
Anin berjalan Dnegan terburu-buru masuk ke dalam rumah, ia sepertinya lupa juga sudah mempunyai suami hingga hampir magrib baru datang.
Srekkkk
Tiba-tiba sebuah tangan menahan kepalanya membuat langkah Anin terhenti.
"Mas Pariddd!" ucapnya sambil salah tingkah, dan pria itu tersenyum yang di paksakan,
"Assalamualaikum mas Parid." sapa Anin lagi bersamaan dengan tangan ustad Farid yang melepaskan kepalanya.
"Waalaikum salam,"
"Mau ke masjid ya? Ya sudah sialahakn, Anin mau mandi dulu." ucap Anin salah tingkah dengan tatapan sang suami.
"Lain kali, lebih baik tidak pergi terlalu lama, dek." katanya pendek, tapi terdengar dalam dan Anin tahu maksudnya.
"Tadi aku cuma_."
"Mas berangkat ke masjid dulu!" segera ustad Farid memotong ucapan Anin saat ingin beralasan, "Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam." Anin hanya bisa menatap kepergian ustad Farid dengan perasaan bersalah hingga punggung pria itu bahkan sudah menghilang di ujung jalan.
Hehhhh
Anin hanya bisa menghela nafas pasrah. Ia pun melangkah dengan lunglai menuju ke kamarnya, tapi kembali langkahnya terhenti saat suara Bu Wiji mengagetkannya.
"Sudah pulang kamu Nin?" itu bukan sebuah pertanyaan melainkan sebuah permintaan pertanggung jawaban.
"Iya Bu." jawab Anin pasrah, ia tahu pasti akan kenal omel oleh ibunya.
"Yo lek wes ndwe bojo Ki, kebiasaan ngono kwi Yo kudu di ilangi. Awakmu wes ndwe bojo, ora urep dewe neh, mesakne bojomu lek tok tinggal keluyuran Sampek nggak ngerti wektu ngeneki. Golek duwek Yo golek dwek, tapi tetep kewajiban ngopeni bojo Yo kudu di utamakno (Ya kalau sudah punya suami itu, kebiasaan seperti itu harus di hilangkan. Kamu itu sudah punya suami, tidak lagi hidup sendiri, kasihan suami kamu kalau kamu tinggal-tinggal keluyuran sampai lupa waktu seperti itu. Cari uang ya cari uang tapi tetap kewajiban melayani suami harus di utamakan)!"
"Enggeh Bu, (Iya Bu)."
Hehhhh ..
Bu Wiji menghela nafas panjang mendengar tanggapan dari putrinya,
"Nggak nggeh, nggak nggeh, ngko Ra kepanggeh (Iya iya, iya iya, nanti nggak ketemu)." protesnya kemudian.
"Nggeh Bu, insyaallah Anin ngerti. Anin mandi dulu ya Bu, gerah mau sholat magrib juga."
Bu Wiji hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Anin yang sudah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Anin pun segera mandi dan melaksanakan sholat magrib sambil menunggu kepulangan sang suami, ia tetap duduk di atas sajadah.
Hingga adzan isya' berkumandang, pria itu tidak kunjung pulang. Anin pun melepas mukenanya dan kembali mengambil air wudhu.
Cukup lama setelah selesai sholat isya', ustad Farid tidak juga datang.
"Hehhhh, mungkin dia marah." gumam Anin sambil kembali melepas mukenanya dan melipatnya dengan rapi.
"Tapi kan aku tidak salah, tadi aku telat ada alasannya." Anin masih mencoba untuk membela dirinya sendiri.
"Assalamualaikum, dek."
Deg
Mendengar suara itu, bukannya langsung menjawab salam, jantung Anin malah berdetak hebat.
Astaghfirullah hal azim, bagaimana ini ...., batinnya. Hingga suara salam kembali terdengar.
"Assalamualaikum, dek. Sudah tidur ya?"
"Waalaikum salam, masuk mas." ucap Anin dengan cepat sebelum ustad Farid kembali mengucap salam.
Ustad Farid pun membuka perlahan pintu kamarnya dan kembali menutupnya. Ia kembali berbalik dan menatap Anin yang tengah duduk di tepi tempat tidur.
Sudah tahu, pakek nanya lagi. batin Anin kesal, bukan karena pertanyaan ustad Farid tapi ia kesal karena kata-kata yang sudah ia rancang panjang lebar lenyap seketika saat mendengar suara ustad Farid.
Dan Anin saat ini hanya bisa menjawab dengan anggukan.
Gila nih jantung ..., batin Anin lagi. Dan detaknya itu semakin cepat saat ustad Farid berjalan mendekat ke arahnya.
Ustad Farid menggeser kursi plastik yang berada di tepi ruangan dan mendekatkannya pada Anin.
"Dek, mas mau ngomong sesuatu!" ucapnya setelah benar-benar duduk di depan Anin.
Nggak, aku harus membela diri dulu sebelum di salahkan, batin Anin sambil memejamkan matanya. Ia tidak bisa bicara jika menatap pria di depannya itu.
"Iya Anin tahu, Anin salah tapi Anin punya alasan kenapa Anin bisa sampai pulang telat. Anin tadi di jalan ketemu pak Joko, dia minta Anin buat lihat singkongnya di ladang, trus kami nego tapi nggak ketemu deal. Akhirnya Anin keliling lagi, di jalan tiba-tiba ban Anin bocor, untuk ada_." tiba-tiba Anin menghentikan ucapanya membuat ustad Farid mengerutkan keningnya.
"Ketemu siapa?"
Ahhh, kenapa bisa keceplosan sih ...., batin Anin mengutuki ucapnya sendiri. Ia pun membuka mata dan menggelengkan kepalanya.
"Ketemu siapa?" tanya ustad Farid lagi.
__ADS_1
"Ketemu_, ketemu mas David." ucap Anin ragu, "Tapi sungguh tidak ngapa-ngapain, mas David cuma bantuin Anin cari tukang tambal ban. "
"Trus?"
"Terus_, mas David ngajak Anin minum kopi selama anak buahnya cari tembel ban."
"Ohh." seketika raut wajah ustad Farid berubah, perasaan semangat tadi sepertinya menghilang.
"Tapi kami tidak sendiri, ada anak buahnya juga. Sumpah!" ucap Anin sambil mengamati dua jarinya, tapi dengan cepat ustad Farid menahannya.
"Jangan lakukan itu." ucapnya sambil mengusap tangan Anin yang sudah berada di atas pangkuannya.
"Aku tidak menutup sumpah atas apapun terhadapmu, dek." ucapnya dengan lembut dan itu malah membuat perasaan Anin semakin bersalah.
"Maaf." hanya itu yang bisa Anin katakan sekarang.
Ustad Farid tersenyum lembut, "Mas mau bicara sesuatu sama dek Anin."
"Apa?"
"Mas sudah dapat kontrakan buat kita," ucap ustad Farid, dan seketika Anin tercekat, "Maaf jika mas nggak bicarakan ini dulu sebelumnya."
"Jadi maksudnya?"
"Iya, mas mau ngajak dek Anin pindah dari sini!"
"Tapi mas_!"
Aku nggak bisa masak...., batin Anin. Ia selama ini memang tidak pernah berurusan dengan urusan dapur, Bu Wiji tidak pernah menuntut Anin maupun Novi untuk mengerjakan pekerjaan dapur.
"Kita belajar bersama-sama ya!"
"Baiklah, Anin mau gimana lagi!" ucap Anin pasrah, lagi pula bukan ide buruk jika tinggal berdua.
Akhirnya Anin tidak bisa berbuat banyak, meskipun tinggal jauh dengan orang tua itu artinya ia harus mulai melakukan semuanya sendiri, ia harus lakukan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...