assalamualaikum."
Ustad Farid pun berlalu, tapi langkahnya kembali terhenti saat pria itu kembali berteriak padanya,
"Dengarkan baik-baik, saya akan mengambil Anin cepat atau lambat. Tidak ada wanita yang bisa hidup susah terlalu lama, dengarkan itu baik-baik!"
Ustad Farid berhenti sejenak tapi kembali ia melanjutkan langkahnya. Untuk saat ini, apa yang di katakan oleh pria itu benar dan ia tidak punya apapun untuk dijadikan senjata selain iman, percaya bahwa semua yang ada di dunia ini atas kehendak Allah.
Pria yang terus menghina ustad Farid adalah David. Dan karena hinaan dari David membuat ustad Farid semakin bertekad untuk memulai usahanya sendiri, apalagi saat ini keadaan istri ustad Zaki sudah lebih baik.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar lebih semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...