
Mila berjalan gontai dengan senyum lebarnya menuju pantry. Nampak wajahnya sangat berseri - seri .
Riko menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Mila yang seakan dia baru aza ketemu seseorang yang dia suka .
ceklek ..
Riko masuk kedalam ruangan menatap tuannya yang sedang duduk di kursi nya dengan mengusap - usap pipinya . Riko mengernyitkan alisnya membuat alisnya seakan menjadi satu dia heran kepada ke dua orang yang baru saja dia lihat yang satu tersenyum sendiri dan yang satu memegang pipinya seakan dia baru saja di cium oleh kekasihnya .
" Ehem..ehem..". Riko berdehem untuk menyadarkan Edvan yang dari tadi melamun sambil memegang pipinya .
Seketika Edvan terkejut dan mencari sumber suara tersebut.
" Maaf tuan ada telepon dari Direktur ". kata Riko sambil memberikan ponselnya kepada Edvan .
"Kenapa papa tidak menelepon ponselku saja ? ". tanya Edvan sambil megambil ponsel Riko
" Maaf tuan , Direktur takut tuan sedang ada meeting jadi Direktur menelepon saya ". Riko menunduk dengan sopan
" Baiklah , aku keluar dulu sambil mencari udara segar di balkon ". Kata Edvan sambil melangkah keluar menuju balkon dan menerima telepon dari pak Richard.
Edvan merasa gerah dengan tatapan Riko yang penasaran terhadap nya hingga dia memutuskan untuk keluar .
📞 halo pa..: kata Edvan sambil menatap ke langit biru yang nampak dari atas balkon , tangan satunya masuk kedalam saku celana dan yang satunya memegang ponsel .
📞Edvan nanti malam ajak istrimu makan malam ya , semua sudah papa siapkan , dan tidak ada alasan sibuk karena tugas mu sudah aku alihkan ke manager dan asisten mu . : perintah pak Richard yang harus Edvan laksanakan dan pak Richard tidak mau ada bantahan lagi .
Edvan menghela nafasnya seperti ada yang sesak di dada namun dia tak mampu untuk melonggarkan nya dengan udara yang masuk kedalam dadanya .
__ADS_1
📞Baik pa: Edvan tidak berani membantah nya dan mengiyakan keinginannya walaupun dia sendiri sebenarnya tidak ingin melakukan nya .
Sambungan telepon terputus Edvan menghela nafas lagi sambil menghirup udara yang terasa panas di atas balkon . Dia melangkahkan kakinya dan tiba - tiba dia berhenti di depan pantry mendengar percakapan beberapa karyawan office girls
" Mila ayo makan! , kita makan di depan yuk banyak orang jualan di depan kantor kita ". ajak salah satu teman office girls nya
" Iya mila aku lihat mulai kamu masuk kamu tidak pernah makan di luar , paling cuma makan mie instant di pantry ." sahut office girls yang lain dengan senyum nya yang sedikit sinis dan bibirnya sedikit di sunggingkan ke atas dengan nada bicara yang sedikit mengejek.
Mila menghela nafasnya dengan dalam hatinya terasa sedikit sakit namun dia tidak mau menghiraukannya demi untuk menabung untuk melunasi hutang belum lagi dia harus mengirimkan sebagian gajinya untuk ibu tirinya di kampung agar adiknya tidak kekurangan sesuatu apapun dan tidak akan di jual seperti dia .
" Tidak makasih , aku sudah bawa bekal dari rumah ". jawab Mila sambil tersenyum kepada rekan kerjanya . Padahal dia tidak membawa bekal ,dia sendiri merasa sungkan kepada Salsa karena makan minum tinggal pun dia di beri gratis oleh Salsa .
" Baiklah kalau begitu kita keluar dulu ya ". jawab rekannya sambil melangkah keluar pantry
" Baik ". jawab Mila dengan senyum nya yang sangat manis .
" Ok .. baiklah .."kata Edvan berpura - pura dengan nada sedikit keras ,dan dia berpura-pura tidak melihat mereka.
Sedangkan mereka masih tetap mengangguk sopan ketika melewati tuan muda mereka , walaupun Edvan berpura- pura tidak melihat mereka. Setelah mereka terlihat jauh dan mengecil dari pandangan dia mencoba mengintip Mila yang berada di pantry melalu jendela pantry.
Nampak Mila sedang mengeluarkan isi dompet dan juga saku celana dan ternyata hanya ada beberapa lembar uangnya . Kemudian dia terlihat sedang menghitung sesuatu dengan tangannya .Terlihat raut wajah nya nampak sedih dan dengan helaan nafasnya menambah aura kesedihan nya. Kemudian dia beranjak dari Kursinya menuju kompor yang ada di pantry dan menyalakan nya, Mila mengambil mie instan yang dia simpan di rak pantry dan memasaknya .
Riko merasa jenuh di ruangan Edvan sendiri dia memutuskan untuk menyusul Edvan ke balkon ,namun ditengah perjalanan dia mendapati kelakuan tuannya yang mencurigakan. Dia mendekati Edvan yang sedang mengintip Mila , Riko mencari tahu siapa yang sebenarnya dia intip sehingga kedua orang tadi sama-sama saling mengintip. Setelah Riko mengetahui tuannya sedang mengintip Mila dia berdehem di sebelah Edvan .
Ehem..
Serentak membuat Edvan terkejut dan gelagapan menatap Riko sudah ada di sampingnya . Edvan berpura - pura tidak melakukan Apa-apa dan Kemudian melangkah kan kakinya menuju ruangan di ikuti Riko .
__ADS_1
Di setiap langkah Edvan dia memikirkan Mila dia merasa kasihan dengan Mila. Dan akhirnya dia mendapat ide untuk menolong Mila . Tiba - tiba dia menjentikkan jarinya membuat Riko terkejut . Riko merasa tingkah Edvan tidak seperti biasanya yang selalu menjaga wibawanya namun sekarang tiba-tiba tanpa sebab dia menjentikkan jarinya .
Edvan yang sadar kelakuannya tidak seperti biasanya kemudian berdehem membenarkan kerah bajunya dan berjalan sedikit membusungkan dada dan merasa dialah laki- laki yang paling keren dan berwibawa.
Edvan duduk di kursinya dan menelepon ke kepala bagian cleaning servis.
📞Tolong suruh office girls yang bernama Mila untuk membawakan makan siang ku dua porsi segera : kata Edvan tegas kemudian menutup teleponnya.
" Tuan ingin makan siang bersama saya, jangan repot - repot tuan saya bisa ke kantin pegawai sekarang ". Kata Riko dengan tersipu malu Riko mengira bahwa makanan itu untuk dia .
" Siapa yang ingin makan bersama mu aku ingin makan sendiri sebaiknya kamu segera pergi ke kantin ". jawab Edvan mencibirkan bibirnya .
" Dua porsi memangnya sanggup tuan ? ".
" Sudah diam sana pergi ".
" Baik tuan ". Dengan lesu Riko meninggalkan Edvan di ruangannya .
Edvan sedari kecil setelah di tinggal mamanya sudah terbiasa makan sendiri di rumahnya karena papa nya sangat sibuk hingga dia tidak pernah menemani makan .Dan sejak ditinggal mamanya dia sangat membenci wanita dan bersumpah hanya membuat wanita mainan saja . Maka dari itu dia suka membeli wanita - wanita yang masih gadis untuk mainannya.
Pak Agus kepala bagian cleaning servis langsung menelepon mila setelah dia mendapatkan perintah dari taun muda. sedangkan Mila yang sedang memakan mie instant terkejut dia membulat kan matanya ketika melihat pak Agus menelepon nya dia segera menelan mie instant yang dia sruput dan masih panas nampak wajahnya memerah karena kepanasan lidahnya menjulur ke depan seperti anjing ,tangan satu nya mengipasi lidahnya dan yang satunya mengangkat telepon dari pak Agus .
📞Mila tolong kamu sekarang antar makanan di kantin untuk tuan muda ya, bilang tuan muda minta dua porsi : perintah pak Agus kepada Mila di sambungan telepon
🏵️🏵️🏵️🏵️
bersambung
__ADS_1