
Rupanya percakapannya dengan ustad Zaki di telpon telah di dengar oleh wahid. Segera setelah telpon itu berakhir Wahid pun mendekati ustad Farid,
"Serius ustad mau nikah?" tanya Wahid sambil mengedipkan matanya dengan cepat di depan Ustad Farid dan ustad Farid pun mengangukkan kepalanya dengan tangan masih memngengam ponsel.
"Serius? Sama siapa?" tanya Wahid yang semakin penasaran. Bagaiman seorang pria yang tidak ada minat mendekati wanita manapun tiba-tiba menikah.
"Sama Anin!"
Hugh Hugh huhg
Seketika Wahid tersedak Salivanya sendiri, tidak pernah terpikirkan olehnya sedetikpun jika pria di depannya itu menjalin hubungan dengan wanita yang katanya judes dan angkuh.
"Ustad yakin?"
"Maksudnya?"
"Ini tidak karena ada kejadian yang_!" Wahid menghentikan ucapannya, mungkin saja ada kejadian yang buruk yang ia tidak tahu antara Anin dan ustad Farid hingga mengharuskan mereka untuk segera menikah.
"Isstttt, kamu sama aja dengan Zaki!" gumam ustad Farid tidak terima di tuduh telah melakukan hal yang tidak pantas, walau bagaimanapun ia sudah menajga sejauh ini tidak mungkin hanya dalam hitungan hari ia sampai melakukan hal yang dilarang oleh Allah.
"Jadi ustad Zaki juga ngira gitu?" Wahid begitu senang ternyata bukan hanya dia yang berpikir seperti itu.
Ustad Farid pun menceritakan semuanya dari pada menyembunyikannya dan membuatnya terus mendapat tuduhan yang salah.
"Ohhhhh, pantes!" ucap Wahid sambil memanggut-manggutkan kepalanya, ustad Farid senyum-senyum sendiri akhir-akhir kalau lihat hp, jadi ini alasannya ....
"Pantes kenapa?"
"Nggak jadi!"
Ustad Farid mengerutkan keningnya, ia penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh Wahid.
"Ya sudah lah!" ustad Farid pun segera beranjak dari tempatnya.
"Mau ke mana ustad?" tanya Wahid yang masih berada di tempatnya.
__ADS_1
"Ada urusan, segeralah bersiap!"
"Kemana?"
"Setengah jam lagi, temani aku ke pasar buat beli seserahan!" ucap ustad Farid sambil berlalu meninggalkan Wahid sedangkan Wahid masih tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar,
"Ini sungguhan, bukan mimpi kan?" ucapnya sambil menepuk kedua pipinya, "Sakit wuih!" gumamnya lagi saat merasakan pipinya yang kebas karena sepertinya ia menampar pipinya sendiri terlalu keras.
"Ehhh tunggu deh, sudah jam 8 malam, pasar apa yang buka. Pasar maling!?" gumam Wahid lagi saat menyadari jika ini sudah cukup malam. Dan setangah jam lagi berarti setengah sembilan. Toko pun juga sudah banyak yang tutup jam segitu,
"Ya gitu kalau perjaka terlambat puber, jatuh cintanya jadi dadakan, nikah jug dadakan!" gerutunya sambil menggelengkan kepala, ia tidak melakukan apa yang di minta sang ustad tapi malah kembali merebahkan tubuhnya di atas spon tempat tidurnya.
Ternyata ustad Farid menghubungi pak Suroso, ia memberitahu jika pernikahannya kalau bisa lusa karena kyai Syam tidak bisa lama di Tulungagung, ia harus segara kembali ke Bandung karena ada acara lain yang tidak bisa di tinggal.
"Maaf, jika itu tidak merepotkan bapak!" ucap ustad Farid menyesal.
"Nggak pa pa, justru saya senang. Tapi bapak juga minta maaf, kalau seperti adanya bapak nggak bisa menggelar pernikahan yang besar!"
"Ya Allah pak nggak pa pa, bagi saya ijab Qabul aja sudah cukup, yang penting sah di mata agama. Kalau masalah surat menyurat bisa menyusul!"
"Baiklah jika begitu mau nak Farid."
Pak Suroso pun segera menemui Wiji_ istrinya.
"Buk, buk!"
"Apa to pak?" tanyanya yang terkuat tergupuh dari dapur.
"Bapak mau ke rumah pak RT, pak Wo, pak lurah!"
"Arep nyapo (mau ngapain)?" tanya sang istri sambil mengelapkan tangannya yang masih basah ke daster lusuhnya yang bermotif bunga.
"Itu buk, nak Farid mau pernikahannya lusa, habis panen timun. ibuk jangan lupa ke rumah parmi, Wati, tumi, lek Rah, lek Wage. Minta mereka buat bantu-bantu di rumah besok pagi, jadi ibuk besok pagi nggak usah ikut ke sawah buat bapak sama Tejo saja!"
"Bantu apa pak?" Bu Wiji ikut panik melihat kepanikan sang suami.
__ADS_1
"Ya bantu-bantu buat apa, kupas-kupas bawang, goreng krupuk, bersih-bersih!"
"Yang di kupas belum ada pak, yang di goreng juga belum ada!"
"Ya Allah buk, minta dulu sama yu Wanti kan Yo boleh, bon nya nanti pikir belakang!" ucapnya karena saat ini mungkin uangnya juga tidak cukup untuk menggelar hajatan, mereka baru saja membayar sekolah Novi,
Yu Wanti adalah pemilik toko kelontong yang ada di dekat rumah mereka yang biasa melayani segala kebutuhan hajatan para tetangga. Mereka biasanya bawa dulu dan akan membayarnya selesai hajatan.
Ternyata pembicaraan mereka di dengar oleh Anin yang berada di dalam kamar, ia sampai menempelkan telinganya di daun pintu agar bisa mendengar dengan jelas obrolan kedua orang tuanya.
"Yang bener? Aku nggak salah dengar kan? Ustad Parid mau nikah lusa? Tapi dia kok nggak ngomong sih!" gumamnya hingga ...
Jedek
Pintu tiba-tiba terbuka dengan kasar, Novi pelakunya. Kamarnya yang berada sebelahan dengan kamar Anin pun juga ikut mendengar percakapan kedua orang tuanya,
"Mbak tenan (benar) mau nikah?" tanyanya, "Sama ustad ganteng?" lanjutnya lagi dan Anin pun hanya mengangguk syok, ia tidak menyangka akan secepat ini.
Padahal kemarin-kemarin dia yang menginginkan pernikahan ini, tapi begitu pernikahan akan benar-benar terjadi tiba-tiba ia merasa ....
"Sudah-sudah, anak kecil kok kerjaannya nguping aja. Sinau Sinau (belajar belajar)!" ucap Anin sambil kembali menutup pintu kamarnya.
Ternyata berita pernikahan Anin langsung tersebar ke seluruh kampung, banyak yang penasaran dengan calon suami dari wanita yang menurut mereka menyalahi kodrat. Lebel wanita yang terlambat nikah masih melekat di diri Anin meskipun usianya masih dua puluh tiga tahun.
Mereka begitu penasaran dengan pria yang di cari Anin itu seperti apa setelah begitu banyak lamaran untuknya yang dia tolak.
Bersambung
Pengumuman
Besok udah tanggal 1 aja ya. Mau ada yang baru nih di akun aku yang sebelah. Kalau kalian yang sudah membaca kisah keluarga finityGroup pasti tidak asing lagi dengan nama Sagara. Putra pertama finityGroup ini mau dapat jodoh, jadi yang penasaran sama kisahnya, besok jam 7 pagi langsung aja di cari yang judulnya 'Wanita pemgganti' napen Tri Ani, jangan Sampek salah ya, makacihhhhh😘😘😘😘
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...