
Suasana rumah makan mama Leticia yang ramai saat makan siang. Nampak mama Leticia sedang membantu karyawan nya melayani pengunjung karena kewalahan .
Mama leticia yang masih terlihat cantik dan energik walaupun usianya tidak muda lagi . Dia masih sangat semangat dan terlihat sangat menikmati kegiatan nya menjalankan rumah makannya walaupun tidak terlalu besar . Tapi nampak dari wajahnya bahwa dia sangat menikmati dan enjoy dengan pekerjaannya.
Senyumnya yang selalu dia tebar ke semua pengunjung membuat semua pengunjung ingin kembali ke rumah makan karena ke ramah tamahannya.
" Tuan apa anda ingin makan siang disini ?". tanya Riko kepada Edvan ketika mobilnya berhenti tepat di depan rumah makan ini .
" Tidak . Take away saja . Aku ingin menikmati makanan nya di apartemen". jawab Edvan sambil memandang rumah makan dari dalam mobilnya .
" Baik tuan ". Jawab Riko sambil membuka pintu mobil masuk kedalam rumah makan memesankan makanan permintaan Edvan .
"Pesan apa nak Riko ?". tanya mama Leticia sambil tersenyum. Mama leticia sudah hafal dengan Riko makanya dia memanggil dia nak karena Riko termasuk pengunjung setianya .
" Seperti biasanya Tante ". jawab Riko dengan tersenyum pula .
" Baik lah nak Riko, silahkan duduk tunggu sebentar ya !".
" Baik Tante ".
Mama leticia kemudian mengambilkan pesanan untuk Riko dan beberapa menit kemudian makanan nya sudah jadi .
" Ini nak Riko , makanannya !".
" Iya Tante , terimakasih". Jawab Riko sambil menerima bungkusan makanan dari mama Leticia .
." Nak , kenapa teman kamu tidak di ajak masuk saja makan di sini ?. Biar Tante juga bisa kenal dengan teman nak Riko ". tanya mama Leticia penasaran sambil memandangi mobil Riko yang terparkir di depan rumah makan .
" Oh .. anu Tante . Teman saya sedang sibuk Tante . Dia lebih suka makan di kantor atau di tempat kerja lainnya untuk mempersingkat waktu nya". jawab Riko sedikit gugup .
" Oh begitu nak . Baiklah !. Jangan lupa jaga kesehatan walaupun Nak Riko sedang sibuk jangan lupa makan ! ". nasehat mama Leticia sambil menerima uang pembayaran dari Riko.
" Baik Tante , terimakasih ".
" Titip salam sama teman kamu yang di mobil jaga kesehatan jangan lupa istirahat ya !". Pesan mama Leticia seakan dia tahu bahwa yang di mobil adalah anaknya .
" Eh .. iya. .. Tante ".
Riko kemudian berbalik badan meninggalkan rumah makan tersebut sedangkan mama Leticia seakan masih belum bisa beranjak dari tempatnya untuk memastikan Riko sampai di dalam mobilnya .Setelah nampak Riko masuk kedalam mobil mama Leticia merasa lega dan memulai aktivitas nya kembali .
__ADS_1
.
" Bagiamana tuan apa kita lanjutkan perjalanan?". tanya Riko saat menatap Edvan yang masih belum bisa mengalihkan pandangan nya dari rumah makan tersebut . Dan pandangan tertuju kepada mama Leticia yang sedang beraktifitas.
Pertanyaan Riko menyadarkan Edvan bahwa dia sudah terlalu lama menatap mamanya , namun dengan menatap mamanya tidak mampu mengobati rindu yang menggebu selama ini . Hanya mengurangi beberapa rindu yang terpendam.
" Lanjut ". jawab Edvan singkat sambil memalingkan wajahnya dari arah pandangan nya.
" Baik tuan ". Riko segera menancap gas nya .
Nampak Edvan masih dalam lamunan. Pikirannya entah terfokus kepada siapa . Apalagi saat melihat mamanya yang nampak begitu ceria walaupun dia berpisah dengan dirinya mulai kecil hingga saat ini .
Apa dia tidak mengingatku lagi ? , dan dia sudah melupakan aku begitu saja ?, atau dia sudah mempunyai anak lain selain aku ? .
pikir Edvan di setiap jalan menuju apartemen.
Apakah benar dia meninggal kan aku seperti yang diberitahukan papa kepadaku ? atau ada masalah lain ? . Aku takut muncul tiba-tiba saat ini ,aku takut kemunculan ku membuat dia tidak bahagia. Aku lebih bahagia saat melihat senyumnya dan melihat wajah cerianya . Aku tidak bisa melihat kesedihan dalam wajahnya.Mama aku rindu peluk mu ... aku rindu senyum mu kepadaku ...
Batin Edvan .
" Maaf tuan , tadi mama tuan titip salam untuk tuan ". kata Riko tiba-tiba membuyarkan lamunan Edvan .
" Apa ..?". Edvan terkejut .
" Dia tahu aku siapa ? ".
" Tidak tuan , namun dia tahu bahwa anda sedang menunggu makanan itu didalam mobil ".
" Oh..". jawab Edvan singkat ada sedikit kelegaan dan kekecewaan dari jawaban Edvan . yang pertama dia lega bahwa mamanya belum tahu identitas nya .Yang kedua dia kecewa bahwa pesan itu hanya untuk pengunjung rumah makannya. Namun setidaknya pesan itu membuat Edvan bahagia.
. Sesampai nya di apartemen seperti biasa Edvan langsung memakan makanannya. Kali ini dia di temani oleh Riko. Bi inem pulang lebih awal karena masih ada urusan keluarga.
"Tuan saya pamit dulu tuan !". pamit Riko kepada Edvan setelah membereskan makanannya.
" Baiklah!. Jawab Edvan .
Riko melangkah kan kaki menuju pintu .
" Tunggu ". cegat Edvan saat Riko sudah hampir sampai depan pintu
__ADS_1
Riko membalikkan badannya dan menghentikan langkahnya.
" Iya tuan ada apa ?".
" Apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang Mila ?".
" Maaf tuan saya masih belum mendapatkan nya . Namun saya mendapatkan informasi bahwa nona Mila mengalami kecelakaan. Dan ..". Riko menghentikan perkataan nya dia takut kata-katanya menyinggung perasaan Edvan .
" Dan ..?". Tanya Edvan penasaran dengan kelanjutan kata-kata tersebut.
" Maaf tuan. Saya tidak tahu benar atau tidak informasi ini karena saya masih belum memastikan nya ".
" Apa itu ..?". tanya Edvan sangat penasaran.
" Orang yang telah menabrak nona Mila adalah nyonya Steffi . Maaf tuan . ".
" Steffi .. ?" Edvan terkejut
" Maaf tuan namun itu masih dugaan saja dan belum bisa kami pastikan kebenarannya dan kami juga belum menemukan bukti yang mengarah ke nyonya Steffi ". jawab Riko dia takut hal ini merusak hubungan rumah tangga tuannya .
" Sialan .. dasar brengsek!!! , selidiki dia ! ".Kata Edvan sedikit kasar dan membuat dia naik darah hingga dia berdiri dari tempat duduknya .
" Baik tuan ". Riko sedikit takut hingga menundukkan kepalanya.
" Cari informasi tentang Mila dan aku sendiri yang akan mencari bukti bahwa Steffi yang menabrak Mila ".
" Baik tuan ". Jawab Riko sedikit takut kemudian dia segera undur diri dari hadapan Edvan dan segera keluar dari apartemen.
" Steffi ... Steffi .. lagi - lagi dia !!! ". gerutu Edvan sangat kesal.
" Aku akan benar - benar membuat mu menyesal Steffi karena sudah mengusik ketenangan kehidupan ku dan akan aku pastikan hidupmu tidak akan tenang karena sudah menantang ku". gumam Edvan kesal sambil mengepalkan jari -jari tangannya.
###
hari reader selamat membaca 😁😁
jangan lupa like comment subscribe dan giftnya ya
biar author rajin update .
__ADS_1
Penasaran juga dong gimana dengan salsa dan Mila apakah mereka akan bertemu dengan adik kandungnya dan salsa bisa membawa adik kandungnya ke kota bersamanya . yuk simak terus ya episode berikutnya .😁😁
happy reading 😁😁