Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
pesta pernikahan


__ADS_3

Terlihat hidangan yang sangat mewah dan juga dekorasi yang terlihat elegan mewarnai pernikahan ini pula .


Tamu undangan yang sudah hadir disana menunggu mempelai wanita dan mempelai laki-laki untuk naik ke panggung pernikahan.


Pak Richard ,keluarga besarnya dan juga keluarga mempelai wanita pun berada disana , suasana terlihat meriah gelak tawa mengisi ruangan ini dan suara bising mereka yang sedang mengobrol pun ikut mengisi .


Tuan besar di ikuti oleh Brian dan juga papa mama Brian beserta pengawal nya pun memasuki ruangan . Semua undangan memberi salam kepada tuan besar tak luput juga keluarga sang mempelai wanita memberi salam dengan hormat mereka terlihat sangat akrab namun entah isi dalam hati mereka.


Suasana hening ketika mempelai laki-laki dan wanita datang saling bergandengan tangan dengan gaun pernikahan yang mewah di buat oleh desainer ternama . Mereka terlihat sangat tampan dan cantik benar - benar pasangan serasi .


Semua tamu undangan memuja pasangan pengantin tersebut dan semua mata tertuju pada mereka hingga acara di mulai hingga puncak acara .


Salsa juga di datang di acara tersebut dan tenyata Salsa adalah salah satu tangan kanan tuan besar. Salsa menyebarkan pandangannya mencari keberadaan tuan besar . Hingga pandangan nya menemukan tuan besar dan kemudian menghampiri nya .


" Tuan besar apa kabar ?". tanya Salsa sambil mendekat dan menunduk di depannya .


Tuan besar tersenyum dan kemudian mengajak Salsa ke tempat hidangan untuk mengambil hidangan menghindari Brian dan keluarga nya agar mereka tidak curiga tentang hubungan mereka.


" Apa ada perkembangan?". tanya tuan besar sambil megambil minuman yang disediakan pelayanan.


"Sepertinya masih belum tuan ". jawab salsa lirih

__ADS_1


" Baiklah kita jalan kan sesuai rencana dan pastikan mereka selalu intens bertemu ". perintah tuan besar kepada Salsa .


" Baik tuan ". jawab salsa sambil menunduk


Kemudian Tuan besar kembali bergabung dengan keluarganya .Semua tamu undangan menikmati acara pernikahan namun terlihat di wajah Edvan yang datar tidak terlihat bahagia maupun senang berbanding terbalik dengan pengantin wanita yang terlihat bahagia dengan senyum yang selalu nampak di bibirnya.


Tamu undangan bergantian memberi selamat kepada kedua pengantin dan kemudian berfoto ria dengan pengantinnya. Setelah beberapa lama acara berlangsung tinggal lah acara penutupan yang di tutup oleh kedua pengantin dan juga kedua belah keluarganya ,hingga acara usai . Dan semua tamu undangan meninggal kan acara tersebut.


Deretan mobil mewah sudah siap untuk mengantar kedua mempelai ke rumah baru mereka yang dihadiahkan oleh pak Richard untuk mereka. Dan sebuah mobil mewah yang harganya fantastis dihadiahkan oleh orang tua mempelai wanita untuk menantunya Edvan .


Mereka beriringan mengantar pasangan pengantin kerumahnya. Sesampai di rumah yang lumayan cukup besar dan mewah ini semua pengiring kembali kerumah masing -masing hingga menyisakan mereka berdua dan juga para pelayan .


Steffi menyebarkan pandangan keseluruh ruangan yang di hiasi dengan interior mewah dan elegan dia sangat terpesona menatapnya. Hingga terkahir dia menuju kamar utama yang luas diikuti oleh Edvan dibelakang nya .


Steffi memutarkan badannya terpesona melihat semua ini , dia seperti menjadi seorang ratu. Steffi juga sangat kaya namun jika dibandingkan dengan Edvan memang lebih kaya keluarga Edvan .


Steffi berlari memeluk Edvan dan menciumi bibirnya, namun Edvan tak membalas nya . Dia hanya berdiri kemudian melepaskan pelukan Steffi menuju bathroom untuk mencuci otaknya yang sedang mendidih.


Steffi merasa tersinggung hingga dia mengikuti Edvan dari belakang . Dan memutar tubuhnya berhadapan dengan nya.


" Apa maksudmu?apa kamu tidak mau melakukan malam pertama kita dengan romantis, sayang ". Kata Steffi manja dengan bergelayut di lengan Edvan dan menggoda Edvan dengan sentuhan yang membuat geli keseluruh tubuh .

__ADS_1


Namun Edvan tidak tertarik dengan tubuh molek yang di miliki Steffi dia tidak menghiraukan nya dan Kembali melepaskan tangan Steffi yang masih bergelayutan di lengan Edvan . Kemudian membalikkan badan dan melangkah menuju bathroom .


" Aku lelah aku ingin mandi dan sebaik nya malam ini kamu tidur sendiri di kamar ini aku akan pergi malam ini karena masih ada urusan ".


Steffi merasa kesal dia menggigit bibir bawahnya merasa terhina karena perkataan Edvan karena malam pertama nya dia tidak di sentuh sama sekali oleh suaminya. Karena dia merasa kesal dan Steffi tidak mau tinggal diam dia berlari mendahului Edvan masuk kedalam bathroom. Dia menanggalkan semua bajunya hingga tersisa dalaman saja. Kemudian dia berpose sangat seksi untuk menggoda Edvan .


Namun Edvan masih tidak perduli dengan keindahan tubuh yang disuguhkan oleh steffi dan gairahnya pun tidak terbangun karena bagi dia tubuh yang seperti itu sudah sering dia lihat dan cicipi.


Edvan masih melanjutkan ritual mandinya dia menghidupkan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air namun dia tidak melepas bajunya masih tetap memakai kaos dan juga celana pendek .


Steffi masih tidak putus asa dia mendekati Edvan memeluknya bersamaan dengan guyuran air dari atas hingga terasa mereka mandi dibawah air terjun yang deras. Steffi menggesekkan - gesekan aset terkenyalnya di tubuh Edvan dan meraba tubuh Edvan dengan lembut membuat merinding di sekujur tubuh .


Namun Edvan tidak bereaksi hingga membuat Steffi benar-benar putus asa hingga dia membuka semua penutup yang menutup tubuhnya . Hingga nampak keindahan tubuh steffi yang sesungguhnya. Namun Edvan kemudian mematikan airnya dan mendorong Steffi.


" Sudah aku peringatkan bahwa aku tidak mencintaimu dan pernikahan kita hanya sebuah perjanjian bisnis , aku harap kamu mengerti dan jangan campuri urusan pribadiku . Satu lagi jangan coba merayuku dengan cara yang menjijikkan seperti ini . Paham !". kata Edvan kasar dengan pandangan nya yang tajam dan jari telunjuk yang menunjuk ke arah wajah Steffi kemudian mengambil handuk dan meninggalkan Steffi yang sudah tidak memakai sehelai penutup tubuh sekali pun. .


.


Steffi benar - benar terasa terhina dan putus asa dia setuju menikah dengan Edvan karena dia memang mencintai nya dan bukan hanya sekedar perjanjian bisnis yang dibuat papa steffi dengan papa Edvan . Dia benar - benar merasa hancur dia menyandarkan tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun ke tembok dan perlahan berangsur meluncur kebawah hingga tanpa sengaja dia menyenggol tombol shower hingga air itu meluncur dari atas kebawah membasahi tubuh steffi yang sudah bulat sempurna hingga menghapus air mata Steffi yang bercucuran.


Teriakan Steffi dan isakan tangisnya bercampur dengan bunyi gemericik air yang terjun bebas membasahi tubuh steffi . Dia meringkuk dalam kepedihan dan rasa penghinaan yang dilakukan Edvan .

__ADS_1


Edvan segera mengganti bajunya dan segera meninggalkan rumah ini dan tanpa perduli dengan perasaan Steffi .


***


__ADS_2