Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Putus asa


__ADS_3

Seusai bekerja seperti biasanya dia langsung pulang ke rumah Salsa. Di perjalanan dia masih memikirkan perkataan Tina yang menceritakan tentang Edvan dan Steffi .


Sesampainya di rumah Salsa terlihat Mila sangat lesu karena dia patah semangat dengan misinya yang tidak akan berhasil mengetahui Edvan akan menikah besok.


Mila melangkah masuk kedalam rumah dengan langkah nya yang berat terlihat dari binar wajahnya yang redup .


Salsa yang melihat Mila kusut segera menghampiri nya .


" Hai kenapa kamu cemberut , ada masalah dengan pekerjaan mu ? ". Tanya Salsa sambil menghalangi langkahnya yang hendak beranjak menuju kamarnya .


"Kak aku merasa putus asa dan tak sanggup melakukan misi ini , apa tidak ada misi lain lagi kak agar aku terbebas dari hutang dan membuat adikku terbebas juga dari ibu tiri ku?". Mila memasang wajah memelas agar Salsa mau membantu nya .


" Belum mencoba udah putus asa , memang kamu sudah tahu perasaan laki-laki itu?". Salsa sambil mencibir kan bibirnya


" Besok dia akan menikah kak, aku merasa sudah tidak ada lagi harapan ". Mila sambil memanyunkan bibirnya dan melipat tangan nya di perutnya kemudian menghela nafas yang panjang .


" Besok ? ". Salsa terkejut


" Iya kak besok dia akan menikah ".


" Hah...???". Salsa menganga sambil mengangkat tangan mengusap kepalanya kemudian menutup mulutnya merasa panik kemudian berlari dan mengambil ponselnya .


" Heemmm..". Mila mencibirkan bibirnya merasa aneh dengan kelakuan Salsa kemudian beranjak menuju kamarnya.


Salsa mulai menekan tombol di ponselnya untuk menelepon seseorang .


๐Ÿ“žHallo pak saya dengar besok mereka akan melangsungkan pernikahan\=Salsa


๐Ÿ“žapa ? \= seseorang yang di telepon Salsa


๐Ÿ“ž I..i..iya pak \= Salsa terbata-bata gugup


๐Ÿ“ž Baiklah tetap lanjutkan misinya aku akan urus semuanya


๐Ÿ“žBaik pak \= jawab Salsa kemudian menutup teleponnya.


###


Mila menuruni tangga di rumah Salsa dia merasa berat hari ini untuk pergi bekerja . berkali-kali dia menghembus kan nafasnya panjang mengisyaratkan dia mengeluh dengan hidupnya . Di bawah Salsa mengamati gerak - gerik Mila yang terlihat malas sambil meneguk jus buah .

__ADS_1


" Hai .. kenapa lagi kamu? ". tanya Salsa


Mila menghampiri Salsa dengan malas dan duduk di ruang makan kemudian meneguk jus yang sudah disiapkan di meja, mengambil roti yang sudah di olesi selai dan memakannya dengan malas.


" Hai kenapa ?". tanya Salsa sekali lagi sambil mengambil sepotong roti juga .


Salsa memang baik kepada Mila dan memperlakukan nya sebagai keluarganya , dan semua karyawan dan orang yang berada dirumah juga dia anggap sebagai keluarga . Dia memang baik tapi mengingat dia pernah membeli Mila dan memberi Mila misi yang tidak seharusnya itu membuat sikapnya berbeda dan sedikit menuai kecurigaan dari pikiran orang -orang sekitar , masak iya orang sebaik dia setega itu apakah mungkin ada seseorang di balik ini ? . Membuat pertanyaan besar diantara orang yang tinggal di rumah itu dan karyawan karyawati yang bekerja di toko barang mewahnya .


" Kak tidak ada misi lain kah ? aku sungguh putus asa ". jawab Mila dengan memelas dan memegangi lengan Salsa


" Tidak ada . Lanjutkan misinya jika kamu mau melunasi hutangmu dan membebaskan adikmu dari ibu tiri mu , jelas! ". Salsa dengan tegas kemudian beranjak dari kursinya meninggal Mila yang sedang putus asa.


" Ihh...". Mila menggaruk-garuk kepalanya membuat rambutnya sedikit berantakan.


Dengan malas dia berangkat ke kantornya . sesampainya di kantor dia melihat suasana kantor yang sedikit sepi hanya beberapa orang yang bekerja , Mila masuk kedalam ruangan kerjanya mengambil peralatannya dan melangkah kan kakinya menuju ruangan tuan muda ditengah perjalanan dia bertemu dengan Tina yang juga sedang mendorong peralatan nya.


" Mila ". Tina berteriak memanggil Mila sambil melambaikan tangan nya .


Mila berlari senang menghampiri temannya.


" Hai Tina ".


" Iya ". Mila sambil tersenyum " oh iya kenapa hari ini sepi sekali ya karyawan yang hadir cuma sedikit ? apa kamu tahu kenapa Tina ?". Tanya Mila penasaran sambil melihat sekeliling yang sepi


" Mila kan kemarin Sudah aku beri tahu bahwa hari ini pernikahan tuan muda pastilah karyawan hari ini membantu persiapan dan juga menghadiri acara tuan muda dan kita pun nanti pulang lebih awal Mila ".


" Benarkah ". Mila sambil tersenyum lagi terlihat senang karena hari ini dia bisa pulang lebih awal .


" Oh iya pulang kerja nanti kita bertemu di taman depan ya kita jalan -jalan mumpung pulang lebih awal gimana ?". Tanya Tina dengan raut wajahnya yang ceria


" Baiklah aku setuju ". Mila kegirangan sambil berjingkrak karena baru kali ini dia bisa jalan-jalan di kota ini .


" Baiklah sampai nanti ya ". Tina sambil melambaikan tangan dan meninggalkan Mila


" Ok ", jawab Mila sambil tersenyum manis .


Ternyata di depan sudah ada tuan muda yang sedang memperhatikan Mila yang memperlihatkan senyum manisnya kepada Tina .


Serrrr...

__ADS_1


Darah Edvan serasa naik ke ubun-ubun melihat senyum Mila yang sangat manis dan menggemaskan , gairahnya kembali tergugah dengan sikap gemasnya.


Kenapa dia menggemaskan sekali membuat aku ingin menikmati nya lagi .


Batin Edvan sambil tersenyum sendiri menatap Mila


Mila yang melihat Edvan di depan nya sedikit salah tingkah kemudian dia menunduk kan kepalanya , dan berjalan menuju ruangan Edvan .


Deg..


jantung Edvan berdetak ketika Mila berjalan di depannya.


Ah.. kenapa aku jadi begini tidak biasanya ? Dia kan cuma wanita biasa yang udah aku ambil kesuciannya sama seperti wanita lain . Kenapa aku merasa dia berbeda . Ah tidak mungkin hanya perasaanku saja .


Batin Edvan sambil memejamkan mata dan membuka nya Kembali kemudian dia memasuki ruangannya di susul Asistennya .


Edvan duduk di kursinya dan mengambil berkas di mejanya .


" Ini berkasnya bawa itu kedalam mobil dan aku akan menyusul mu " . Perintah Edvan .


" Baik tuan ". Asisten nya mengambil berkas kemudian meninggalkan Edvan dengan sopan .


Mila berada di satu ruangan dengan Edvan dia sedang membersihkan debu dan kaca jendela dan posisinya membelakangi Edvan .


Edvan menatap Mila yang sedang membersihkan jendela dia menatap tubuh Mila dari atas hingga kebawah dan fokus pada anggota tubuh yang sangat sensitif dan kenyal yang berada dibawah pinggangnya.


Bergoyang kesana kemari ketika Mila bergerak. Edvan menelan ludahnya gairah nya mulai bangkit .


Seksi sekali dia masih dengan postur tubuh itu dan keindahannya, sungguh aku ingin menikmatinya lagi


Batin Edvan sambil menelan ludah berulang kali dengan hati-hati dia menghampiri Mila dekat dan lebih dekat lagi .


Aroma tubuhmu membuat ku bergairah


batin Edvan sambil terus mendekat hingga dia berada di belakang Mila . Mila terkejut dengan sosok yang sudah berada di belakang nya kemudian Mila membalikkan badannya . Mila ingin segera beralih posisi namun dengan cepat Edvan sudah menghimpit tubuh Mila ke tembok sehingga dia sulit untuk bergerak dan bernafas.


" Tuan , maaf tuan .. apa yang anda lakukan ? ". Tanya Mila sambil menahan tubuhnya yang sedang terhimpit tubuh kekar Edvan .


### .

__ADS_1


bersambung


__ADS_2