
Tok..tok ..tok...
" Nona Steffi sarapannya sudah siap ".
Terdengar suara assiten rumah tangga Steffi mengetuk pintu dan menyiapkan sarapan untuk Steffi Karena mulai dari kemarin Steffi tidak makan dan belum keluar kamarnya . Namun Steffi tidak membukakan pintu .
"Nanti saja aku makan bi ". Jawab Steffi
Terdengar jawaban Steffi dari dalam kamarnya . Namun assisten Steffi merasa lega mendengar suara Steffi walaupun dia tidak membukakan pintu kamarnya . setidaknya tidak terjadi apa-apa pada Steffi .
" Dimana Steffi ?". Tanya pak Pongky
Setelah mendengar kabar bahwa Steffi gagal dalam memperebutkan project besar milik Erwin pak Pongky sangat marah. Dia ke tempat kantor Steffi ternyata Steffi tidak ada di kantor dan akhirnya pak Pongky memutuskan untuk menemui Steffi di rumah nya .
" Maaf tuan nona ada dikamar ".
" Dasar anak tidak berguna dalam suasana seperti ini masih saja dia belum bangun . Cepat bangunkan dia !".
" Baik tuan !".
Tanpa membantah lagi assisten Steffi segera ke kamar Steffi dan mengetuk pintu lagi .
" Nona tuan besar mencari anda ".
Namun tidak ada jawaban dan assisten Steffi kembali mengetuk pintu . Dan beberapa menit kemudian Steffi membuka pintu .
" Baiklah bi , aku akan segera kesana !". Jawab Steffi sambil membuka pintu kamarnya . Terlihat matanya sembab sepertinya semalaman dia menangis .
" Apakah nona baik-baik saja ?". Assisten Steffi nampak kuatir dengan keadaan nona Steffi .
" Aku baik-baik saja bi, Tidak usaha kuatir !".
" Baik nona !".
Beberapa menit kemudian Steffi menemui pak Pongky yang sudah menunggu nya di tempat makan . Pak Pongky mengajak Steffi sarapan pagi .
" Steffi kenapa kamu tidak ke kantor hari ini ?". tanya pak Pongky
Steffi hanya diam tidak menjawabnya. Pak Pongky terlihat kesal karena Steffi tidak menjawab nya dan tidak meminta maaf karena dia gagal mendapatkan projects.Pak Pongky menghentikan makannya dan menaruh sendoknya di piring .
" Steffi kenapa kamu tidak menjawab ku . Apa kamu sudah tidak menganggap ku lagi ?".
Steffi terdiam kemudian menghentikan makannya menaruh sendok di piring . Seketika suara dentingan sendok dan juga piring di meja berhenti . Nampak begitu sunyi sejenak suasana didalam ruangan ini .
" Aku sedang tidak ingin ke kantor ".
__ADS_1
" Apa kamu bilang ?, tidak ingin kekantor ?. Apa kamu sudah gila dalam suasana begini kamu masih bisa bersantai di rumah dan tidak perduli bahwa perusahaan sedang bangkrut?".
Steffi tidak menjawab dia hanya menundukkan kepalanya.
" Besok aku sudah mengatur pertemuan mu dengan calon suami mu segeralah menikah dengannya papa akan mengurus semuanya . Datang dan jangan buat aku malu , Paham !".
" Aku tidak akan datang dan lupakan atas perjodohan itu ".
" Apa kamu bilang tidak akan datang ?. Apa kamu ingin jadi gelandangan?. Perusahaan kamu sudah bangkrut dan sekarang kamu tidak mau di jodohkan apa kamu mau hidup di jalanan?".
"Iya aku akan hidup di jalanan". Jawab Steffi dengan nada yang tinggi dan tatapan amarah nya .
" Apa kamu sudah gila ?".
" Iya aku sudah gila , aku memang gila karena selama ini selalu menuruti semua keinginan papa tanpa menghiraukan keinginan ku ". Nada tinggi lagi Steffi sambil menatap papanya penuh amarah kemudian di barengi dengan butiran air matanya .
"Apa maksudmu Steffi?. Ini semua demi kebaikan mu aku tidak mau kamu hidup di jalanan".
" Ini bukan kebaikan ku papa tapi ambisi papa yang selalu terlihat kaya raya dan tidak mau rencana papa gagal. Papa selalu menggunakan segala cara untuk mendapat semua keinginan papa tanpa menghiraukan keinginan ku termasuk menghancurkan Edvan ".
" Apa kah papa pernah bertanya padaku apakah aku bahagia dengan semua rencana papa yang telah papa atur untuk ku ?. Papa mendidik ku dengan keegoisan papa dan mengajarkan aku mendapatkan keinginan ku dengan cara apapun tanpa peduli perasaan orang lain dan penderitaan orang lain hingga membuat aku serakah dan semena-mena ". Cerca Steffi sambil menangis dan mengusap air matanya.
" Apa yang kau katakan Steffi ?".
Pak Pongky nampak terkejut dengan semua ucapan Steffi dan nampak menyesal atas semua perbuatannya. Dia terlihat frustasi dan tanpa sadar meneteskan air matanya.
" Tuan apa anda baik-baik saja ?". Tanya asisten rumah tangga Steffi
" Aku baik-baik saja ". Kata pak Pongky sambil mengusap air matanya .
" Jaga dia baik-baik!". Pesan pak Pongky kepada asisten rumah tangga Steffi
"Baik tuan !".
Pak Pongky pergi dari rumah Steffi dengan kesedihan dan sedikit penyesalan. Sedangkan Steffi masih menangis di dalam kamarnya dan nampak dia begitu frustasi .
****
" Nona ada yang mencari anda ?".
" Siapa Mbak ?". Tanya Mila kepada asisten rumah tangga Salsa .
" Tidak tahu nona dia seorang wanita cantik ,dia menunggu didepan".
" Baiklah mbak , terimakasih ".
__ADS_1
Salsa baru saja datang dari kantornya dan melihat seorang wanita yang berdiri didepan rumahnya ,seperti sedang menunggu sesuatu.
" Steffi .. ?". Kata Salsa saat melihat Steffi ada di depan rumahnya.
" Mau apa dia kemari ?". Tanya Salsa dalam hatinya sambil menghampiri Steffi .
" Mau apa kamu kemari ?".
" Salsa ?".
" Iya kenapa ?".
" Bukan kah ini tempat tinggal Mila ?".
" Iya kenapa ? . Apa yang ingin kamu lakukan kepada Mila ?".
Belum sempat Steffi menjawab ternyata Mila sudah ada di depan mereka .
" Nona Steffi ?".
" Mila jika dia mengganggu biarkan kakak yang akan mengurusnya . Kamu masuk saja !".
" Tidak kak tidak apa-apa".
" Apa kamu yakin ? Apa perlu aku mendampingi mu Mila ?".
" Tidak perlu kak !".
" Kamu sudah dengarkan salsa dia tidak ingin kamu ada disini , sebaiknya kamu tinggalkan kami berdua !. Aku akan bicara berdua dengan Mila ".
"Mila apa kamu yakin ?, iya kak lebih baik kakak masuk saja biarkan aku bicara dengan dia!".
" Baiklah kalau begitu !".
Salsa kemudian masuk kedalam rumahnya. Mila dan Steffi pergi berdua ke cafe dekat rumah salsa.
Mila tidak tahu apa yang akan dibicarakan Steffi dia mencoba untuk tenang dan berusaha mengendalikan dirinya agar dia bisa menghadapi hal terburuk yang akan dikatakan oleh Steffi .
Steffi nampak sangat tenang dia berusaha mempertahankan rasa angkuhnya dan elegannya di depan Mila .Sepertinya dia sudah mempersiapkan semua untuk menghadapi Mila . Beda dengan ketika pertama kali bertemu dengan Mila kemaren nampak emosinya meletup-letup dan sekarang dia nampak lebih tenang dan elegan . Nampak sebagai wanita cerdas dan berkelas.
#####
Happy reading
Semoga suka dengan cerita nya 😘😘
__ADS_1