
Perlahan Anin nyentuh bibirnya, semalam mimpi apa nyata ya, nggak mungkin kan aku nyosor ...., batin Anin membayangkan sesuatu yang terjadi dalam mimpinya tapi bekasnya seperti nyata.
Dada ini ...., batin Anin sambil menatap dada milik ustad Farid. Saat Anin hendak menyentuhnya tiba-tiba bia merasakan pergerakan dari pemilik dada dengan cepat pula Anin pura-pura kembali tidur.
Ustad Farid mengerjakan matanya saat merasakan kebas di lengan kirinya karena telah menjadi bantalan bagi Anin.
"Astaghfirullah hal azim!" ustad Farid begitu terkejut hingga terjingkrak mundur.
Anin yang ikut terkejut pura-pura terbangun,
"Ada apa mas?" tanya Anin sambil mengucek matanya.
Ustad Farid dengan cepat turun dari tempat tidur dan memperbaiki posisi sarungnya yang berantakan.
"Nggak pa pa dek, maaf ya mas bangunin adek. Mas ke kamar mandi dulu ya, mau sholat malam!" ucap ustad farid dan buru-buru keluar dari kamar.
Ia pun segera menuju ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia sekalian mandi besar khawatir jika ternyata semalam ia mimpi basah.
Ustad farid juga sekalian mencuci baju kotornya, ia benar-benar tidak enak jika membebankan cucian baju kotornya pada Anin. Setelah selesai mandi dan mencuci baju, ia pun bergegas memakai handuk nya.
"Aduh kelupaan lagi!" gumamnya sambil menepuk keningnya saat hendak memakai baju ternyata ia tidak membawa baju ganti ke kamar mandi karena terlalu buru-buru.
Akhrinya ustad farid memutuskan memikirkan handuk di pinggangnya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya sedangkan bagian atas ia biarkan terbuka.
Beruntung belum ada yang bangun sehingga ustad Farid bisa leluasa berjalan kembali ke kamar.
Ceklek
Dengan cepat ustad Farid kembali menutup pintu kamarnya.
Ternyata Anin tidak bisa lagi tidur, ia tengah duduk bersila di atas tempat tidur sambil memeriksa ponselnya, melihat beberapa pesanan keripik yang masuk.
Tapi segera ia tertegun saat melihat belahan roti sobek milik suaminya yang terbuka seluas-luasnya tanpa perlu ia mencuri pandang lagi.
Glek
Sekali lagi Anin harus menelan Salivanya dari pada menetes di tempat tidur karena terlalu terpesona dengan body atletis suaminya.
__ADS_1
"Dek maaf, mas nggak pakek baju. Soalnya tadi kelupaan nggak bawa baju ke kamar mandi!"
"Ahhh, iya nggak pa pa!" Anin segara mengalihkan tatapannya khawatir jika ketahuan telah menatap sang suami.
Tapi baru saja ingin berbalik, ia kembali mempertajam matanya, ia sampai mengucek-ucek matanya dan melebarkannya memastikan apa yang ia lihat itu benar.
"Dek, ada apa?" tanya ustad farid saat melihat ekspresi sang istri.
"Ahhh enggak, kayaknya Anin kebelet. Jadi Anin harus ke kamar mandi cepet-cepet!" Anin dengan cepat turun dari kamar mandi dan berlari ke luar kamar. Ia juga tidak lupa menutup kembali pintunya.
Bukannya langsung ke kamar mandi, ia malah berdiri di depan pintu sambil berusaha keras memutar kembali mimpinya tadi malam.
"Kok bisa sama gitu ya!" gumam ya pelan sambil kembali menatap ke arah pintu, "Nggak mungkin kan itu tanda lahir, dari mana aku tahu kalau mas Parid punya tanda lahir sedangkan kita belum pernah_!"
Anin segara menggelengkan kepalanya, "Ahhhh, nggak mungkin! Kok bisa sama gitu ya!" gumam Anin lagi.
"Apa yang sama, Nin?" pertanyaan itu mengejutkan Anin, ternyata Bu Wiji sudah bangun sepetinya setelah ustad Farid keluar dari kamar mandi, gantian Bu Wiji yang masih. Tampak wajah Bu Wiji basah. Meskipun Bu Wiji belum memakai hijab tapi ia termasuk orang yang rajin sholat malam.
"Ahhh enggak buk, ibuk sudah bangun?"
"Baru bangun, mau sholat!" ucapnya sambil menuju ke kamar sholatan. "Kamu ya gitu, Pumpung bangun mending sekalian sholat malam! Kalau sudah biasa nanti ya enteng!"
Di kamar, Ustad Farid menggelengka kepalanya berharap tidak memikirkan apa yang di lakukan Anin, ia pun segera mengambil baju Koko dan celananya yang tinggal sepasang di dalam tas.
"Hehhh, nanti sepertinya aku harus ke mes untuk mengambil baju sekalian mengambil motor!" gumamnya sambil meletakkan baju itu di ata akurasi plastik yang terletak di depan meja rias.
Ia segera memakai celana kolornya dan hendak memakai baju kokonya, tapi terlebih dulu ia menatap pantulan dirinya di cermin. Ia mantap tubuhnya yang terbuka.
"Sudah lama nggak olah raga nih!" gumamnya lagi, ustad Farid termasuk ustad yang gemar pergi gym untuk membetuk tubuhnya.
Tapi segera bola matanya terfokus pada dada bidangnya tepatnya di antara kedua p*tingnya.
"Itu?" ustad Farid menunjuk ke arah cermin tepat di titik itu, segera ia teringat dengan mimpinya semalam.
"Astaghfirullah hal azim! Jangan-jangan yang semalam bukan mimpi!" gumamnya begitu terkejut.
Tanda mereka di dadanya itu membuktikan sesuatu, dengan cepat ia menutup tubuhnya dengan baju Koko miliknya.
__ADS_1
Sedangkan Anin sedang berpikir keras di dalam kamar mandi, ia tengah membayangkan kembali dan memilah antara mimpi dan kenyataan.
***
Ustad Farid tengah mengantar Anin ke tempat menggoreng kerupuk sebelum pergi ke kedai lalapan,
"Nanti pulangnya gimana?" tanya ustad Farid sebelum Anin turun.
"Anin biasa jalan kaki, mas!" ucap Anin sambil tersenyum menatap ustad Farid tapi segara ia mengalihkan ke tempat lain begitu teringat dengan kejadian tadi malam.
"Yang benar saja, ini jaraknya lumayan jauh loh, hampir seratus meter loh!"
"Nggak masalah, sudah biasa mas. Lagi pula Anin juga sekalian olah raga!"
Akhirnya Anin turun juga, ia melambaikan tangannya mengantar kepergian ustad Farid.
Ustad Farid memacu mobil pick up nya menuju ke kedai lalapan. Kedatangannya langsung di sambut oleh seluruh karyawan kedai yang jumlahnya ada lima orang.
"Ya Allah ustad, saya kira nggak balik ke sini!" ucap salah satu dari mereka.
"Balik lagi. Bagaimana kedai dua hari ini?" tanya ustad Farid.
"Alhamdulillah lancar!"
Ustad Farid pun mengecek persediaan bahan dan laporan satu Minggu ini. Karena ini hari Minggu, ia harus menyetorkannya ke ustad Zaki.
Hingga jam makan siang, menjadi waktu yang cukup sibuk, karena banyak beberapa pekerja yang sengaja datang meskipun hari Minggu.
Jam makan siang pun lewat, dan tidak terlalu sibuk lagi. Ustad Farid pun segara menujun ke mushola dan melaksanakan sholat dhuhur.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰