
"Hmmm...". pak Richard hanya bergumam saja tidak berkata apa-apa.
Tuan besar tersebut masuk kedalam rumah semua pelayan dan yang lain memberi salam dengan sopan ,pak Richard pun berdiri dan memberi salam dengan sopan .Tuan besar di ikuti oleh pengawalnya dan juga Brian laki-laki yang berkenalan dengan Mila di taman . Tuan besar hanya tersenyum dan kemudian duduk di kursi mewah tersebut disusul Brian yang kemudian duduk di samping nya . Suasana canggung antara pak Richard dan tuan besar mereka sepertinya kurang akrab dan sepertinya ada sesuatu diantara mereka.
"Apakah kamu tidak memberi tahu mamanya Edvan tentang pernikahan putranya ?" . Tanya tuan besar kepada pak Richard.
Pak Richard terdiam belum menjawab pertanyaan tersebut tiba - tiba ada seseorang yang menyahut pertanyaan tersebut dari balik pintu .
"Buat apa kek ? ". Sahut Edvan sambil masuk kedalam rumah.
Suasana semakin canggung, semua mata tertuju kepada Edvan ,tuan besar, pak Richard dan Brian menoleh kepada Edvan . Kemudian Edvan dengan santai duduk bersama di kursi itu sambil tersenyum.
"Edvan apa kamu sudah siap ?" tanya pak Richard mengalihkan pembicaraan, sambil memperbaiki baju yang di kenakan Edvan .
"Aku sudah siap pa ". kata Edvan
" Baiklah kita bersiap - siap menuju ke acara nya ". Jawab pak Richard sambil tersenyum dan mempersilahkan yang lain untuk berdiri .
" Tunggu ..". kata Tuan besar yang tak lain adalah kakek Edvan .
Edvan dan papanya berhenti di ikuti juga dengan yang lain dan kemudian duduk lagi di kursi masing - masing .
" Edvan .. apakah kamu tidak ingin mamamu tahu tentang pernikahan ini ? ". kata tuan besar kepada Edvan .
" Papa bilang apa ?,mana mungkin dia datang ke acara pernikahan Edvan sedangkan dari dulu dia telah meninggal kan anaknya begitu saja ". Kata pak Richard dengan nada yang sedikit keras
" Aku tanya pada Edvan bukan kamu , lebih baik kamu diam saja ! ". Tuan besar sambil menatap Pak Richard dengan tajam .
__ADS_1
Suasana semakin tegang Pak Richard pun diam tak berkata sepatah katapun raut wajahnya berubah menjadi masam sedikit takut dan juga sedikit marah . Edvan pun masih terdiam belum menjawab pertanyaan itu . Dia menatap wajah papa nya kemudian menatap wajah Brian dan terakhir adalah kakeknya.
"Aku tidak ingin dia hadir , dan tidak ingin mendengar nama dia dihadapan ku ". Jawab Edvan dengan datar
Tuan besar menghela nafas nya panjang raut wajahnya berubah sedikit marah .
" Kenapa ...? ,apa kamu tidak ingin tahu alasan mama kamu pergi meninggalkan mu ? ". Tanya tuan besar kepada Edvan dengan tatapan yang sedikit penasaran bertanya - tanya kenapa Edvan begitu membenci mamanya .
"Sudahlah kek, aku tidak ingin mendengar nama nya lagi . Jika Kakek masih saja menyebut namanya silahkan kakek pergi dari sini ". jawab Edvan kesal dengan nada suara yang sedikit keras
"Edvan ..".kata Brian yang tak lain adalah saudara sepupu Edvan " Kenapa kamu begitu tidak sopan terhadap kakek ". Kata Brian sedikit keras sambil berdiri tidak menerima Edvan berkata kasar kepada kakeknya.
Suasana semakin tegang dan panas pak Richard semakin bingung sedangkan kedua bersaudara terlihat saling bertatapan tajam ingin menantang satu sama lain. Memang kedua keluarga antara keluarga Edvan dan Brian memang sedang bermasalah mereka sedang memperebutkan kedudukan tertinggi di perusahaan keluarganya.
Tuan besar kemudian menarik tangan Brian mencoba menenangkan nya dan menyuruh dia duduk kembali . Sedangkan Edvan semakin memanas dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut dengan raut wajah yang marah.
Pak Richard menghela nafas panjang melihat kelakuan putranya.
"Dengar lebih baik kau mengatakan yang sebenarnya kepada Edvan agar dia tidak diliputi amarah dan dendam kepada mamanya ". kata tuan besar terhadap pak Richard.
Pak Richard terdiam kemudian menghela nafas tangannya mengepal memendam kegelisahan.
" Sebaiknya seperti itu karena memang kenyataannya mama nya sejak dia kecil meninggalkan nya ". Jawab pak Richard dengan perlahan seakan dia ingin menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin orang lain memberitahukan kepada Edvan .
" Apa kamu ingin kesalahpahaman ini terus berlanjut dan apakah kamu tidak ingin memberi tahu Edvan alasan mama nya pergi meninggalkan nya?". Tanya tuan besar begitu serius .
Pak Richard masih terdiam belum menjawab pertanyaan tuan besar .Raut wajah nya terlihat sangat gelisah .
__ADS_1
"Apakah kamu ingin kejadian yang sama menimpa Edvan dan dia tidak akan menemukan kebahagiaan nya? . Apakah kamu benar-benar menikahkan Edvan hanya karena sebuah perjanjian dan bisnis tanpa memikirkan kebahagiaan nya?". Cecar tuan besar membuat pak Richard semakin gelisah .
Suasana semakin menegang ketika pak Richard terdiam dan kemudian menjawab pertanyaan tuan besar dengan jawaban yang mencengangkan.
" Dia adalah putraku, ayah tidak usah ikut campur dengan masalahku. Sejak dulu ayah selalu menganggap ku tidak mampu hingga saat ini ayah memberikan jabatan tertinggi kepada putra ayah yang ke dua sedangkan aku putra pertama selalu ayah nomer duakan ,dan sekarang ayah ingin mengambil Edvan dariku dengan cara mengaturnya . Tidak ayah aku tidak akan membiarkan nya ". Jawab pak Richard sambil berdiri dengan nada yang tinggi dengan tatapan yang marah dengan gerak yang seakan - akan putus asa dan kecewa . Kemudian tanpa berpamitan dia meninggalkan tuan besar dan juga yang lainnya.
Semua yang berada di ruangan itu terkejut dengan jawaban pak Richard . Begitupun dengan tuan besar.
" Tunggu ...tunggu. .". Teriak tuan besar memanggil pak Richard namun dia tidak memperdulikan nya.
Tuan besar memegang dadanya karena sedikit sesak ,karena belakangan ini kesehatan nya mulai terganggu . Sedangkan Brian mencoba memegangi tuan besar agar dia tidak terjatuh dan memapahnya kembali ke kursi .
"Sudah .. terima kasih aku tidak apa-apa". kata tuan besar sambil mengangkat tangan kirinya dan tangan kanannya memegang pegangan kursi .
Semua yang berada disana merasa tegang apalagi melihat kesehatan tuan besar sedang tidak baik - baik saja .
" Baiklah kita pergi ke acara pernikahan Edvan ". kata tuan besar terhadap semua pengawal dan juga Brian .
" Kakek apa kakek baik - baik saja ? jika Kakek merasa tidak enak badan lebih baik kita pulang saja biarkan papa dan mamaku yang mewakilinya". tanya Brian mengkhawatirkan kesehatan tuan besar .
" Aku baik - baik saja jika aku tidak datang Richard pasti berpikiran aku tidak adil padanya ". Kata tuan besar sambil mencoba berdiri dari kursinya.
Brian memegangi tuan besar berdiri dari kursi dan menuntunnya kedalam mobil . Kemudian mereka menghadiri acara pernikahan Edvan .
Acara pernikahan yang sangat meriah dan mewah dihadiri tamu undangan kalangan atas . Mobil mewah yang berjajar di parkiran dan juga hadiah mewah dari tamu undangan pun tak luput dari suasana acara pernikahan ini .
Terlihat hidangan yang sangat mewah dan juga dekorasi yang terlihat elegan mewarnai pernikahan ini pula .
__ADS_1
### bersambung