Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
makan malam


__ADS_3

Bi inem dan juga Mila masuk ke dalam butik di sambut pegawai dengan ramah.


" Siap kan baju terbaik untuk nona !". Perintah Bi inem kepada pegawai butik .


" Baik nyonya ". jawab pegawai butik .


Pegawai butik membawa pakaian terbaik nya mereka berjajar sambil membawa pakaian terbaik ke hadapan Mila .


" Wah bagus-bagus .."kata Mila kagum sambil menghampiri pakaian - pakaian tersebut. kemudian melihat harga pakaian -pakaian tersebut yang membuat Mila mundur dan berbisik kepada Bi Inem


" Bi apa tidak sebaiknya kita cari ke toko lain saja Bi ? Disini mahal-mahal saya gak berani beli Bi ".


" Coba semua !". Bi Inem tidak memperdulikan bisikan Mila malah menyuruh pegawai untuk membiarkan Mila mencobanya .


" Hah...! ". mila hanya bisa melongo saja melihat semua pegawai mempersiapkan semua baju untuk di coba oleh Mila dan menyeret Mila ke kamar ganti dengan pelan . Mila dilayani seperti tamu VVIP.


Mila mencoba satu persatu pakaian-pakaian ini dan setiap kali berganti pakaian Mila akan memperlihatkan kepada Bi Inem . Jika Bi inem mengacungkan jempol maka para pegawai akan membungkus pakaian tersebut.


Untuk yang terakhir Mila memakai gaun berwarna hitam yang indah dan membuat kulit Mila sangat cerah hingga Bi inem menyuruh mereka berhenti untuk mencoba pakaian dan menyuruh mila untuk memakai gaun itu.


" Nona sangat cantik memakai itu". puji Bi Inem sambil tersenyum .


Bi inem memberi kode lagi kepada semua karyawan kemudian berjajar lagi sepatu dan juga tas dihadapan Mila . Membuat Mila tercengang dan juga kagum . Dia tidak berhenti melongo .


" Baik nona kita coba sepatu dan juga tas nya ya ! ". ajak bi Inem sambil menggandeng tangan Mila .


Karyawan pun melayani Mila dengan baik memakai kan satu persatu sepatu jika Bi inem memberi isyarat oke maka karyawan akan membungkusnya . Begitupun juga dengan tas nya .


Setelah selesai belanja bi inem mengajak Mila ke sebuah salon . Semua karyawan pun sama melayani Mila dengan baik .Memberikan pelayan terbaik pula. .


Setelah Mila di make over hingga nampak begitu cantik , Bi inem mengajak kesebuah restoran dimana Bi inem mengajak ke ruang VVIP .


"Nona pasti sangat lapar kan kita makan dulu ya ! ".ajak bi inem .


Mila hanya mengangguk saja.Dan mengikuti langkah Bi Ina masuk kedalam ruangan VVIP . disana sudah disambut dengan lilin dan juga bunga nampak begitu romantis dan duduk lah seorang pangeran tampan yaitu Edvan yang sudah menunggu Mila .


Edvan nampak terpesona melihat perubahan terhadap Mila . Nampak Mila begitu elegan berkelas dan juga cantik dengan balutan gaun berwarna hitam .

__ADS_1


Mila pun dengan sedikit malu juga ada rasa bahagia dan juga takut menghampiri meja di depan Edvan kemudian duduk berhadapan .


"Kamu tampak cantik hari ini ". puji Edvan sambil tersenyum kemudian meraih tangan Mila yang berada di atas meja dan mencium nya.


Mila sedikit risih ,malu dan takut namun dia membiarkan ciuman itu mendarat di tangannya.


"Bagaimana apakah kau merasa bahagia hari ini ?". tanya Edvan sambil mengiris makanan yang ada didepan nya .


Mila tersenyum sedikit agak salah tingkah juga.


" Saya bahagia tuan tapi barang yang tuan belikan saya rasa berlebihan dan sangat mahal saya tidak pantas menerimanya".


" Kenapa tidak pantas kamu sangat pantas menerimanya karena kamu adalah wanita simpanan ku ,aku ingin melihat mu sempurna ".


" Tapi tuan ..? ".


" Tenang saja aku tidak akan menghitung itu sebagai hutang kok ". Edvan sambil tersenyum


Mila menunduk lagi dia teringat bahwa dia banyak berhutang kepada Edvan hingga dia tidak berani berkata-kata lagi. Hidup dia sekarang hanya pasrah hingga dia lupa menanyakan keadaan adiknya di desa.


Drt..drt...


" Kenapa dia menelepon aku disaat seperti ini ". gumam Edvan kesal dan segera mengangkat teleponnya.


๐Ÿ“žHallo Edvan segera datang ke rumah hari ini karena keluarga Steffi akan berkunjung malam ini \= pak Richard tanpa mendengar jawaban dari Edvan dia sudah menutup sambungan teleponnya.


Edvan menghela nafas panjang , meletakan pisau dan juga garpu nya .


" Baiklah mila aku ada urusan mendesak kamu pulang bersama Bi inem ya ,tunggu aku di rumah ". kata Edvan dengan terburu-buru .


Belum sempat Mila menjawab Edvan sudah beranjak meninggalkan Mila dan juga ruangan penuh bunga dan lilin , Mila menghela nafas ada yang sesak di dada.


Kenapa aku merasa sedih ya ? bukan kah aku harus bahagia jika tidak bersama dengan tuan muda Edvan namun aku merasa sakit. Apakah karena aku hanya wanita simpanan yang hanya harus menunggu waktu kosongnya untuk ku . Ah...kenapa dengan aku ? kenapa buliran air mata ini jatuh ?


Batin Mila bersedih dan tanpa sadar buliran air bening menetes di sudut matanya. Namun Mila masih tetap melanjutkan makannya seakan dia tidak perduli jika Edvan pergi .


Setelah makan Bi Inem mengajak Mila pulang . Ada rasa hampa yang begitu saja menyerang tiba - tiba di hati Mila .

__ADS_1


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


" Baiklah nona aku pulang dulu, apakah nona berani tinggal disini sendiri ? mungkin tuan muda tidak akan pulang malam ini ". Bi inem setelah sampai di apartemen mewah milik Edvan .


" Baiklah bi , saya berani . Bibi tidak usah kuatir ,sebaiknya bibi pulang istirahat saja ".


" Baiklah non ,jika ada apa-apa hubungi saya ya ! ". Bi inem sambil tersenyum dan berpamitan dengan sopan .


" Baik Bi ". jawab Mila membalas senyum Bi inem kemudian menutup pintu apartemen.


Suasana malam yang dingin dan sepi , Mila sendiri didalam apartemen besar ini . Mila menyalakan televisi yang berada di depannya sambil memakan beberapa camilan yang ada dimeja .


Dia berharap Edvan pulang malam ini ,dan menunggunya di kesunyian malam .


Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan larut malam hingga dia tertidur di sofa depan televisi yang masih menyala. Dengan lampu yang dimatikan dan hanya cahaya dari televisi menerangi ruangan .


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


" Apakah malam ini kamu tidak tidur dirumah lagi ? " tanya Steffi kepada Edvan saat mereka berada di mobil berdua menuju rumah mereka .


Edvan hanya diam tidak menjawab pertanyaan itu dari Steffi dan masih tetap fokus dengan kendali mobilnya .


" Baiklah jika kamu masih belum siap dengan hubungan kita aku akan menunggumu hingga kamu siap ".


Edvan hanya menoleh ke arah Steffi dengan pandangan kosong .


" Apa kekurangan ku hingga kamu tidak bisa mencintai ku ". Pandangan Steffi nampak lelah dan memelas hingga Edvan menepikan mobilnya.


" Apakah kau ingin tahu alasannya?". kata Edvan dengan tatapan sedikit murka .


" Of course".


Edvan menghela nafas panjang membuang muka nya kearah samping .


" Karena keluarga mu telah membuat mamaku pergi , dan yang ada hanya dendam terhadap keluargamu ". kata Edvan dengan tatapan kebencian


" Edvan apa kamu sadar apa yang kamu bicarakan ". Steffi dengan nada suara yang agak tinggi .

__ADS_1


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


bersambung


__ADS_2