Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Raisya kekota


__ADS_3

Kata-kata Raisya membuat hati Salsa teriris ,dia benar - benar tidak tahu harus menjelaskan kenyataan ini mulai dari mana


Melihat salsa di dalam situasi yang sulit Brian mendekat dan mengelus bahunya .


" Raisya apa kamu ingin bertemu kakak kamu Mila ?". tanya Brian sambil tersenyum kepada Raisya .


" Tentu saja kak aku ingin bertemu kak Mila . Dia adalah keluarga satu-satunya yang aku miliki ". jawab Raisya dengan penuh harap dan binar kebahagiaan.


" Jika kamu ingin bertemu kakak kamu apa kamu bersedia ikut dengan kita ?". tanya Brian dengan lembut dan sedikit merayu .


Raisya masih terdiam dia masih trauma dengan kejadian yang dialaminya hari ini . Dan dia tidak ingin salah langkah lagi apalagi salah memilih jalan hidupnya . Melihat Raisya yang masih ragu Brian mencoba untuk mencari cara untuk meyakinkan Raisya.


" Jika kamu tidak percaya kepada kami , kamu bisa menelpon polisi jika kami melakukan tindak kekerasan atau memaksa kamu untuk melakukan hal yang tidak kamu inginkan ". Tutur Brian mencoba untuk meyakinkan Raisya .


" Tunggu apa benar kakak ku Mila ada bersama kalian ?". tanya Raisya mencoba meyakinkan dirinya untuk ikut bersama salsa dan juga Brian.


" Iya dia berada bersama kami..namun ..". kata-kata Brian terhenti ketika dia harus mengatakan sesungguhnya bahwa mila sedang sakit dan berada di rumah sakit. Brian ragu harus berkata jujur atau harus berbohong tentang keadaan Mila . Jika dia berkata jujur dia tidak ingin melihat Raisya sedih namun jika dia tidak berkata jujur Brian takut Raisya tidak akan mempercayai mereka lagi.


" Namun ??? kenapa kak?. Tolong katakan sejujurnya kepadaku !". Cecar Raisya dengan sorot matanya penuh dengan keingintahuan dan penuh dengan tanya.


Brian masih terdiam dan juga Salsa meraka sangat berat untuk mengatakan sesungguhnya kepada Raisya .


" Tolong katakan dimana kak Mila ! Bagaimana keadaanya aku ingin segera bertemu dengannya ? . Jika kalian tidak memberi tahuku maka aku tidak akan pernah ikut dengan kalian ". ancam Raisya , membuat Brian dan Salsa terpaksa mengatakan yang sesungguhnya kepada Raisya .


Bibir Salsa masih tercekat dia tidak mampu berkata-kata dia merasa berada di situasi sulit.Dia ingin berbicara namun takut perkataannya salah dan menyebabkan keadaan semakin sulit. Salsa menoleh ke arah Brian dan meraih tangan Brian untuk mengisyaratkan bahwa dia tidak mampu berkata apapun hingga mewakilkan kepada Brian untuk mengatakan nya.


.

__ADS_1


" Begini Salsa kakak kamu Mila mengalami kecelakaan dan saat ini masih di rawat di rumah sakit ". Kata Brian sambil menyerahkan foto Mila saat di rawat di rumah sakit di ponselnya.


Raisya meraih ponsel tersebut dan mengamati fotonya dan seketika dia terkejut secara spontan dia menutup mulutnya dengan tangan nya dan menitihkan air mata .


" Kamu yang sabar ya Raisya ". Brian sambil mengambil ponselnya kembali dan salsa mengelus lembut punggung Raisya.


" Bagaimana keadaan Kak mila Sekarang ?". tanya salsa sangat kuatir.


" keadaanya saat ini masih di rawat di rumah sakit secara intensif . Dia sudah sadar namun dia masih belum bisa bergerak dan sembuh total . Masih harus di rawat di rumah sakit ". jawab Brian .


"Aku akan ikut kalian dan ingin merawat kak Mila agar dia segera sembuh ".


" Baiklah ikut lah dengan kami ,mungkin dengan kedatangan kamu bisa memberi semangat kepada Mila untuk menumbuhkan rasa ingin sembuhnya . "Sahut Salsa dengan raut wajah yang sangat bahagia dan senyum berkembang di bibirnya . Sambil memegang erat tangan Brian menandakan dia sangat bahagia karena ke dua adiknya akan berkumpul dengannya.


" Tapi kak , mohon maaf aku tidak bisa membantu biaya rumah sakit kak Mila . Aku tidak mempunyai uang ,tapi berikan aku kesempatan nanti aku akan bekerja dan mengembalikan biaya rumah sakit kak Mila ".


" Raisya kamu tidak perlu memikirkan itu yang penting kakak kamu bisa sembuh ". jawab Salsa terharu biru dengan attitude adiknya yang sangat terpuji.


Sungguh kelakuan Raisya benar-benar membuat dia terharu biru . Dia sungguh sangat bangga mempunyai adik seperti dia . perduli kepada keluarga dan saudaranya. Seorang penyayang dan juga sabar.


###


Mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju ke kota . Didalam sepanjang perjalanan Raisya terlihat hanya memandang keluar kesamping mobil .Sedangkan Salsa dia nampak letih dengan situasi hari ini yang baginya sangat melelahkan dan menguras banyak energi juga emosinya .


Salsa nampak mengantuk dan bolak-balik menguap.Sedangkan Brian yang melihat salsa kelelahan tersenyum saat melirik ke arah Salsa.


" Tidurlah jika kamu mengantuk !". suruh Brian sambil menepuk tangan salsa yang berada diatas tas yang dia bawa.

__ADS_1


Salsa terkejut kemudian dia membalas dengan senyuman.


Kruucukkkk... kruucukkkk...


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan dari arah Raisya dan sontak membuat salsa dan juga Brian menoleh kearah Raisya.


"Apa kamu lapar ". Tanya mereka berdua bersamaan dan membuat mereka senyam-senyum sendiri.


" Maaf kak... saya belum makan dari tadi pagi ". jawab Raisya membuat salsa tertegun.


" Apa dari pagi ?". tanya salsa


" Iya kak. Karena tadi pagi saya di suruh jualan sayur ke pasar kemudian langsung bekerja di toko seharian tidak sempat makan . Dan sore tadi aku segera pulang untuk memberikan uang hasil jualan sayur untuk dibelikan makanan di rumah ". Raisya mencoba menjelaskan keadaan nya .


" Bu Wati menyuruh kamu bekerja ?, apa kamu tidak diperbolehkan sekolah juga ?". tanya salsa sedikit geram .


" Saya sudah lulus kak satu bulan lalu. sepulang sekolah saya bekerja di toko untuk membantu ibu membeli keperluan rumah. Tiap bulan kak Mila selalu mengirimi ibu uang untuk biaya sekolah dan meminta ibuku agar aku tidak putus sekolah . Namun beberapa bulan ini kak Mila tidak pernah mengirimi ibu uang hingga akhirnya saya di suruh jualan sayur di pasar ". Tutur Raisya membuat salsa sangat sedih mendengar kisah adik-adiknya.


"Bukan kah Bu Wati mendapatkan uang banyak dari bisnisnya? ,kenapa menyuruh kamu berjualan?". tanya salsa lagi .


" Ibu suka memakai uang itu untuk berbelanja sendiri makan-makan enak dengan temannya. Hidup penuh kemewahan . Setelah dia tidak punya uang dia selalu marah-marah dan menyuruh ku untuk bekerja." ujar Raisya membuat dada Salsa penuh sesak. dia tak mampu bertanya apa lagi , yang ada didalam pikirannya rasa kasihan yang sangat mendalam kepada adik-adiknya .


" Baiklah di depan ada restaurant kita makan disitu saja ". sahut Brian sambil menuding ke arah restaurant didepan .


Kata-kata Brian setidaknya membuat Raisya dan juga Salsa terhibur dengan beberapa kejadian dalam hidup mereka . Walaupun hingga saat ini Raisya masih belum sepenuhnya bisa mengakui Salsa sebagai kakaknya namun kedekatan mereka yang sedikit demi sedikit terjalin membuat Salsa sedikit lega dan bahagia.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai didepan restaurant dan mengajak Raisya untuk makan disana.

__ADS_1


####


.


__ADS_2