
๐ Hallo ...
๐Iya tuan .
๐Bi siapkan semua perlengkapan yang biasanya aku bawa keluar negeri Bi !
๐Sekarang tuan ?
๐ iya Bi . sore ini saya akan berangkat keluar negeri.
๐ Baik tuan .
๐ Tolong jaga dia baik-baik Bi selama saya di luar negeri !
๐Siap tuan .
" Riko tolong nanti kamu ambilkan perlengkapan ku di apartemen !".
" Baik tuan . Oh iya tuan bagaimana dengan Nona Mila apa anda tidak berpamitan dengannya ? ".
" Sebaiknya aku tidak bertemu dulu dengan dia".
" Baik tuan ". Riko membalikkan badan dan melangkahkan kakinya keluar ruangan .
" Tunggu !".
Riko membalikkan badan lagi " iya tuan ?".
" Apa kamu sudah menyiapkan orang untuk mengawasi Mila ? ". Edvan sambil menggigit bibir bawahnya tersirat dia sangat sedih dan juga kuatir .
" Sudah tuan . Anda tidak perlu kuatir saya sudah menyiapkan semua dengan rapi ". Riko sambil tersenyum penuh kebanggaan.
" Baiklah terimakasih , kamu memang bisa aku andalkan ". Edvan sambil menepuk bahu Riko .
Riko tersenyum penuh kebanggaan .
" Baiklah kita bertemu 3 jam lagi , segera siap kan semuanya!".
" Baik tuan ".
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
" Bi inem ... Bi inem ..". teriak Riko saat tiba di apartemen Edvan .
" Iya sebentar ". Bi inem berlari kecil menghampiri Riko .
__ADS_1
" Apa sudah siap Bi ? ".
" Sudah saya siapkan di kamar tuan muda ".
" Baik Bi terimakasih ".Riko melangkah kan kaki ke kamar Edvan untuk mengambil keperluan Edvan keluar negeri .
" Tunggu Bi !. Nona Mila ada di kamar ? ". Riko menghentikan kakinya saat dia teringat dengan Mila .
" Tidak Tuan . Dia berada di balkon sedang sibuk melukis ". Bi inem menghentikan kakinya pula dan menunjuk ke arah balkon .
" Ok Bi . Apakah Nona tahu kalau tuan muda akan pergi ke luar negeri?".
" Tidak tuan , Bi inem belum bilang ".
" Ok Bi . kalau dia tidak tanya tidak usah diberi tahu Bi ".
" Baik tuan ".
Riko menggeret koper yang telah di siapkan Bi inem dan keluar dari apartemen .
" Baik lah Bi aku berangkat dulu ,jaga baik-baik nona Mila jika ada sesuatu segera beri tahu saya ". Pesan Riko ketika keluar dari pintu apartemen.
" Baik tuan anda tidak perlu kuatir ". kata Bi inem sambil tersenyum.
" Terimakasih bi ". Riko sambil mengusap bahu Bi inem .
๐ผ๐ผ๐ผ
" Sudah tuan ".
" Baiklah kita berangkat sekarang !".
" Siap tuan ". sambil mengikuti langkah kaki Edvan yang sedikit terburu - buru.
Edvan duduk di kursi pesawat dengan tenang , dia mulai memejam kan matanya sejenak karena merasa penat . Namun dia dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba mencium pipinya .
" Hah..". Edvan terkejut dan membuka matanya .
" Halo sayang ". sapa Steffi dengan senyumnya yang sangat manis .
" Kamu ..? ". Edvan mengernyitkan dahinya karena tidak menyangka akan satu pesawat dengan Steffi istrinya .
" kenapa ..? .Apa kamu tidak senang aku duduk di sebelah kamu ? ". Steffi sambil menduduki kursi di sebelah Edvan .
Edvan diam tidak menjawab pertanyaan Steffi dia merasa sedikit tidak nyaman harus duduk bersebelahan dengan Steffi .
__ADS_1
" Papa kamu memang mertua idaman sudah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna ". kata Steffi sambil tersenyum dan mentowel pipi Edvan .
" Apa sih ?". merasa risih dengan towelan Steffi .
" Aku senang lho bisa pergi bersama kamu , meskipun ini adalah pekerjaan . Tapi setelah pekerjaan kita selesai kita bisa bulan madu juga di luar negeri " .
"Hemmm ". Edvan males menjawab semua perkataan Steffi dan mulai memejamkan matanya kembali .
" Aku ingin memberikan cucu yang cantik dan tampan buat papa kamu Edvan ". Steffi bergelayutan manja dilengan Edvan dan menaruh kepalanya di bahu Edvan .
" Sudah jangan berisik aku capek ingin tidur ".
" Baiklah ".
Steffi memanyunkan bibirnya sedikit kesal, namun beberapa detik kemudian dia tersenyum bahagia dan semakin manja bergelayutan di lengan Edvan .
๐ผ๐ผ๐ผ
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai ke tempat tujuan . Steffi masih saja dengan sifat manja nya menggandeng erat tangan Edvan . Sedangkan Riko dan asisten Steffi sibuk mendorong koper mereka.
Didepan bandara sudah ada seseorang yang menjemput mereka dan sudah menyiapkan mobil untuk mereka.
" Silahkan masuk tuan dan nyonya". seseorang mempersilahkan mereka masuk kedalam mobil .
" Baiklah ".
Edvan dan Steffi masuk kedalam mobil mewah tersebut menuju hotel tempat menginap mereka .
Sesampainya di hotel mereka sudah di sambut oleh pegawai hotel dan menunjuk kan kamar mereka .
" silahkan masuk tuan dan nyonya ini adalah kamar untuk kalian berdua " pegawai hotel mempersilahkan masuk kedalam kamar mereka .
" Baiklah terimakasih".
" Wah tempatnya indah dan nyaman ". Kata Steffi memperhatikan setiap sudut ruangan dan melangkahkan kakinya ke ranjang yang sudah dihiasi bunga yang tertata rapi .
Edvan membuka gorden kamar dan tenyata dibalik gorden sudah disiapkan sebuah kolam renang kecil yang dipenuhi bunga dan ditata rapi.
Mata Edvan terbelalak kagum melihat pemandangan yang dia lihat .
" Wah menakjubkan ...sungguh indah ". kata Steffi menghampiri kolam renang itu dan memutar-mutarkan tubuhnya karena bahagia .
" Edvan apa kita bisa berenang bersama dan kemudian kita bisa mandi bersama ". Steffi menghampiri Edvan sambil menarik tangan Edvan mengajak dia berenang.
" Aku capek aku ingin tidur , kamu saja yang berenang ". Edvan melepas genggaman tangan Steffi dan membalikkan badan menuju ranjang dan membanting tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Steffi menghela nafas panjang dengan kelakuan Edvan yang tidak perduli padanya .
####