Ustad, Nikahi Aku!

Ustad, Nikahi Aku!
Bab 99 End


__ADS_3

"Cepat sekali di ambilnya?"


"Iya koh, kebetulan sudah dapat rejeki."


"Alhamdulillah, saya ikut seneng. Saya nggak ambil untung deh, ambil sesuai harga kemarin aja."


"Tapi koh, nggak pa pa. Sudah sewajarnya jika koh mau ambil untung, berapa koh, nggak usah merasa nggak enak Ama Farid."


"Nggak usah, gini aja deh, Minggu depan kan saya mau ada acara khitan masal, kamu mau jadi mubaliqnya ya?"


"Insyaallah, koh. Farid akan usahakan."


"Alhamdulillah. Anak saya seneng banget nonton video ceramah kamu di tok tok. Katanya lagi fyp."


Ustad Farid hanya tersenyum, ia bingung bagaimana menanggapinya. Ia juga belum melihat videonya itu. Selama ini ia memang menggunakan aplikasi itu, tapi bukan untuk ceramah, ia hanya mengunakan untuk jualan busana muslim pria.


Akhrinya mobil yang sempat ia jual terambil lagi, ia pun kembali ke rumah sakit tapi kali ini dengan mobilnya. Allah mengembalikan lebih cepat dari apa yang di rencanakan oleh manusia, tidak sampai satu Minggu kedua bayi kembarnya di perbolehkan pulang,


Ambu dan Abah ustad Farid juga sudah datang ke Tulungagung, mereka juga ikut menyusul Anin dari rumah sakit.


"Mas, kok pakek mobil lagi. Ini mobil lama kan?" tanya Anin begitu Ustad Farid membantu Anin masuk ke dalam mobil.


"Alhamdulillah, mas dapat rezeki."


"Mas, kata perawat yang bantuin Anin, video ceramah mas fyp ya?" tanya Anin.


'Bahkan perawat pun tahu ya.' batin ustad Farid masih tidak percaya jika ia seterkenal itu.


"Alhamdulillah begitulah. Mas juga belum lihat." jawab ustad Farid dengan santainya sambil mulai melakukan mobilnya.

__ADS_1


Kedua bayi kembar Anin sudah di pangku kedua neneknya di belakang sedangkan bapak dan Abah memilih berboncengan dengan motor.


Kedatangan Anin dan bayinya pun langsung di sambut para tetangga yang ingin menjenguk mereka, kamar Anin juga sudah di rumah sedemikian rupa lengkap Dnegan dua ranjang bayi.


Saat malam hari dan anak-anaknya sudah tidur, ustad Farid pun menyempatkan diri masuk ke ruang kerjanya. Ia penasaran dengan video yang sedang viral. Dan ternyata benar, itu video-video ceramah lamanya yang di up oleh akun milik Wahid dan semuanya fyp.


Rupanya hal itu juga mempengaruhi akunnya, secara signifikan akunnya juga naik, bahkan terlihat banyak pesanan masuk.


Pagi-pagi sekali ustad Farid langsung menuju ke toko untuk mengurus semua pesanan, karena di rumah sudah ada Ambu dan ibu yang akan membantu Anin mengurus bayinya.


"Stok di gudang sudah menipis ustad." ucap salah satu karyawannya.


"Baiklah, biar saya minta pihak produksi untuk mengirimnya lagi."


Di Toko begitu sibuk, sepertinya dia karyawan sangat kuwalahan.


"Dit, ada nggak tetangga atau saudara kamu yang belum kerja?" tanya ustad Farid begitu mereka tengah istirahat siang.


"Ya udah deh boleh masuk sini, kalau ada lima ya, sekalian cari yang bisa nyetir ya, nanti biar saya sewa mobil buat antar paket biar nggak pakek motor lagi."


"Siap ustad."


Satu bulan penuh Ambu dan Abah berada di Tulungagung, akhirnya mereka harus pulang. Sebenarnya berat karena Anin pasti akan kerepotan dengan dua bayi sekaligus apalagi setelah video ceramahnya fyp jadwal ceramahnya menjadi sangat padat, tapi apa boleh buat mereka juga punya kehidupan di bandung.


"Nanti pas tiga bulanan Azzam sama Azzura, ke Blitar lagi ya Ambu, Abah."


"Insyaallah, doakan Ambu sama Abah sehat-sehat, biar bisa tetap tengok cucu."


"Amiiin."

__ADS_1


Ustad farid menyempatkan diri untuk mengantar Ambu dan Abah ke bandara.


***


Enam tahun kemudian


"Azzam, nanti di sana jaga Zura ya. ibuk sama bapak akan sering jenguk kalian nanti. Di sama ada eyang Kakung, Mbah putri juga. Insyaallah kalian tidak akan kekurangan kasih sayang."


"Itu ibuk, jangan kahwatir. Kan Azzam sama Zura mau belajar, buk."


"Ya Allah, anak Sholeh ibuk." puji Anin pada putranya itu.


"Zura juga mau di gituin, ibuk." rengek Azzura membuat Anin gemas. Ia pasti akan merindukan saat-saat seperti ini.


Anin dan ustad Farid sudah memutuskan setelah melalui proses diskusi yang panjang mereka sepakat untuk memasukkan Azzam dan Azzura ke pesantren kyai Syam di bandung.


Mereka sengaja memilih bandung karena dekat dengan kakek neneknya, selain itu mereka juga percaya dengan kyai Syam dan umi. Apalagi saat ini ustad Farid juga sangat sibuk, bahkan jadwal ceramahnya sudah terjadwal hingga dua tahun ke depan. Toko baju ustad Farid juga sudah semakin berkembang.


Tidak hanya itu, produksi keripik Anin juga sudah sangat berkembang. Hampir setengah dari wanita kampung Anin menggantungkan hidupnya pada produksi keripik Anin sebagai cara mereka membantu perekonomian keluarga. Bahkan produksi keripik Anin kerap mendapatkan penghargaan atas inspirasi bagi wanita.


...End...


Dari kisah ustad Farid dan Anin, kita bisa belajar tentang perjuangan. Kaya bukan prioritas utama untuk menjalin hubungan pernikahan, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa punya tujuan yang sama dalam sebuah hubungan yang akan membuat hubungan itu sendiri semakin kuat.


Berbuat baik tidak perlu menunggu saat kita kaya atau kita berlebihan, asalkan niatnya karena allah, insyaallah Allah yang akan mengembalikannya dengan yang lebih baik. Bukan soal jumlahnya, mungkin bahkan hal yang tidak mungkin kita miliki dan Allah memudahkannya.


Untuk kisah selanjutnya, sambil menunggu kisah Azzam dan Azzura, di tanggal 26 akan rilis yang baru, tapi mungkin akan sedikit berat di awal dan indah pada waktunya seperti kisah yang lainnya.


Judulnya after the divorce

__ADS_1


Sampai jumpa tanggal 26 ya, see you 😘😘😘


__ADS_2