Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Bekerja di cafe


__ADS_3

"Baiklah ". mila langsung berdiri penuh semangat


Dengan semangat mereka berdua berjalan menuju cafe tersebut . Sesampainya di sana Mila dan Tina langsung menghadap manager cafe .


" Silahkan masuk ". kata pegawai cafe mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan manager


"Baik terimakasih ". jawab Tina sambil mengangguk dengan sopan .


Mereka masuk kedalam ruangan disana sudah ada pak manager yang sedang menunggu Mereka .


" Silahkan duduk ". kata manager


" Baik pak ". Jawab mereka berdua kemudian mereka duduk di kursi yang telah disediakan .


" Jadi teman kamu ini yang bernama Mila ? ". tanya manager kepada Tina sambil melirik Mila .


Lumayan cantik dia , kalau aku taruh di bagian klab pasti dia jadi primadona.


Pikir manager sambil menatap Mila dari atas sampai bawah .


" Iya pak benar dia yang bernama Mila ". kata Tina


Mila hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Baiklah , kamu sudah tahu jam berapa kamu masuk dan pulang kerja Mila ? ". tanya manager itu kepada Mila dengan tatapan yang sedikit genit .


" Iya pak , saya minta shift sore sampai malam kira - kira jam 5 - 10 malam ". jawab Mila namun dia tidak berani menatap pak manager karena dia merasa risih dengan tatapan manager itu yang genit .


" Jika kamu mau uang lembur atau tambahan uang apa kamu mau Mila ? ". tanya manager itu dengan senyumnya yang sok di manis-maniskan.


" Maksud bapak ? ". tanya Tina sedikit curiga


" Yang kerja kan Mila kenapa kamu yang tanya , lebih baik kamu diam biar mila yang bicara ". jawab manager sedikit ketus sambil melirik tajam kepada Tina


" Tapi Pak ...? ". kata Tina lagi namun berhenti ketika sorot mata tajam sang manager berubah menjadi tatapan yang melotot.

__ADS_1


" Bagaimana Mila ?". kata manager dengan raut wajah yang berubah menjadi genit menatap Mila .


"Kalau boleh tahu lembur seperti apa ya pak ?. " kata Mila polos .


" Baiklah aku jelasin Mila . Disini kan cafe tutupnya jam 10 tapi saya juga mengelola satu klab malam yang posisinya berada di lantai 2 .Jika saya membutuhkan pegawai misalnya ada seseorang yang sedang izin atau tamu kami sedang banyak apakah kamu bersedia membantu Mila . saya akan membayar kamu lebih tinggi dari gaji saat kamu berkerja di cafe ? ". Kata pak manager dengan manisnya .


Tina merasa curiga , dia mencoba mengisyaratkan kepada Mila untuk menolaknya dengan cara memegang tangan Mila tapi karena Mila terlalu polos dan dia sedang butuh pekerjaan jadi dia tidak berpikir panjang lagi , Mila tidak memperdulikan isyarat dari Tina ,dia menerima tawaran pekerjaan tersebut .


Jika aku menolak pekerjaan ini aku tidak bisa membayar hutang ku dan aku tidak akan segera mendapatkan pekerjaan sedangkan besok aku tidak tahu akan di pecat atau tidak . Lebih baik aku terima saja karena aku benar - benar butuh pekerjaan agar segera melunasi hutangku dan tidak memikirkan soal misi yang mengharuskan aku untuk membuat tuan muda brengsek itu mencintaiku. Aku sudah tidak tahan dengan perilaku dia yang menganggap aku sebagai wanita murahan dan aku juga takut aku di tuduh menjadi pelakor oleh calon istrinya karena sebentar lagi mereka akan menikah , lebih baik aku menghindar dari masalah ini .


Pikir Mila mempertimbangkan semuanya .


Mila tidak pikir panjang lagi dia menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia menyetujui pekerjaan tersebut .


" Baik pak ". jawab Mila sambil mengangguk.


Tina merasa kecewa dengan jawaban dari Mila ."hmmm ...". Tina menghela nafas panjang .


" Baiklah Mila jika kamu setuju besok kamu sudah bisa mulai bekerja ya ". kata manager dengan senyumnya yang tersungging secara manis dan menjabat tangan Mila .


Di perjalanan keluar Tina masih diam tidak mengucapkan apapun terhadap Mila , namun setelah mereka sudah di luar cafe dan berjalan menuju taman Tina mengutarakan kecurigaan nya kepada Mila .


" Mila kenapa kamu menerima untuk menggantikan pegawai klab , apa kamu tidak merasa curiga atau takut ?". tanya Mila


" Memangnya kenapa Tina itu kan cuma jadi pengganti lagi pula aku akan digaji lebih besar dari gajian ku di cafe , itu kan lumayan Tina ?". jawab Mila dengan polosnya


" Tapi Mila aku kuatir jika terjadi sesuatu dengan mu ". sambil menghentikan langkahnya dan memegang tangan Mila .


"Jangan kuatir Tina aku akan menjaga diri baik-baik ". jawab Mila sambil membalas pegangan tangan Tina .


" Baiklah Mila aku cuma memperingatkan kamu karena kamu dari desa dan kamu belum pernah berpengalaman tentang klab malam . jadi aku minta kamu hati-hati ya ,jangan mudah percaya pada orang lain di kota ini mila ". Kata Tina memperingatkan Mila


" Baiklah Tina jangan kuatir , terimakasih ya kamu sangat perhatian padaku ". jawab Mila sambil tersenyum manis .


" Baiklah , kalau begitu aku pulang dulu ya sampai jumpa besok Mila ". Kata Tina sambil melambaikan tangannya kepada Mila

__ADS_1


" Ok . sampai jumpa ". jawab Mila sambil membalas lambaian tersebut.


Akhirnya mereka berpisah di depan taman dan Mila berjalan sendiri menuju rumah Salsa . Sesampainya di rumah Salsa ,Mila langsung masuk kedalam rumah mencari Salsa yang biasanya berada di ruang tamu sedang menunggu Mila . Namun hari ini Salsa tidak berada diruang tamu dan akhirnya Mila mencari ke seluruh ruangan namun dia tidak menemukan nya .


" Mbak dimana kak Salsa ? ". tanya Mila kepada pembantu di rumah Salsa


" Non Salsa keluar non Mila katanya ada saudaranya atau temannya yang sedang menikah ". jawab pembantu rumah Salsa .


" Oh begitu ya , Jika nanti datang kabari aku ya mbak!". kata Mila


" Baik non ". jawab pembantu rumah Salsa .


Kemudian Mila naik kedalam kamarnya.


***


Suasana dirumah Edvan.


Dihalaman rumah Edvan berjajar mobil mewah untuk mengantar pengantin pria ke acara pernikahan. Terlihat para pegawai ,asisten rumah tangga dan pembantu mereka sedang sibuk menyiapkan semuanya . Didalam rumah terlihat beberapa saudara ,papa Edvan dan beberapa orang penting lainnya . Sedangkan Edvan masih belum datang .


" Kemana Edvan ? ". tanya papa Edvan yang bernama Richard kepada salah satu asistennya.


" Maaf tuan , tuan Edvan sedang menuju kemari " . jawab asistennya.


"Hmm baiklah ". jawab Pak Richard yang duduk di kursi mewahnya.


Terdengar rombongan mobil mewah masuk kedalam halaman rumah , terlihat pegawai ,pengawal dan orang yang berada di area tersebut memberi salam dengan sopan sambil membungkuk kan badannya.


" Silahkan masuk Tuan besar ". kata salah satu pengawal Pak Richard mempersilahkan seseorang paruh baya rambutnya yang hampir putih semua namun tubuhnya yang masih gagah .


Dia tidak menjawab nya hanya mengangguk saja dan masuk kedalam rumah di ikuti pengawal dan beberapa saudara dari pak Richard.


"Tuan , tuan besar datang ". kata asisten pak Richard dengan lirih kepada pak Richard sambil membungkukkan badannya.


"Hmmm...". pak Richard hanya bergumam saja tidak berkata apa-apa

__ADS_1


****


__ADS_2