Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
kekeluargaan


__ADS_3

" Benar anda adalah pengacara nona Mila ?". Tanya seorang polisi kepada Rio saat berada di dalam ruangan yang duduk di depannya .


" Iya benar ". Jawab Rio dengan tenang .


" Apa yang ingin anda sampaikan?".


" Saya ingin menyampaikan pernyataan nona Mila mengenai kasusnya saat ini , dan pernyataan ini adalah pernyataan yang dia buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada pemaksaan ataupun terpaksa". Ungkap Rio sambil menyerahkan beberapa berkas yang di tulis sendiri oleh Mila.


" Baiklah saya terima berkas ini ". Sahut polisi tersebut sambil menerima berkas kemudian membuka dan membaca apa yang telah di tulis oleh Mila .


" Apa benar nona Mila memaafkan mereka berdua ?". Tanya polisi tersebut nampak terkejut dan juga terharu .


" seperti yang anda baca pak ". Jawab Rio dengan tenang dan tentu saja dengan senyuman manis dibibirnya.


" Sungguh sangat baik nona Mila ini , dia hampir mati karena kecelakaan tersebut namun dia berhati besar mau memaafkan mereka ".


" Iya klien saya memang orang yang sangat baik ". sambil tersenyum lagi " Oh iya bolehkah saya bertemu dengan para tersangka?".


" Tentu saja bisa , sebentar saya akan memanggil mereka !". kata pak polisi sambil beranjak dari tempat duduknya dan memerintah seorang polisi yang berada di sebelah ruangan tersebut untuk memanggilkan Steffi dan juga Erwin .


Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah ada di ruangan itu bersama pengacara Mila dan juga polisi tersebut.


" Perkenalkan saya pengacara nona Mila ". sambut Rio saat mereka sampai di ruangan sambil mengulurkan tangan nya dengan sopan .


Sedangkan Steffi dan juga Erwin menjabat tangan Rio secara bergantian .

__ADS_1


" silahkan duduk tuan Erwin dan nona Steffi !". Sapa pak polisi tersebut.


" Mengenai kasus anda saat ini dan setelah kami mendapatkan pernyataan dari nona Mila maka kami memutuskan untuk berhenti menyelediki kasus ini dan kami umumkan bahwa kasus ini sudah di tutup , nona Mila sudah memberi pernyataan bahwa sudah memaafkan anda berdua dan akan menempuh jalan kekeluargaan saja . Demikian yang bisa saya sampaikan kepada anda berdua ,bila ada salah kata atau tingkah laku kami saat anda berada disini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya " . ucap pak polisi tersebut.


" Apa ?". kata mereka berdua serentak terkejut dengan pernyataan Mila .


" Apa pernyataan itu dibuat oleh Mila sendiri ? Apa saya tidak salah dengar pak ?". Tanya Steffi dengan tatapan serius ke arah pak polisi kemudian memandang ke pengacara Mila .


" Iya benar apa ini tidak salah ?". Sahut Erwin dengan tatapan serius juga ke arah mereka


" Benar tuan dan Nona saya pastikan ini sangat benar karena saya sendiri yang menyaksikan nya . Dan dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun ". Tutur pengacara Mila .


" Ah ... sungguh tidak adil saya merasa malu ". Kata Steffi


" Tapi ini sudah keputusan nona Mila ,saya hanya menyampaikan saja". Sahut Rio


" Terimakasih pak , walaupun saya merasa bersalah dan sangat malu karena semua tindakan kami tapi kami akan menerima pernyataan tersebut dengan senang hati , kami akan berusaha merubah diri kami sebaik mungkin dan berjanji tidak akan melakukan tindak kriminal lagi ". ungkap Erwin menyesali semua perbuatannya.


" Baiklah tuan dan Nona terimakasih atas kesadaran kalian semoga kita tidak bertemu lagi dengan kasus kriminal lain ". Kata pak polisi sedikit memberi peringatan .


" Baik pak !". Jawab Erwin


Sedangkan Steffi merasa sangat malu dan juga sedih dia tidak tahu harus melakukan apa lagi . Dia benar - benar malu terhadap Mila . Karena jiwa besar Mila dia bisa terbebas dari jeratan hukum yang akan menyeret nama baik nya pula .


" Baik lah tuan dan Nona saya permisi dulu ".sahut Rio sambil berpamitan.

__ADS_1


" Baik terimakasih " Jawab Erwin sambil menjabat tangan Rio.


" Terimakasih ". Jawab Steffi dengan lemas dan sedikit sedih.


Kemudian Rio keluar dari ruangan sedangkan Erwin dan juga Steffi membereskan semua barang dan mengisi beberapa formulir atau data agar mereka bisa menyelesaikan admistrasi mereka di kantor polisi .


Sementara Rio keluar Salsa,Brian dan juga Edvan mencegat nya dan mengajak Rio kesebuah cafe .


Mereka bertiga mendengar kan Rio dengan serius dan menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Rio dengan cermat.


" Nona Mila menceritakan banyak sekali tentang perasaan nya dan juga tentang apa yang menimpa nya . Dia merasa sedih dengan kejadian ini dia juga merasa bersalah atas kejadian ini dan tidak ingin nona Steffi dan juga tuan Erwin masuk penjara ". Rio menjelaskan suasana saat itu bersama Mila .


" Apa maksudmu dengan Mila yang tidak mau mereka yang bersalah masuk penjara ?. Mereka memang salah dan itu sudah tanggung jawab mereka mempertanggungjawabkan semua kesalahan mereka kenapa Mila yang merasa bersalah ?". Sahut Salsa tidak terima dengan apa yang di ungkapkan Rio .


Sedangkan Brian dan juga Edvan setuju dengan pendapat Salsa.


" Maaf Nona ini sudah keputusan dari nona Mila bahwa nona Mila sudah memaafkan mereka dan akan menempuh jalur kekeluargaan saja ". jawab Rio sambil menghirup nafas sedikit panjang dia takut akan di protes lagi oleh Salsa. Kemudian dia meminum minuman yang ada di meja untuk sedikit meringankan beban pikirannya yang merasa tertekan oleh ketiga orang didepannya .


" Apa dia sudah gila ?menempuh jalur kekeluargaan?. Apa dia tidak ingat apa yang terjadi pada dirinya ?. Dia hampir mati dan ada di rumah sakit berbulan - bulan belum lagi trauma yang dia terima . Masih saja dia memaafkan mereka yang sangat jahat itu ". ujar salsa dengan sedikit emosi dan suara sedikit kerasa meluapkan semua emosi nya .


Sedangkan edvan berkali - kali menghirup udara dengan panjang karena dia juga merasa bersalah karena dirinya mila mengalami semua ini . Dan dia juga merasa bersalah karena saat Mila kritis dia tidak ada didekatnya mendukung nya dan menemaninya.


" Maaf Nona kemaren malam nona Mila juga mengungkapkan bahwa hal ini juga adalah kesalahannya. Mungkin jika dia tidak menjadi wanita simpanan" . Rio menghentikan kata-katanya dia merasa tidak enak kepada Edvan ,sebelum dia melanjutkan perkataannya dia melirik ke arah Edvan sebentar .


" Tidak apa lanjutkan saja ! Saya mengerti kok. Ini adalah tugas kamu lanjutkan saja jangan pedulikan aku !". potong Edvan

__ADS_1


Wajah salsa sudah tidak bisa di gambarkan lagi dia sudah terlihat sangat marah . Mungkin jika tidak ada Rio sudah habis dia menampar Edvan . Karena sudah lama sekali salsa ingin menampar Edvan karena kelakuannya terhadap adiknya Mila .


" Baik tuan !. Sekali lagi mohon maaf bukan saya ingin membongkar aib anda tapi ini adalah ungkapan dari klien saya yang harus saya sampaikan agar tidak terjadi masalah atau kesalahpahaman". Rio menjelaskan karena melihat salsa yang sudah nampak ingin marah .


__ADS_2