Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Di pecat part 3


__ADS_3

Mila berdiri di cafe menatap cafe ini dengan pikiran yang rumit. Dia memberanikan diri terus melangkah maju walaupun sebenarnya hatinya tidak ingin berada di posisi yang seperti ini . Mila masuk dengan membawa tas besarnya, dia benar -benar putus asa.


.


Kemudian Mila meminta izin untuk berbicara dengan pak Soni manager cafe . Dia masuk ke dalam ruangan pak Soni yang terasa dingin mencekam . Mila duduk didepan meja pak Soni sambil menunduk dan masih terdiam dia tidak tahu harus memulai dari mana pembicaraan nya .


Kaki nya sedikit bergetar karena gemetar tangan nya mulai dingin bagai es.


Ehem..ehem ..


Pak Soni berdehem sambil menatap Mila tajam .


" Ada perlu apa Mila ? ". tanya pak Soni dengan tatapan nya yang tajam .


" Begini pak ..., saya mau minta izin untuk tinggal di cafe ini untuk beberapa hari saja karena saya masih belum menemukan kost yang cocok ". kata Mila sedikit ragu dan takut


Namun pak Soni merespon perkataan Mila dengan senyuman entah apa yang disembunyikan di balik senyum itu .


" kamu mau tinggal disini, tidak apa-apa Mila kamu boleh tinggal disini , di lantai atas banyak kamar kosong dan juga ada beberapa karyawati yang tinggal disitu juga . Kamu pun juga bisa tinggal disitu kapan pun kamu mau ". jawab pak Soni dengan senyum nya yang tiba - tiba sangat manis dan kata-katanya yang sangat ramah.


Mila merasa lega mendengarkan perkataan pak Soni . Mila mulai mengembangkan senyum di bibirnya . Hingga pikiran rumitnya sedikit hilang dan keputusasaannya berubah menjadi sebuah harapan .


Pak Soni yang melihat senyum manis Mila pun tertawa.


" Tapi ... ?". kata pak Soni membuat Mila berhenti tersenyum dan terpaku dengan tatapan pak Soni.


" Tapi .. kamu harus mau bekerja di klab paling tidak satu Minggu 3 kali bagiamana apa kamu bersedia ?". tanya pak Soni membuat Mila sedikit sesak .


Mila masih terpaku dia tidak tahu harus menjawab iya atau tidak,nampak dia masih bingung dan bimbang . Mila kembali menunduk menatap lantai ruangan ini yang seakan menghimpit kakinya semakin sempit.


Aku harus bagaimana? jika aku menerima pekerjaan ini pasti aku akan dikira wanita malam dan penghibur karena bekerja di klab malam tapi jika aku tidak mengambil pekerjaan ini aku tidak tahu lagi harus tinggal dimana.


.


Pikir Mila bimbang dan rumit


" Bagiamana Mila apa kamu mau ? kalau kamu tidak mau aku tidak akan mengizinkan mu tinggal disini dan mungkin aku tidak akan membiarkan kamu bekerja di cafe ini lagi ?". kata pak Soni semakin menyudut kan Mila .


Mila sontak mengangkat kepalanya menatap pak Soni dengan tatapan sayu untuk memohon .

__ADS_1


Bagiamana ini ? Baiklah aku ambil saja pekerjaan ini kan cuma satu Minggu 3 kali dan aku akan berusaha menjaga diriku baik -baik .


.


.


pikir Mila sambil mengigit bibir bawahnya.


" Baiklah pak saya akan menerima pekerjaan ini". jawab Mila dengan sedikit ragu namun dia tidak punya pilihan lain .


.


" Nah gitu dong , baiklah bawa barang kamu Ke lantai atas . Disana ada Lola yang akan menunjukan kamar mu dan juga akan mengajari kamu tentang pekerjaan mu nanti malam ". kata pak Soni dengan senyumnya yang membuat dia bergidik .


" Baik pak ". jawab Mila sambil mengangguk dan membawa barangnya ingin beranjak keluar dari ruangan .


" Oh iya tunggu". pak Soni


Mila menghentikan langkahnya dan membalikan badannya .


" Hari ini kamu tidak usah bekerja di cafe kamu bereskan barang kamu dan bersiap -siap nanti malam berkerja di klab ya !". pak Soni sambil mengangkat alis kanannya dan masih dengan senyumnya yang membuat Mila merinding juga bergidik .


"Baik pak ". jawab Mila


batin Mila sambil merinding dan kemudian segera keluar dari ruangan pak Soni.


🌼🌼🌼


Pak Agus berjalan sedikit cepat menuju ruangan Edvan setelah mendapat pesan dari cleaning servis yang barusan dari ruangan Edvan . Dengan sedikit gemetar dia berdiri didepan pintu ruangan menatap handel pintu dengan penuh ketakutan . Pak Agus mulai menghela nafas panjang mengisi penuh ruang kosong di dadanya .


Tok..tok ...


.Pak Agus memberanikan diri mengetuk pintu .


" Masuk " .


Terdengar dari dalam ruangan hingga membuat pak Agus memberanikan diri membuka handle pintu.


ceklek ...

__ADS_1


Handle pintu terbuka dan suara itu terasa sangat keras ditelinga pak Agus ,dia merasa akan terjadi sesuatu .


Langkah kaki pak Agus terdengar keras ditelinga nya hingga dia tidak mampu berpikir lagi . Dua bola mata yang mengerikan terfokus terhadap langkah kakinya .


Pak Agus berhenti didepan meja besar itu namun dia tidak berani menatap kedepan dia hanya menunduk dan menatap kedua kakinya yang nampak semakin kecil dan kecil karena terlalu berat menopang tubuhnya yang berat .


" Kenapa ..? ". Edvan melontarkan pertanyaan yang membuat pak Agus gemetar namun dia tidak berani menjawab pertanyaan itu.


" Kenapa kamu memecat gadis itu ? maksudku cleaning servis yang bernama Mila ?". kata Edvan sambil menatap tajam pak Agus .


.


Pak Agus mulai berani mengangkat wajahnya dan menatap tatapan tajam yang menakutkan itu.


.


" Maaf tuan saya hanya menjalan kan perintah nyonya muda untuk memecat Mila karena dia tertangkap basah sedang memakan makan siang tuan muda ". Jawab pak Agus dengan ketakutan ,gemetar dan juga berpeluh keringat .


" Dia lagi ..dia lagi .. kenapa dia selalu ikut campur ". kata Edvan sambil menggebrak mejanya .


Gebrakan meja sontak membuat Riko dan pak Agus terkejut.


" Sudah aku bilang kamu tidak boleh melakukan apapun selain perintah ku ". Kata Edvan keras sambil melotot ke arah pak Agus .


Pak Agus terdiam dengan tubuhnya yang gemetar entah dia tidak tahu akan terjadi apa terhadap nya kali ini.


" Mulai besok keluar dari ruangan mu dan mulai besok kamu akan membersihkan kantor seperti yang lain paham !". Kata Edvan keras sambil melotot dan mengangkat telunjuk nya menunjuk ke arah pintu agar pak Agus segera keluar dari ruangannya.


Pak Agus hanya menunduk dan segera keluar dari ruangan dengan sopan. Dia merasa sangat sedih dan takut ,dia berjalan malas menuju ruangan nya.


" Steffi ..Steffi .. kenapa kamu selalu ikut campur urusan ku ?". kata Edvan geram sambil mengusap rambut dan wajahnya dengan kasar nampak terlihat sangat kesal dan juga putus asa .


.


" Maaf tuan , apa aku harus mencari tahu kemana gadis itu pergi ? ". kata Riko seakan dia tahu apa yang di inginkan tuan nya.


" Iya aku ingin kamu menyelediki kemana gadis itu pergi dan hubungan nya dengan Brian dan juga kakek ku , karena aku curiga semua ini berhubungan dengan mereka ". Kata Edvan sambil membenahi kerah bajunya seakan dia bisa menebak semua apa yang akan terjadi .


" Baik tuan ". kata Riko sambil mengundurkan diri dengan sopan

__ADS_1


🌼🌼🌼


bersambung


__ADS_2