
Kata- kata yang sedikit namun mempunyai makna yang benar-benar menuju tujuan yang tepat .
Kata-kata itu membuat pak Pongky papa Steffi terdiam ,tercekat dan raut wajahnya masam. Dia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi . Sedangkan Steffi hanya tersenyum sinis. Steffi segera berpamitan agar kata-kata yang muncul dari nya tidak semakin pedas hingga membuat pak Pongky kena mental hihihi..
" Ya udah Pa , aku pergi dulu ya. Aku akan pergi ke kantor papanya Edvan untuk menyapanya. Setelah dari luar negeri aku belum sempat berkunjung ".
" Baiklah sayang". Dengan raut wajahnya yang masih sedikit masam .
" Tunggu Steffi !". tiba-tiba pak Pongky menghentikan langkah Steffi .
Steffi membalikkan badan sambil melipat tangan nya di perut . Penasaran kenapa papanya menghentikan langkahnya .
" Apa kamu sudah membawakan sesuatu atau oleh-oleh untuk Richard ?".
" Sure, aku membawakan sesuatu untuknya dan juga kabar menyedihkan untuknya ". kata Steffi membuat pak Pongky kena mental lagi .
" Baiklah, bagus . Pergilah temui dia !". kata pak Pongky malas untuk berbincang lagi dengan anaknya karena akan membuat dia jengkel dan kena mental lagi .
" Okay.."jawab Steffi singkat dengan senyum sinis nya .
###
" Steffi apa kabar sayang ". sapa pak Richard ketika mendapati Steffi masuk ke dalam ruangannya.
" Baik papa". Jawab Steffi dengan senyum manisnya .
Kemudian mereka saling berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri .
" Sini duduk sini .. !". ajak pak Richard untuk duduk di sofa samping mejanya.
Steffi mengikuti pak Richard duduk di sofa .
" Pa ini untuk papa ". kata Steffi sambil menyerahkan sebuah kado untuk pak Richard
" Wah apa ini ..?". Pak Richard nampak bahagia sambil menerima kado dari Steffi .
" Buka dong pa !".
Pak Richard kemudian membuka kado tersebut dengan bahagia. Dia membuka satu persatu bungkus kado .
" Wah .. bagus sekali .Pasti ini mahal Steffi ?". tanya pak Richard dan juga kagum saat melihat isi kado tersebut yang ternyata sebuah jam tangan mewah dari luar negeri .
__ADS_1
" Untuk papa Steffi akan memberikan yang tebaik ". Jawab Steffi dengan senyum manisnya .
" Thank you Steffi , papa sangat bahagia punya menantu yang perduli sama papa. Satu lagi Steffi terimakasih karena telah membantu perusahaan papa dan memberikan projects itu kembali kepada perusahaan papa".
" Jangan kuatir pa. Perusahan papa adalah milik Edvan dan Edvan adalah suami Steffi sudah sepantasnya Steffi membantu suami Steffi pa ".
" Kamu memang baik Steffi , papa tidak salah pilih kamu jadi istri Edvan . Dan akan aku pastikan Edvan tidak akan menyia-nyiakan wanita sempurna seperti kamu ".
" Terimakasih pa !". jawab Steffi bahagia.
Steffi sudah benar-benar mengambil hati pak Richard dan sudah mempercayai Steffi sepenuhnya. Dan pak Richard belum tahu siapa sebenarnya Steffi, hingga dia tidak curiga sedikit pun dengan Steffi .
" Baiklah pa , Steffi pergi dulu ya . Steffi akan ke kantor Edvan hari ini untuk makan siang bersama Edvan ". kata Steffi sambil menurunkan kaki kirinya yang dia silangkan di atas kaki kanan saat duduk .
" Baiklah sayang , sering-seringlah ajak Edvan makan bersama agar kebersamaan kalian tetap terjaga !".
" Tentu pa !". jawab Steffi dengan senyum manisnya yang mematikan dan mempesona .
" Ok pa kalau begitu Steffi pergi dulu ya !". sambil memeluk pak Richard dan mencium pipi kanan dan kiri.
###
" Kita akan pergi kemana nyonya ?" tanya Erwin yang selalu setia mendampingi Steffi dan mengantar Steffi .
" Anda yakin ?". tanya Erwin sambil menatap Steffi dari kaca spion mobil.
Raut wajah Steffi nampak sedikit masam namun menakutkan dengan ambisi yang ada pada dirinya untuk membuat Edvan jatuh cinta padanya . Entah hal itu mampu membuat dia bahagia atau malah akan menghancurkan Steffi dengan ambisinya yang menggebu - gebu .
" Lanjut kan saja ,ikuti perintah ku !". jawab Steffi tegas. Dengan tatapan tajam menatap ke samping kaca mobil penuh dengan ambisi .
" Baik nyonya !". Erwin hanya bisa mematuhi semua perintah Steffi dia tidak mampu mencegah atau menasehati nya . Yang Erwin bisa lakukan melindunginya diam-diam.
####
" Apa tuan muda ada ?". tanya Steffi kepada sekretaris Edvan saat dia berada di kantor Edvan .
" Ada nyonya tuan sedang ada di ruangan nya ".jawab sekretaris tersebut .
Steffi kemudian masuk kedalam ruangan tanpa berkata apa-apa lagi ke sekretaris tersebut .
ceklek ...
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu Steffi masuk kedalam ruangan Edvan . Edvan yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya sontak terkejut dengan kedatangan Steffi .
" Sayang ... ". sapa Steffi tiba-tiba tanpa ada rasa bersalah atau apapun.
" Apa yang kamu inginkan ?" . tatapan Edvan dingin dia seperti muak menatap Steffi . sikapnya pun dingin dia merasa malas berbincang dan bertemu Steffi .
"Aku hanya ingin melihat keadaan suamiku, apa tidak boleh ?". sambil melangkah mendekati Edvan , Steffi ingin mencium pipi kanan dan kiri Edvan namun Edvan menghindar .
" Kamu kenapa Edvan ? aku datang hanya ingin melihat keadaan mu dan mengajak mu makan siang bersama apa aku salah ?". Tanya Steffi nampak putus asa dengan sikap Edvan yang sedingin es .
" Maaf Steffi aku sedang sibuk , tidak ada waktu untuk makan siang bersama mu . Tolong jangan ganggu aku ,aku masih banyak pekerjaan!". jawab Edvan dengan dingin dan tidak menatap Steffi dia sibuk dengan tumpukan berkas di depannya .
" Baiklah jika kamu sibuk , aku akan ada disini menemani mu hingga kamu selesai ". jawab Steffi enteng sambil berjalan gontai menuju sofa .
" Tidak perlu , aku masih banyak pekerjaan lebih baik kamu pergi ! ". jawab Edvan masih sedingin es .
" Memangnya kenapa kalau aku menunggumu Edvan apa kamu terganggu dengan aku ? , atau kamu tidak ingin melihatku ? ". cecar Steffi sedikit emosi dengan sikap Edvan yang masih tidak perduli dengannya.
"Iya aku terganggu jika kamu ada disini!". Edvan menatap Steffi dengan geram .
" why...?" .
" Sudahlah lebih baik kamu pergi ! ". jawab Edvan tidak mau berdebat lagi dengan Steffi
" Why..Edvan ..? apa salahku ?". Steffi nampak gemas dengan perilaku Edvan hingga dia kembali mendekati Edvan ingin mendapatkan penjelasan.
" Please Steffi aku tidak ingin berdebat aku ingin menyelesaikan pekerjaan ku !".
" Ok..ok . Tapi kenapa kamu begitu dingin padaku ? , kenapa Edvan ..?".
" Sudahlah Steffi aku muak berdebat dengan mu sebaiknya kamu pergi !".
" Ok .. aku akan pergi , tapi ingat Edvan semua project perusahan ada dalam kendali ku!". ancam Steffi menatap tajam dan mengangkat jari telunjuk nya ke arah Edvan ,kemudian melangkah keluar meninggalkan Edvan yang sedang geram .
braaakkk...
.
Steffi menutup pintu ruangan Edvan .
" Brengsek.... !" umpat Edvan sambil melempar beberapa berkas ke arah pintu .
__ADS_1
Edvan bagaikan burung di dalam sangkar dia tidak mampu bergerak dia ingin melarikan diri namun ada belenggu merantainya . Dia ingin terbang namun sayapnya terluka tak mampu terbang . Apalagi ketika Mila belum di temukan Edvan benar-benar tertekan ..
###