
"Mas sudah tahu semuanya tentang dek Anin dan ustad Fais." ucap ustad farid.
"Mas, maafkan Anin. Anin nggak maksud buat menyembunyikan semuanya pada mas. Maafin anin, Anin hanya tidak mau membuatas Parid salah faham."
"Justru mas akan salah faham dek kalau dek Anin tetap diam." ucap ustad Farid sambil mengusap tangan anin. Saat ini Ustad Farid tengah jongkok di depan Anin yang duduk di sofa ruang tamu.
"Maaf," ucap Anin menyesal.
"Baiklah, sekarang boleh kan mas bertanya?"
"Hmmm," Anin mengangukkan kepalanya.
"Bagaimana perasaan dek Anin pada ustad Fais sekarang? Apa dek Anin masih ada perasaan pada ustad Fais?" ustad Farid sengaja bertanya mengenai perasaan Anin pada ustad Fais karena ia tidak ingin membuat hubungan pernikahan mereka berada dalam bayang-bayang masa lalu.
Anin tersenyum dan mengatakan kedua telapak tangannya pada wajah sang suami, "Mas tahu nggak apa yang membuat Anin bahagia?"
"Apa?"
"Hari ini aku benar-benar merasa di cintai oleh mas Parid. Karena kedatangan mas Pais membuat mas Parid cemburu, padahal kalau yang datang mas Dapid, mas Parid nggak Sampek segitunya."
"Mau gimana lagi dek, ini saingannya ampuh. Insyaallah dia kekasih Allah dek, pasangan impian dari dek Anin juga. Jadi bagaimana dengan perasaan dek Anin?" tanya ustad Farid sambil balik menakup wajah Anin dengan telapak tangannya.
" Mas, sudah tidak ada yang tersisa lagi setelah aku memutuskan untuk menikah dengan Parid, Anin percaya bahwa mas Parid adalah jodoh terbaik yang di kirim Allah untuk membimbing Anin."
"Ahhhhh, kalau begitu jadi males buat pergi."
"Maksudnya nggak jadi pulang malam."
"Kayaknya jadinya bakal seharian di rumah." ucap ustad Farid sambil tiba-tiba berdiri dan mengangkat tubuh anin.
"Anin mau di bawa ke mana mas?"
"Ke kamar dong."
...****************...
Ustad Fari dan Anin masih ebaradu di atas tempat tidur sambil berpelukan. Hari ini ia benar-benar tidak berniat untuk keluar rumah.
Beberapa hari ini membuat rasa rindu itu tumbuh semakin besar, sedikit bumbu membuat ikatan mereka semakin kuat.
Tiba-tiba seuah telpon masuk membuat Anin menatap ke arah ponsel yang teronggok di atas meja,
"Mas, itu hp kamu loh yang bunyi."
"Biarkan saja, mas lagi malas terima telpon." ucap ustad Farid, ia sedang tidak ingin mendapat telpon karena hari ini ia tengah meninggalkan proses pemotretan demi moment indah ini. Ustad Farid sudah merekrut dua karyawan untuk menjaga toko, karena ia kerap meninggalkan toko untuk proses pemotretan atau video klip. Ia juga harus membuat konten, jadi tidak bisa seharian berada di toko.
"Mas, siapa tahu penting."
"Pasti toko dek."
"Ya siapa tahu penting mas, di angkat dong "
__ADS_1
Karena desakan dari Anin, akhrinya ustad Farid pun mengambil ponselnya.
"Dari Zaki, dek."
"Pasti penting, mas."
Ustad Farid pun akhrinya menerima telpon dari sahabatnya itu,
"Assalamualaikum, Zak."
"....."
"Alhamdulillah," ucap ustad Farid begitu bahagia, "Kapan?"
"..."
"Baiklah, insyaallah kami akan segera berkunjung ke Blitar."
"...."
"Waalaikum salam,"
Ustad Farid pun mematikan sambungan telponnya, Anin pun begitu penasaran dengan apa yang tengah di bicarakan di dalam telpon.
"Ada apa mas?"
"Zahra barusaja melahirkan."
"Alhamdulillah." Anin tidak kalah bahagianya, selama ini meskipun berjauhan Anin dan Zahra masih sering saling berkirim pesan. Mereka juga kerap bertelepon ria, membicarakan banyak hal terutama tentang kiat-kiat pernikahan.
"Jadi nggak sabar pengen ketemu dedek bayinya."
"Baiklah, bagaimana kalau akhir pekan ini. Akan lebih leluasa jika menjenguknya di rumah, kan."
"Baiklah, Anin setuju. Besok kita belanja ke mall ya mas."
"Belanja?"
"Iya, cari kado untuk dedek bayi dan ibu baru."
"Apasih yang enggak buat istriku yang paling cantik.
***
Seperti yang di rencanakan, Ustad Farid pun akhirnya mengajak Anin untuk menjenguk Zahra dan bayinya.
Kali ini ustad Farid memilih menyewa sebuah mobil untuk pergi ke Blitar.
"Nggak malah mas biaya sewanya?"
"Nggak kok dek, lagi pula ini milik temannya mas, jadi mas hanya ngisin bahan bakarnya saja."
__ADS_1
"Syukurlah," Anin merasa lega, ia tahu saat-saat ini suaminya tengah bekerja keras untuk menabung, ia tahu suaminya tengah membeli tanah untuk membangun rumah mereka. Dan harganya tidak murah.
"Sebenarnya kalau naik motor juga nggak pa pa mas, Anin kan juga sudah biasa naik motor jarak jauh."
"Sekarang cuacanya lagi nggak bagus, jadi lebih baik naik mobil dek. Maaf ya mas belum bisa belikan mobil buat dek Anin."
"Apaan sih mas, Anin nggak nuntut mas."
"Terimakasih ya, karena kamu sudah menjadi istri mas. Seorang Farid yang bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai apa-apa. Tapi insyaallah, dengan usaha yang sungguh-sungguh Allah yang akan menitipkan semuanya pada kita."
"Aamiin."
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya mereka sampai juga di Blitar, di rumah ustad Zaki.
Kedatangan mereka langsung di sambut keluarga Zahra dan juga keluarga ustad Zaki. Abi dan umi ustad Zaki juga sudah ada di sana.
Setelah berbasa-basi sebentar dengan keluarga ustad Zaki dan Zahra, Anin pun berpamitan masuk ke kamar Zahra untuk melihat ibu dan bayinya.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam, " sahut Zahra dan nur. Ternyata Nur juga sudah ada di sana.
"Ya Allah, itu Tante Anin sudah datang." ucap Zahra.
Anin pun tersenyum dan memeluk Zahra, memberi selamat kemudian mengalami Nur.
"Bagaimana kabarnya?" tanyanya pada Nur.
"Alhamdulillah, baik mbak."
Kemudian Anin beralih pada bayi mungil yang masih berada di kasur bayi,
"Ya Allah, cakepnya. Mirip banget sama bapaknya, tapi hidungnya mirip ibunya." ucap Anin seperti tengah mengabsen wajah sang bayi.
"Iya dong Tante, campuran harusnya kalau enggak emaknya cemburu." ucap Zahra yang selalu di selingi dengan candaan.
"Jangan Tante dong, bibi aja deh. Lebih enak di dengarnya." ucap Anin, ia rasanya tidak terbiasa dengan panggilan itu.
Selagi Anin berbincang dengan Zahra dan Nur di dalam kamar, ustad Farid juga tengah ngobrol santai dengan ustad Zaki dan abinya.
"Sebentar lagi Farid nyusul." celetup kyai Syam di tengah obrolan mereka.
"Aamiin kyai, semoga diijabah sama Allah."
"Aamiin," ustad Zaki pun ikut mengamini.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...