Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
pertemuan kakak beradik


__ADS_3

Edvan menatap ke arah pak Albert dan pak Albert menyadari tatapan Edvan . Kemudian Edvan mengembangkan senyum kepada pak Albert sebagai pernyataan terimakasih karena dia telah memberi kesempatan dan mengerti tentang posisinya saat ini .


Pak Albert membalas senyuman dari Edvan kemudian meninggalkan ruangan di ikuti oleh assisten dan yang lainnya .


...****************...


Setelah selesai rapat Edvan mengemasi semua barangnya dari kantor di bantu oleh Riko . Namun tiba - tiba Steffi datang ke ruangan Edvan .


" Edvan apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu ?". tanya Steffi berharap dia berubah pikiran .


Namun Edvan tidak menghiraukan Steffi dia asyik dengan barang-barangnya .


" Edvan ... tunggu ! apa kamu benar -benar yakin ?". tanya Steffi kembali sambil memegang tangan Edvan menghentikan aktivitas nya membereskan barang - barang .


" Tentu , saya sudah yakin . Dan selamat untuk kamu Steffi sudah menjadi pimpinan di perusahaan ini ". Jawab Edvan dengan senyum sinis nya .


" Tapi Edvan ? , kita bisa mengelola nya bersama Edvan ". pinta Steffi sambil memegang tangan Edvan kembali .


" Maaf Steffi aku harus pergi . Silahkan nikmati semua keberhasilan mu dan satu lagi jangan berpura - pura di hadapan ku !". jawab Edvan dengan nada sedikit emosi dengan tatapan tajam nya ,kemudian dia menghempaskan tangan Steffi dan meninggalkan ruangan .


.Steffi cemas sebenarnya dia tidak ingin berada di situasi seperti ini namun rasa dendamnya dan kesalnya terhadap Edvan membuat dia menyetujui rencana papanya untuk mengambil alih perusahaan Edvan .


Tiba - tiba Erwin datang ke ruangan Steffi .


" Nyonya apa yang anda lakukan ? kenapa anda tidak berdiskusi dulu dengan saya tentang semua ini ?". tanya Erwin merasa kecewa dengan keputusan Steffi yang tiba-tiba mengambil alih perusahaan Edvan .


" Siapa kamu berani melarang ku ". kata Steffi dengan judesnya .


." Maaf nyonya aku bukan siapa - siapa bagi anda . Tapi saya mengkhawatirkan tentang anda . Saya takut jika ini adalah sebuah jebakan dan ada yang memanfaatkan nyonya dalam hal ini ". tutur Erwin karena dia sangat menyayangi Steffi .


" Diam kau . kamu tidak berhak menasihati ku !".


" Baik .. baik .. nyonya saya memang tidak berhak. Sebaiknya saya harus pergi dan tidak seharusnya di posisi ini ". kata Erwin sambil membungkuk kan badan memberi hormat dan pergi meninggalkan Steffi.


"Apa maksud mu ? tunggu ..!!". pinta Steffi namun Erwin tidak memperdulikan perkataan Steffi dia terus melangkahkan meninggalkan ruangan .


" Akh... ". teriak Steffi sambil melempar sesuatu ke arah pintu.

__ADS_1


Tiba-tiba papa Steffi pak Pongky ada dibalik pintu lemparan Steffi hampir mengenai pak Pongky namun pak Pongky dengan sigap bisa menghindari nya .


" Ah.. maaf pa ". kata Steffi sambil menutup mulutnya .


Pak Pongky hanya berdehem saja tidak mengatakan sesuatu . Dia melangkah ke arah sofa dan duduk .


" Apa yang papa lakukan disini ?". tanya Steffi


" Tidak. Papa hanya ingin memberi mu selamat atas apa yang kamu capai saat ini . Papa sudah menyiapkan hadiah untuk mu ". kata pak Pongky sambil mengeluarkan sebuah kado kecil dari saku jas nya .


" Untuk apa papa memberikan selamat dan kado ini untuk ku ?". cecar Steffi dengan pertanyaan sambil membuka kado tersebut yang ternyata adalah sebuah kunci mobil mahal.


"Apa hadiahnya kurang sayang?, nanti papa belikan lagi hadiah yang kamu mau ya ".


" Untuk apa pa ? , Steffi tidak butuh hadiah ini. ". jawab Steffi sambil menaruh kado itu di meja


" Kenapa sayang bukannya ini mobil yang kamu inginkan ?".


" Steffi tidak menginginkan lagi , yang Steffi ingin kan adalah sebuah ketenangan . Jadi mohon papa tidak menggangu Steffi lagi dan Steffi mohon papa pergi dari kantor ini !". pinta Steffi .


" Maksud kamu Steffi ?".


" Ok .. Baiklah papa pergi . Jika kamu ingin sesuatu bilang sama papa !".kata pak Pongky sambil berdiri dan berjalan menuju pintu.


Steffi tidak menjawab hanya tersenyum saja dan enggan berbincang lagi dengan papanya.


...****************...


Brian ,Salsa dan juga Raisya sudah sampai di kota dan langsung menuju rumah sakit menjenguk Mila.


" Kak di mana ruangan kak Mila ". tanya Raisya kepada Brian saat sudah sampai di rumah sakit,karena Raisya sudah tidak sabar bertemu dengan kakaknya.


" Sabar ya Raisya , nanti kakak akan membawa kamu kesana ya . Sekarang Kakak harus bertemu dokter dulu untuk menanyakan keadaan Kakak kamu ". jawab Brian dengan halus .


" Baik kak ". jawab Raisya menurut saja.


......................

__ADS_1


" Dokter bagaimana perkembangan Mila saat ini ?". tanya Brian saat berada di ruangan dokter .


Salsa dan Raisya duduk di sebelah Brian berhadapan dengan tempat duduk dokter .


Dokter tersebut masih belum menjawab kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah Salsa dan Raisya .


" Oh dokter .. saya perkenalkan dia adiknya dari desa Raisya dan yang satu nya dokter pasti sudah tahu ". kata Brian sambil memperkenalkan Raisya .


." Oh iya saya sudah tahu kalau Nona Salsa. Dia yang selalu merawat nona Mila saat anda tidak ada ". jawab dokter sambil tertawa kecil .


" Jadi ini adalah adik kandungnya nona Mila ?". lanjut dokter .


" Iya dokter ". jawab Brian .


" Ok.. ok. Kita lanjutkan ya tentang keadaan pasien saat ini ?".


" Iya dokter ".


" Keadaan pasien sangat baik dia mengalami banyak kemajuan . Dia sudah bisa bergerak .Mungkin dengan adanya adiknya memberi semangat lagi untuk percepatan kesembuhan ". tutur Dokter .


" Baik dok. Terimakasih ". Kata Brian sambil menjabat tangan dokter.


" Sama - sama ". jawab dokter sambil menyambut jabat tangan Brian ,Salsa dan juga Raisya.


Kemudian mereka menuju ke ruangan Mila . Raisya nampak antusias ingin segera bertemu dengan kakaknya .


.


Ruangan yang bernuansa putih dengan aroma medis yang pekat suhu ruangan yang dingin membekukan hati Raisya saat melihat kakaknya terbaring tak berdaya .


Raisya ingin segera memeluk Mila namun melihat keadaannya yang terbaring lemah hatinya pun ikut melemah hingga butiran air mata nya jatuh di pipinya. Salsa yang melihat kesedihan Raisya langsung meraih bahunya dan menuntunnya ke arah Mila .


Mila masih terpejam dia masih tertidur Raisya hanya bisa melihat Mila. Dia tidak berani menyentuh tubuh Mila di karena kan Raisya takut mengganggu istirahat Mila . Raisya menutup mulutnya agar suara tangisan nya tidak mengganggu tidur Mila .


Tapi Mila membuka matanya karena merasakan sesuatu yang menyentuh hati nya dan sepertinya suatu hal yang sangat dia nantikan . Mila menatap Raisya dengan penuh kebahagiaan dan tanpa terasa air matanya jatuh di sudut matanya .


Sedangkan Raisya tidak bisa membendung suara tangis nya hingga pecah di ruangan ini dan tak kuasa keinginan nya memeluk kakaknya . Dia langsung memeluk kakaknya dengan penuh haru biru ,sedangkan salsa ikut menangis melihat kedua adiknya bertemu .

__ADS_1


Brian yang melihat satu keluarga berkumpul.tak kuasa ikut menitihkan air matanya . Namun dia malu kalau nanti dilihat oleh Salsa hingga dia segera menyeka air mata nya .


__ADS_2