
" Ayo kita masuk kita makan dulu " Ajak tuan besar
" Baik kek ". jawab edvan serentak dengan Brian .
Kemudian mereka masuk kedalam rumah namun sebelum masuk Brian menarik pundak edvan sambil merangkul dan berbisik.
" Bagaimana perkembangannya?, apa kamu sudah menemukan buktinya ? ".
" Masih belum tapi aku akan berusaha".
" Kalau perlu sesuatu katakan padaku ". jawab Brian sambil memberikan sebuah kertas kecil yang bertuliskan alamat seseorang .
Setelah memberikan kertas kecil tersebut Brian segera menyusul kakek dan juga Salsa dibelakang nya .
" Apa ini ?". kata Edvan sambil membuka kertas tersebut
" Erwin ... ?". kata Edvan pelan , ternyata kertas itu adalah alamat Erwin assisten pribadi salsa yang dahulu .
Erwin adalah salah satu orang yang Edvan cari karena bukti terbanyak terdapat dan tersimpan ditangan Erwin .
" Ayo.. ayo .. makan yang banyak ".
" Tentu kek .. aku paling suka masakan bibi dia tahu seleraku kek , hahaha". sahut Brian .
" Ayo tambah lagi kalau kamu suka !, ayo Salsa makan yang banyak !". suruh tuan besar .
" Baik tuan ". Salsa dengan sedikit canggung dan malu dia mulai menyendok makanan yang tersaji diatas piringnya .
Sedangkan edvan tidak terlalu banyak bicara , Salsa pun masih belum bertegur sapa dengan Edvan karena Salsa masih canggung dan merasa sungkan terhadap tuan besar .Mungkin jika Salsa bertemu di luar dengan Edvan sudah dia tonjok muka Edvan karena sudah membuat adiknya seperti itu.
" Kek , maaf aku harus pergi sekarang karena sudah di tunggu untuk rapat hari ini ".
" Baiklah Jangan lupa jaga kesehatan mu walaupun kamu sangat sibuk !".
" Baik kek ".
" Hati - hati bro !". sahut Brian
" Terimakasih". jawab Edvan .
"Dasar brengsek aku belum membuat perhitungan , dia sudah kabur . Awas nanti jika aku bertemu lagi akan ku buat kau babak belur ". batin Salsa
Edvan segera pergi dan menghadiri rapat hari ini.
__ADS_1
" Cari tempat ini segera!". perintah edvan kepada Riko sambil menyerahkan kertas dari Brian .
" Baik tuan ". jawab Riko tanpa basa-basi dan mengambil kertas itu .
" Baiklah kek giliran kami yang akan pergi , kakek jangan lupa jaga kesehatan ya ! . Aku akan mengunjungi kakek setiap Minggu ".
" Heem... kenapa hanya di hari minggu ?".
" Jadi kakek ingin setiap hari aku jenguk?".
" Tinggal lah bersama kakek!".
" Tentu aku akan tinggal disini setelah aku menikah dengan bidadari ku ". jawab Brian sambil melirik ke arah salsa .
Dan salsa nampak tersipu malu .
" Hahaha... berikan kakek cicit yang lucu - lucu. Setelah punya cicit kakek akan pensiun dan bermain dengan cicit kakek ".
" Tentu akan kuberikan cicit yang lucu - lucu untuk kakek hahaha.. ".
Wajah salsa semakin memerah mendengar candaan mereka .
" Baiklah kek aku pergi dulu ya ".
" Saya pergi dulu tuan besar ". pamit salsa
" Terimakasih salsa , dan berikan kesempatan kepadaku untuk memberikan hak kalian dan membersihkan nama orang tua mu !".
" Baik tuan , aku akan menunggu siapa di balik semua ini yang telah menodai nama baik orang tuaku ".
" Aku berjanji padamu , aku akan segera menemukan nya untuk mu !".
####
" Kak salsa sudah pulang ?". tanya Raisya ketika melihat Salsa masuk kedalam rumah .
" Iya , dimana mila? ".
" Ada di belakang rumah ". jawab Raisya
" Ok . Kamu sudah makan Raisya ?".
" Sudah kak".
__ADS_1
" Baiklah . Aku kebelakang dulu lihat mila ".
" Ok kak .
Salsa pergi kebelakang untuk melihat apa yang sedang Mila kerjakan . Ketika sudah sampai belakang rumah salsa sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Sebuah lukisan yang sangat indah , dan beberapa lukisan yang membuat dia teringat keluarganya yang dulu terpisah apalagi mamanya .
Sungguh Mila mengingat kan Salsa kepada mamanya . Karena mama mereka sangat suka melukis dan sangat suka dengan lukisan .
Salsa masih terpukau dia tidak bisa berkata-kata lagi air matanya ingin mengalir dan ingin dia mengungkapkan bahwa dia adalah kakaknya namun dia masih belum mampu untuk mengatakan nya. Dan menahan butiran air mata yang akan jatuh di pipinya .
" Wah .. bagus sekali lukisan mu Mila ". puji Salsa
" Akh.. kak Salsa , aku kira siapa kak. Maaf aku tidak tahu kakak ada disini ". jawab Mila terkejut dengan kedatangan Salsa yang ternyata sudah lama memperhatikan Mila melukis .
" Tidak apa-apa lanjutkan , aku tidak ingin menggangu mu ". jawab Salsa sambil tersenyum dan menepuk pundak Mila .
" Sudah berapa lama kamu hobby melukis Mila ? ".
" Sudah dari kecil kak . Mamaku suka melukis dan aku sering memperhatikan nya . Setelah mama pergi dan ekonomi keluarga kita hancur aku jarang melukis dan hanya menggambar seadanya di buku gambar ". jawab Mila yang membuat hati Salsa teriris dan airmata ingin kembali meluncur namun Salsa lagi-lagi menahan nya.
" Oh begitu . Oh iya Mila aku punya teman yang mempunyai sebuah galeri lukisan ,kamu bisa menaruh lukisan itu disana dan kamu juga bisa bergabung dengan temanku . Aku akan mencarikan tempat sekolah bagus untuk mu agar kamu bisa mempelajari lebih dalam soal teknik melukis ".
" Kalau untuk bergabung dan menaruh lukisan di galeri teman kakak ,aku akan melakukannya kak. Tapi jika kakak harus mencarikan aku sekolah lukis aku tidak mau kak karena aku sudah sangat merepotkan kakak ".
" Tidak mila kamu tidak merepotkan kamu sudah aku anggap adikku dan aku akan memberikan yang terbaik untuk adik-adik ku ".
" Tidak kak , aku tetap menolak nya . Jika aku mendapatkan pekerjaan lagi aku akan mencari sekolah lukis sendiri untuk memperdalam ke ahlian ku ".
" Baiklah jika itu keinginan mu Mila . Aku tidak akan memaksa nya". Jawab Salsa sambil tersenyum berat dan Kembali menepuk bahu Mila .
" Baiklah aku masuk dulu kedalam , jangan lupa sebentar lagi makan malam kamu harus ikut makan malam bersama kami ".
" Tentu kak sebentar lagi aku selesai melukis aku akan masuk kedalam ". jawab Mila sambil tersenyum.
" Ok ".
Salsa membalikkan badan dan melangkah menuju kedalam rumah dengan perasaan sedih dan juga terharu melihat lukisan-lukisan yang mengingatkan dia tentang keluarganya yang selama ini terpisah.
#####
happy reading
semoga teman - teman menyukai ceritanya 😘🙏
__ADS_1