Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Dirumah kakek


__ADS_3

Karena Brian dengan pak Albert sudah sangat dekat jadi obrolan mereka sangat hangat tinggal Edvan saja yang tidak begitu dekat di karenakan Edvan jarang berkunjung kerumah kakeknya .


Dengan bujukan pak Albert akhirnya mereka berdua memetik buah di kebun rumah pak Albert.


Nampak Edvan yang enggan dan risih karena harus memetik buah yang dari dulu tidak pernah dia lakukan . Sedangkan Brian yang terlihat menikmati memetik buah sambil memakan buah yang sudah matang .


" Ih .. apa an sih . Kakek menyuruh ku memetik buah padahal aku kesini cuma ingin mengucapkan terimakasih eh malah di suruh memetik buah ". gumam Edvan sambil memanyunkan bibirnya .


Karena dia tidak fokus memetik buah hingga akhirnya dia memegang sesuatu yang empuk dan berbulu, sedikit hangat dia memijat nya sedikit demi sedikit karena penasaran hingga akhirnya dia memfokuskan apa yang dia pegang . ...


" Ahhhh.. " . jerit Edvan saat dia tahu bahwa yang dia pegang adalah ulat berbulu yang lumayan besar .Dia terkejut hingga melepaskan tangannya dengan spontan .


Kakek dan Brian yang melihat kejadian tersebut langsung tertawa . Wajah Edvan berubah menjadi merah karena malu .


" Makanya seringlah bantu kakek biar gak salah pegang hahaha.. " Ledek Brian


" Apaan sih ". jawab Edvan sebal .


." Ya sudah ..sudah .. ayo kita lanjutkan! Awas hati-hati jangan salah pegang lagi hahahha.. ". pesan kakek sambil bercanda dan menepuk bahu Edvan .


Edvan hanya diam saja karena malu dan shock karena ulat tadi.


Kakek dan juga Brian tertawa bersamaan sambil melanjutkan memetik buah .


Edvan mendekati Brian mumpung dia bertemu Brian di rumah kakek nya . Dan juga mumpung kakeknya lagi asyik memetik buah .Karena niatnya memang untuk mendekati Brian untuk mencari informasi tentang Mila .


" Hai.. hai .. ".Panggil Edvan pelan kepada Brian .


" Apa .. ? ". jawab Brian .


" Ehm.. begini aku mau tanya soal Seseorang?". Tanya Edvan sedikit basa-basi


" Siapa ..?" jawab Brian sedikit acuh


" Kamu kenal dia .?" Tanya Edvan sambil memperlihatkan foto Mila di ponselnya.


" Siapa dia ..? apa hubungannya dengan kamu ?". Brian pura - pura tidak mengenal Mila .


" Dia adalah salah satu pegawai ku , dan beberapa bulan ini menghilang ". kata Edvan berbohong soal Mila .


" Terus kenapa kamu mencarinya ? Dan kenapa kamu tanya pegawai mu kepada ku ?".


.


" Barangkali dia melamar kerja di tempat kamu ".

__ADS_1


." Emang nya aku suka ngambil pegawai orang lain. Enak aza ..". jawab Brian sedikit ketus .


" Buka itu maksud ku ..". Edvan mencoba menjelaskan.


" Terus apa dong , mau menuduhku mengambil pegawai mu sebagai mata- mata. Enak aza .. aku tidak se licik itu .." cecar Brian tersulut emosi.


Pak Albert yang mendengar keributan mereka segera memperhatikan mereka . Namun mereka mengatasi kecurigaan Kakeknya dengan pura - pura bercanda dan tertawa bareng dan berpura - pura menjadi teman yang akrab .


" Kita lagi bercanda kek . sudah lama gak pernah bercanda . hehehhhe ". Edvan sambil merengkuh bahu Brian merangkul nya " benar kan ?". melirik kearah Brian memberi kode untuk ikut berbohong juga .


." Iya kek . kita sudah lama tidak bercanda hehehehe.. ". Brian sambil membalas rangkulan dari Edvan . ...


" Iya sudah .. lanjut metiknya biar cepat selesai terus makan ! ". kata pak Albert sambil tersenyum melihat kelakuan mereka,kemudian melanjutkan aktivitas nya dan tidak memperdulikan mereka lagi .


." Apaan sih. . ?". kata Brian sambil melepas rangkulan dari Edvan dan mengusap bahunya .


" Kamu juga ngapain..?". jawab Edvan sambil menjauh dari arah Brian . ...


Kemudian mereka melanjutkan aktivitas nya ,namun Edvan masih penasaran ingin mencari informasi tentang Mila dari Brian . karena Edvan yakin bahwa Brian mengetahui keberadaan mila.


.


Edvan kembali mendekati Brian . " Kamu benerin gak tahu tentang dia ?".


" Dia siapa ? ".


" Sudah ku bilang aku tidak tahu , masih aja curiga . Memangnya kenapa ? apa hubungannya dengan kamu ? ". Brian balik tanya . " aku jadi curiga nih , sebenarnya siapa dia ?". cecar Brian sambil menatap Edvan dengan tatapan curiga .


." Enggak dia pegawai ku .. Cuman dia punya hutang kepadaku ". jawab Edvan berbohong untuk menutupinya .


" Hutang ..? berapa ?".


" Dua ratus juta .".


" Hah .. pegawai kamu punya hutang sebanyak itu ? . Dia mencuri atau gimana ?".


" Bukan mencuri tapi dia meminjam kepadaku sampai sekarang belum di balikin . Dan sekarang dia menghilang begitu saja ". jawab Edvan mencoba mencari alasan.


"Hahaha.. kamu ini bodoh apa gimana ? ". Brian tertawa meledek Edvan . " Masak bisa di bohongi pegawai sendiri, memangnya kamu suka sama dia ? apa dia seksi ". goda Brian


" Akh..sudahlah jika kamu tidak tahu ". jawab Edvan frustasi dengan candaan Brian .


" Hahhhahha... ada - ada nya kamu ini ". Brian tertawa sambil menepuk bahu Edvan kemudian segera menghindar dari Edvan agar tidak bertanya lagi soal Mila .


Setelah beberapa saat kemudian Pak Albert mengajak mereka masuk dan membersihkan diri dan mengajak mereka makan malam .

__ADS_1


##


Mereka sudah ada di tempat makan dengan hidangan makanan yang sudah siap di santap di atas meja . ...


" Ayo kita makan "Ajak pak Albert sambil membalik piringnya. " Sudah lama kita tidak makan bersama ". Imbuh pak Albert sambil menyendok lauk kesukaan nya .


" Ini makanan kesukaan kamu Edvan ". kata pak Albert menunjuk makanan kesukaan Edvan .


" Iya kek. Kakek masih ingat makanan kesukaan ku ". jawab Edvan sambil membalik piringnya dan mengambil lauk kesukaannya.


" Tentu saja aku ingat semua kesukaan kakek. Dan yang ini kesukaan kamu Brian ". kata pak Albert sambil menunjuk lauk didepannya .


" Tentu kek. Tiap kesini pasti di masakin kesukaan ku . Terimakasih ya kek ". jawab Brian sambil tersenyum dan menyendok makanan kesukaan nya .


" Hahaha ... ayo makan !". ajak pak Albert.


Kemudian mereka pun mencicipi makanan kesukaan mereka sambil sedikit mengobrol untuk mencairkan suasana.


" Oh iya bagaimana dengan perusahaan baru kamu Edvan ?". tanya pak Albert


" Tunggu Edvan punya perusahaan baru kek ?". tanya Brian


" Iya .. " jawab pak Albert .


." Baik kek , semua berjalan dengan lancar. ". sahut Edvan .


" Bagus lah kalau begitu . Jika ada apa-apa bilang sama kakek !. Kakek siap membantu ".


" Terimakasih kek . Edvan kesini juga ingin berterimakasih atas dukungan kakek ". jawab Edvan .


Kakek hanya tersenyum mendengar perkataan Edvan .


." Tunggu boleh aku tahu kenapa Edvan membuat perusahaan baru. Bukannya dia sudah punya perusahaan yang sangat besar ?". tanya Brian penasaran.


" Tidak hanya ingin membuat perusahaan berbeda dan belajar lagi dari awal ". jawab Edvan berbohong dia tidak ingin Brian menertawakan nya bahwa perusahaan nya bangkrut dan diambil alih oleh istrinya .


" Benarkah ..?". Brian tidak percaya masih curiga .


Edvan menghela nafas panjang begitupun dengan pak Albert.


" sebenarnya..". kata pak Albert namun perkataan nya berhenti ketika Edvan menyahut nya .


" Biar aku saja kek yang menjelaskan ". sahut Edvan .


Brian menatap kedua nya dengan tatapan penasaran dan penuh tanya .

__ADS_1


" Sebenarnya perusahaan ku yang dulu bangkrut dan sekarang diambil alih oleh steffi". Edvan mencoba menjelaskan.


" Steffi ..?". tanya Brian penuh penasaran .


__ADS_2