Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Memulai dari yang kecil


__ADS_3

" Perusahan ini lebih penting daripada perasaan ku dan kebahagian ku pa ?". tanya Edvan dengan raut wajah sedikit emosi .


Pak Richard tercekat dia tidak mampu berkata -kata lagi .


" Maaf pa dari dulu memang aku tidak lebih penting dari perusahaan papa,tapi pa aku sudah berusaha menjadi anak yang baik penurut dan selalu menuruti kemauan papa."protes Edvan merasa kecewa.


Kemudian Edvan menghela nafas panjang sedangkan pak Richard masih tercekat .


" Aku tidak pernah memikirkan kebahagiaan ku sendiri demi menuruti keinginan papa . Dan satu lagi pa aku rindu dengan mama ingin bertemu dengan mama namun papa selalu saja tidak mengizinkan aku . Hingga aku harus dewasa tanpa kasih sayang mama . Papa kira Edvan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi?. Edvan tahu pa , cuma papa saja yang tidak mau mencari tahu alasan mama pergi . Papa sangat egois ". tambah Edvan sambil menitihkan air matanya.


Edvan menghela nafas lagi sambil mengusap sedikit air matanya yang jatuh di pipi. Sedangkan pak Richard merasa dihantam batu besar di dada nya dengan pengakuan Edvan yang sangat mengejutkan dan juga menyentuh.


"Maaf pa jika kali ini aku harus menolak keinginan papa. Aku lebih baik meninggalkan Steffi walaupun harus kehilangan perusahaan. Dan akan mencoba membangun perusahaan baru tanpa campur tangan papa dan orang -orang seperti steffi ". Edvan melanjutkan perkataannya,namun sedikit lebih halus dan emosinya lebih mereda.


" Dan satu lagi pa lebih baik papa mencari informasi tentang mama dan mencari tahu tentang kenapa mama pergi dari papa . Mungkin itu akan membuat papa berubah .". pesan Edvan sebelum dia meninggal kan ruangan dan juga pak Richard .


Kini tinggal pak Richard didalam ruangan dia nampak frustasi dan berkali-kali berpikir tentang pesan terakhir dari Edvan .


...****************...


" Tuan apa kita perlu ke tempat tuan besar untuk meminta bantuan ?". tanya Riko saat Edvan keluar dari ruangan nya .


" Tidak perlu aku akan mendirikan perusahaan sendiri mulai dari kecil dulu , kamu boleh meninggalkan aku dan mendapatkan pekerjaan yang pantas untuk mu !". perintah Edvan .


Perintah Edvan membuat Riko menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak . Sedangkan Edvan yang menyadari bahwa Riko menghentikan kan langkah nya pun ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Riko .


" Kenapa kamu berhenti ? ". tanya Edvan

__ADS_1


" Tuan saya mulai bekerja ikut tuan hingga tuan pun membantu ekonomi keluarga saya . Dan sekarang izinkan saya tetap berada di sisi tuan walaupun tuan dalam keadaan sulit dan izinkan saya membantu tuan untuk kembali bangkit ". tutur Riko dengan raut wajahnya yang nampak sedih .


Edvan terharu dengan kesetiaan anak buahnya tersebut. Dia tak mampu berkata-kata apapun hanya tersenyum kemudian menghampiri Riko dan menepuk pundaknya .


." Terimakasih atas kesetiaan mu kawan ". Kata Edvan .


Riko pun ikut terharu dia tak mampu berkata-kata hanya tersenyum bahagia dan menganggukkan kepalanya.


......................


Beberapa jam kemudian rapat pemegang saham di selenggarakan. Semua pemegang saham datang namun tuan besar masih belum datang untuk menghadiri rapat ini dan membuat rapat sedikit kacau.


" Kemana tuan besar?. pertanyaan-pertanyaan muncul dari pemegang saham yang hadir di rapat hingga membuat gaduh acara .


" Tenang saudara-saudara tuan besar akan segera datang ". kata salah satu penyelenggara rapat .


Nampak Steffi dan juga pak Pongky sedikit cemas dengan tidak hadirnya tuan besar karena hal itu akan menghambat rencana mereka untuk mengambil alih perusahaan Edvan yang sudah di tata sedemikian rupa .


Beralih ke Edvan sedikit cemas namun dia terlihat tenang dan santai . Yang dia pikirkan saat ini adalah keluar dari cengkraman Steffi dan mengambil keputusan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa ada bayang-bayang dari papanya .


Setelah beberapa menit berlangsung tuan besar datang dia nampak tenang dan mengembangkan senyum ke setiap anggota rapat . Dan tuan Albert menatap tajam Edvan . Edvan membalas tatapan tajam pak Albert dengan sayu Edvan berharap pak Albert bisa membantunya memecahkan masalah. Kemudian pak Albert membalas tatapan Edvan dengan senyum yang mengisyaratkan semangat membuat sedikit kelegaan dia hati Edvan .


.Acara telah di mulai penyelenggara rapat memulai kordinasi, pertama Meraka di minta voting untuk penggantian kepemimpinan perusahaan dan hasilnya adalah 50 persen setuju dan 50 persen tidak setuju . Dan menyisahkan satu orang yang belum memberi keputusan yaitu pak Albert .


" Tuan besar bagaimana menurut anda ?". tanya penyelenggara rapat .


" Sebentar beri saya waktu untuk berbicara dengan Edvan !". Pinta pak Albert

__ADS_1


" Silahkan tuan !".


Kemudian Pak Albert dan Edvan menuju ke satu ruangan untuk berbicara .


" Bagiamana keadaan mu ?". tanya pak Albert kepada Edvan .


" Baik kek ". jawab Edvan sedikit menunduk .


" Bagiamana menurutmu dengan perusahan ini ?". tanya pak Albert lagi .


" Maaf kek sepertinya aku lebih baik mundur dan membuat perusahaan baru meskipun kecil ". jawab Edvan dengan percaya diri.


" Oh begitu . Baiklah !. Kamu boleh pergi dan bergabung dengan yang lain !". jawab kakek tanpa basa-basi lagi .


" Baik kek". Edvan membungkuk dengan sopan dan meninggalkan kakeknya sendiri .


Setelah perbincangan itu semua kembali ke acara pemegang saham . Dan pak Albert memberikan keputusan nya .


Setelah mendapatkan keputusan dari pak Albert penyelenggara rapat membacakan keputusan bahwa kepemimpinan di alihkan ke Steffi sepenuhnya. Dan Edvan menyatakan untuk mundur dari perusahaan.


Pak Richard sangat kecewa dengan keputusan ini dia menyalahkan pak Albert tentang keputusan ini .


Kenapa dia malah mendukung Steffi seharusnya dia menyelamatkan cucunya sendiri. Apa yang ada dalam pikirannya?


Batin pak Richard merasa kesal sambil menatap tajam ke arah pak Albert. Sedangkan pak Albert menyadari bahwa anaknya marah padanya namun dia tidak memperdulikan nya dia pikir ini adalah keputusan terbaik untuk memberi pelajaran kepada pak Richard dan memberi kesempatan kepada Edvan untuk menunjukan jati diri dan kemampuan nya .


Beralih ke Steffi dan pak Pongky yang nampak bahagia karena kemenangan mereka. Namun di balik wajah Steffi yang bahagia batinnya terluka karena dia merasa tidak dihargai dan tidak di inginkan oleh Edvan . Edvan lebih memilih menjadi miskin dibanding harus hidup dengan Steffi .

__ADS_1


Sedangkan Edvan nampak sedikit sedih namun auranya nampak bahagia . sedihnya karena dia harus meninggalkan perusahaan yang bertahun-tahun dia kembangkan dan dia pimpin . Bahagianya dia merasa lepas dari belenggu yang selama ini menjeratnya . Lepas dari jeratan wanita licik Steffi dan membuktikan bahwa kekuasaan tidak mampu mengikat seseorang.


Edvan menatap ke arah pak Albert dan pak Albert menyadari tatapan Edvan . Kemudian Edvan mengembangkan senyum kepada pak Albert sebagai pernyataan terimakasih karena dia telah memberi kesempatan dan mengerti tentang posisinya saat ini .


__ADS_2