
Brian yang melihat satu keluarga berkumpul.tak kuasa ikut menitihkan air matanya . Namun dia malu kalau nanti dilihat oleh Salsa hingga dia segera menyeka air mata nya .
Tidak tahan dengan suasana yang haru biru Brian keluar dari ruangan . Memberi mereka ruang untuk mengungkapkan rasa rindu mereka .
Salsa yang sangat bahagia telah menemukan kedua adik kandungnya tidak kuasa menahan rasa kebahagiaan nya hingga memeluk kedua adiknya dengan penuh kebahagiaan.
.
Mila masih belum bisa banyak bicara,sepertinya dia ingin banyak ngobrol dengan adiknya namun dia masih belum bisa mengungkapkan semua nya.Mila hanya bisa menatap dengan sayu kepada Raisya terus mengucap wajah Raisya dengan penuh kelembutan, sedangkan Raisya terus memegang erat tangan kakaknya. Raisya tidak ingin berpisah lagi dari kakaknya .
Suasana yang sangat haru biru namun penuh kebahagiaan. Setalah pertemuan mereka hari ini Raisya dan Salsa bersama - sama merawat Mila dan terus memberi semangat kepada Mila agar segera sembuh .
####
Sementara Edvan masih sibuk dengan perusahaan kecilnya yang dia bangun dari kecil .
" Tuan ada informasi tentang keberadaan nona Mila dan ada sedikit bukti terkuak tentang kejadian kecelakaan nona Mila ". kata Riko memberi informasi kepada Edvan saat Edvan sedang sibuk dengan pekerjaan nya .
Informasi ini membuat Edvan menghentikan aktivitas nya dan tertarik untuk mendengar informasi yang diberikan asisten kepercayaan nya .
" Dari mana kamu dapatkan?". tanya Edvan .
" Saya mendapatkan informasi dari tukang soto di depan apartemen , bahwa saat kecelakaan itu ada dua orang yang sedang melintas di jalan menuju apartemen. Yang pertama mobil nyonya Steffi dan yang kedua assisten tuan Brian ". tutur Riko menjelaskan kejadiannya .
" Lalu ?". lanjut Edvan .
" Lalu saya mencoba menggali informasi tentang keterkaitan kedua belah pihak. Dan saya menemukan bukti baru ,yang pertama mengenai mobil nyonya Steffi yang di pakai saat itu telah di jual ke seseorang dan saat ini saya sedang melacak keberadaan pemilik baru mobil itu. Yang kedua tentang asisten tuan Brian, saya menemukan bukti bahwa mobilnya masih dipakai hingga saat ini . Dan kemungkinan nya yang telah menabrak adalah nyonya Steffi . Sedangkan asisten tuan Brian adalah orang yang menolong nona Mila ". tutur Riko lagi menjelaskan semua kecurigaannya kepada Brian.
" Lalu apa kamu tahu keberadaan mila sekarang?". tanya Edvan tidak sabar mendengar jawaban dari Riko. Tatapannya bulat sempurna berharap jawaban dari Riko adalah kabar baik untuknya .
" Saya hampir menemukan keberadaan nona Mila tapi karena penjagaan sangat ketat saya tidak bisa menggali informasi lebih dalam ". jawab Riko sedikit kecewa dengan dirinya sendiri karena sedikit gagal mencari informasi.
" Baiklah , jika itu adalah assisten Brian berarti ini ada keterkaitannya dengan Brian ?". ringkas Edvan .
" Iya tuan sepertinya ada keterkaitan, info tukang soto saat itu tuan Brian juga baru keluar dari apartemen untuk lari pagi dan setelah keluar dari apartemen tuan Brian tidak kembali lagi hingga esok paginya .". kata Riko membenarkan pendapat Edvan .
" Ok..ok . Aku akan menggali informasi ini kepada Brian . Dan bantu aku untuk melacak pemilik baru mobil Steffi bagaimana pun keadaannya mobil itu harus di temukan ". perintah Edvan kepada Riko .
__ADS_1
" Siap tuan ". Riko .
Setalah mendapatkan informasi dari Riko ,Edvan segera mencari cara untuk mendekati Brian . Mengingat hubungannya dengan Brian tidak terlalu baik .
####
Hari ini Brian memutuskan untuk mengunjungi kakeknya karena sudah beberapa hari dia tidak mengunjungi kakeknya. Satu kebetulan yang sama hari ini Edvan juga berencana untuk pergi kerumah kakeknya untuk mengucapkan terimakasih atas dukungan kakeknya .
Brian sudah terlebih dahulu sampai di rumah pak Albert.
" Bi .. dimana kakek ? ". tanya Brian kepada salah satu assisten rumah tangga pak Richard.
" Tuan besar sedang berada di taman tuan ". kata assiten rumah tangga tersebut sambil menunjuk ke arah taman belakang.
." Ok Bi . terimakasih. ". jawab Brian sambil berjalan cepat menuju kearah taman .
Suasana yang sejuk dengan di penuhi bunga dan juga tanaman hijau . di tengah - tengah ada sebuah kolam ikan yang cukup besar . Suara gemercik air dari air terjun buatan membuat suasana nampak begitu asri. Nampak pak Albert yang sedang memegang selang air untuk menyirami tanaman nya .
" Kakek ...". teriak Brian sambil berjalan menghampiri kakeknya .
Pak Albert menoleh mencari sumber suara tersebut kemudian tersenyum ketika dia melihat cucu laki-lakinya.
..
" Apa kabar kek ?". sapa Brian ...
" Kakek baik , Kenapa baru mengunjungi kakek? ". tanya pak Albert
" Maaf kek , kemaren aku sibuk ". jawab Brian sambil tersenyum -senyum agar kakeknya memaklumi kondisi nya .
" Kamu selalu sibuk terus . Tapi jangan lupa makan dan jaga kesehatan. Satu lagi jangan lupa kunjungi kakek ". tutur pak Albert sambil berjalan menuju pohon buah yang baru berbuah kemudian memetiknya yang sudah matang .
.
" Siap kek ". jawab Brian sambil cengar - cengir
" Coba lah buah yang kakek tanam ini !". pinta pak Albert sambil memberikan buah yang baru dia petik .
__ADS_1
" Buah apa ini kek ?, sepertinya sangat manis ". tanya Brian sambil mengambil buah dari pak Albert.
" Pasti manis lah kakek yang menanam ". kata pak Albert sedikit menyombongkan dirinya .
" Benar kek muanis.. ". Kata Brian sambil mencicipi buahnya .
" Hemm .. benarkan kata kakek ". kata pak Albert menyombongkan dirinya sambil berjalan ke dalam rumah .
Brian hanya tersenyum saja melihat kakeknya menyombongkan dirinya . Kemudian mengikuti langkah kakeknya masuk kedalam rumah.
Di ruang tengah ternyata sudah ada Edvan yang sedang duduk di sofa menunggu kakeknya . Pak Albert yang melihat Edvan melemparkan senyum hangat dan juga tatapan yang bertanya-tanya. Sedangkan Brian yang mengetahui keberadaan Edvan menatap tajam ke arah Edvan .
Brian pun bertanya - tanya kenapa tiba -tiba Edvan berada disini .
Sedangkan Edvan yang melihat mereka berdua segera berdiri dan menyambut pak Albert dan memberi salam .
Pak Albert segera memberi isyarat untuk mempersilahkan Edvan duduk . Memang seperti sangat formal pertemuan mereka di karenakan jarak mereka yang tidak terlalu dekat .
Pak Albert , Edvan dan juga Brian sudah duduk di satu ruangan yang sama saling berhadapan .
"Ada perlu apa kamu kemari ?". tanya Brian sedikit kaku .
.
" Aku kesini ingin bertemu kakek ". jawab Edvan sedikit kaku juga.
..
" Kakek senang sekali kalian berdua ada disini , nanti temani kakek makan malam ya !". Kata pak Albert agar suasana sedikit mencair karena melihat kedua cucunya yang nampak tegang .
" Baik kek ". jawab Edvan
." Tentu kek ". jawab Brian
" Terimakasih ya , kalian sudah mengunjungi kakek hari ini .Bisa bantu kakek memanen buah ini ". pinta kakek kepada kedua cucunya untuk membuat kedua cucunya lebih dekat lagi . ..
" Baik Kek ". jawab Edvan menurut saja karena dia juga berfikir tidak pernah ada kesempatan untuk membantu kakeknya .
__ADS_1
" Tentu kek. Aku Siap memanen buah ". jawab Brian sambil cengar-cengir bercanda dengan kakeknya. .
Karena Brian dengan pak Albert sudah sangat dekat jadi obrolan mereka sangat hangat tinggal Edvan saja yang tidak begitu dekat di karenakan Edvan jarang berkunjung kerumah kakeknya .