Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
keluar negeri


__ADS_3

๐Ÿ“ž Hallo ...


๐Ÿ“žIya tuan .


๐Ÿ“žBi siapkan semua perlengkapan yang biasanya aku bawa keluar negeri Bi !


๐Ÿ“žSekarang tuan ?


๐Ÿ“ž iya Bi . sore ini saya akan berangkat keluar negeri.


๐Ÿ“ž Baik tuan .


๐Ÿ“ž Tolong jaga dia baik-baik Bi selama saya di luar negeri !


๐Ÿ“žSiap tuan .


" Riko tolong nanti kamu ambilkan perlengkapan ku di apartemen !".


" Baik tuan . Oh iya tuan bagaimana dengan Nona Mila apa anda tidak berpamitan dengannya ? ".


" Sebaiknya aku tidak bertemu dulu dengan dia".


" Baik tuan ". Riko membalikkan badan dan melangkahkan kakinya keluar ruangan .


" Tunggu !".


Riko membalikkan badan lagi " iya tuan ?".


" Apa kamu sudah menyiapkan orang untuk mengawasi Mila ? ". Edvan sambil menggigit bibir bawahnya tersirat dia sangat sedih dan juga kuatir .


" Sudah tuan . Anda tidak perlu kuatir saya sudah menyiapkan semua dengan rapi ". Riko sambil tersenyum penuh kebanggaan.


" Baiklah terimakasih , kamu memang bisa aku andalkan ". Edvan sambil menepuk bahu Riko .


Riko tersenyum penuh kebanggaan .


" Baiklah kita bertemu 3 jam lagi , segera siap kan semuanya!".


" Baik tuan ".


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


" Bi inem ... Bi inem ..". teriak Riko saat tiba di apartemen Edvan .


" Iya sebentar ". Bi inem berlari kecil menghampiri Riko .

__ADS_1


" Apa sudah siap Bi ? ".


" Sudah saya siapkan di kamar tuan muda ".


" Baik Bi terimakasih ".Riko melangkah kan kaki ke kamar Edvan untuk mengambil keperluan Edvan keluar negeri .


" Tunggu Bi !. Nona Mila ada di kamar ? ". Riko menghentikan kakinya saat dia teringat dengan Mila .


" Tidak Tuan . Dia berada di balkon sedang sibuk melukis ". Bi inem menghentikan kakinya pula dan menunjuk ke arah balkon .


" Ok Bi . Apakah Nona tahu kalau tuan muda akan pergi ke luar negeri?".


" Tidak tuan , Bi inem belum bilang ".


" Ok Bi . kalau dia tidak tanya tidak usah diberi tahu Bi ".


" Baik tuan ".


Riko menggeret koper yang telah di siapkan Bi inem dan keluar dari apartemen .


" Baik lah Bi aku berangkat dulu ,jaga baik-baik nona Mila jika ada sesuatu segera beri tahu saya ". Pesan Riko ketika keluar dari pintu apartemen.


" Baik tuan anda tidak perlu kuatir ". kata Bi inem sambil tersenyum.


" Terimakasih bi ". Riko sambil mengusap bahu Bi inem .


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


" Sudah tuan ".


" Baiklah kita berangkat sekarang !".


" Siap tuan ". sambil mengikuti langkah kaki Edvan yang sedikit terburu - buru.


Edvan duduk di kursi pesawat dengan tenang , dia mulai memejam kan matanya sejenak karena merasa penat . Namun dia dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba mencium pipinya .


" Hah..". Edvan terkejut dan membuka matanya .


" Halo sayang ". sapa Steffi dengan senyumnya yang sangat manis .


" Kamu ..? ". Edvan mengernyitkan dahinya karena tidak menyangka akan satu pesawat dengan Steffi istrinya .


" kenapa ..? .Apa kamu tidak senang aku duduk di sebelah kamu ? ". Steffi sambil menduduki kursi di sebelah Edvan .


Edvan diam tidak menjawab pertanyaan Steffi dia merasa sedikit tidak nyaman harus duduk bersebelahan dengan Steffi .

__ADS_1


" Papa kamu memang mertua idaman sudah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna ". kata Steffi sambil tersenyum dan mentowel pipi Edvan .


" Apa sih ?". merasa risih dengan towelan Steffi .


" Aku senang lho bisa pergi bersama kamu , meskipun ini adalah pekerjaan . Tapi setelah pekerjaan kita selesai kita bisa bulan madu juga di luar negeri " .


"Hemmm ". Edvan males menjawab semua perkataan Steffi dan mulai memejamkan matanya kembali .


" Aku ingin memberikan cucu yang cantik dan tampan buat papa kamu Edvan ". Steffi bergelayutan manja dilengan Edvan dan menaruh kepalanya di bahu Edvan .


" Sudah jangan berisik aku capek ingin tidur ".


" Baiklah ".


Steffi memanyunkan bibirnya sedikit kesal, namun beberapa detik kemudian dia tersenyum bahagia dan semakin manja bergelayutan di lengan Edvan .


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai ke tempat tujuan . Steffi masih saja dengan sifat manja nya menggandeng erat tangan Edvan . Sedangkan Riko dan asisten Steffi sibuk mendorong koper mereka.


Didepan bandara sudah ada seseorang yang menjemput mereka dan sudah menyiapkan mobil untuk mereka.


" Silahkan masuk tuan dan nyonya". seseorang mempersilahkan mereka masuk kedalam mobil .


" Baiklah ".


Edvan dan Steffi masuk kedalam mobil mewah tersebut menuju hotel tempat menginap mereka .


Sesampainya di hotel mereka sudah di sambut oleh pegawai hotel dan menunjuk kan kamar mereka .


" silahkan masuk tuan dan nyonya ini adalah kamar untuk kalian berdua " pegawai hotel mempersilahkan masuk kedalam kamar mereka .


" Baiklah terimakasih".


" Wah tempatnya indah dan nyaman ". Kata Steffi memperhatikan setiap sudut ruangan dan melangkahkan kakinya ke ranjang yang sudah dihiasi bunga yang tertata rapi .


Edvan membuka gorden kamar dan tenyata dibalik gorden sudah disiapkan sebuah kolam renang kecil yang dipenuhi bunga dan ditata rapi.


Mata Edvan terbelalak kagum melihat pemandangan yang dia lihat .


" Wah menakjubkan ...sungguh indah ". kata Steffi menghampiri kolam renang itu dan memutar-mutarkan tubuhnya karena bahagia .


" Edvan apa kita bisa berenang bersama dan kemudian kita bisa mandi bersama ". Steffi menghampiri Edvan sambil menarik tangan Edvan mengajak dia berenang.


" Aku capek aku ingin tidur , kamu saja yang berenang ". Edvan melepas genggaman tangan Steffi dan membalikkan badan menuju ranjang dan membanting tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


Steffi menghela nafas panjang dengan kelakuan Edvan yang tidak perduli padanya .


####


__ADS_2