
Mila hampir pingsan namun dia berusaha sekuat tenaga menahan agar dia terlihat tegar dan melupakan kejadian yang mengerikan tersebut.
singkat cerita mereka sudah ada di sebuah cafe dekat galeri .
" Apa yang kamu inginkan ?". Tanya Mila sedikit tegang.
" Aku kesini hanya ingin meminta maaf kepada mu ?".
" Pantaskah aku memaafkan mu setelah semua ini terjadi padaku ?".
." Aku tahu mungkin aku tidak pantas mendapat maaf mu.Tapi aku mohon maaf kan aku dan bantu aku !".
" Apakah kamu masih sanggup meminta bantuan ku setelah apa yang kamu lakukan ?".
" Maaf Mila sungguh aku minta maaf , aku sudah mencegah Steffi waktu itu namun rasa cemburunya menguasai semua pikirannya hingga dia tidak bisa dikendalikan ".
" Lalu apa mau kamu sekarang ?".
" kau boleh melaporkan aku ke polisi aku akan bertanggung jawab atas kecelakaan itu ,namun aku mohon bantu aku sekali ini saja !".
" Apa yang kau ingin kan ?. Tentu aku akan melaporkan kalian ke polisi atas kecelakaan tersebut dan kalian harus bertanggung jawab ".
" Baik.. Aku bersedia dan jika kamu memerlukan bukti dan saksi aku sudah siapkan semuanya ".
" Apa maksudmu?".
" Karena aku tahu itu hal yang salah dan harus di pertanggung jawab kan makanya aku datang kesini untuk itu ".
Mila masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Erwin .Mila masih menatap Erwin penasaran dengan maksud dan tujuan nya .
Kemudian Erwin mengutarakan semua rencananya dan menjelaskan semua kepada Mila . Mila nampak sedikit memahami namun dia masih ragu untuk menyetujui semua rencana Erwin .
" Baiklah kamu tidak perlu menjawab nya saat ini , kamu boleh menyetujui nya dan kamu boleh tidak menyetujui nya . Aku tidak akan memaksa. Namun selepas dari itu aku akan tetap tanggung jawab atas semua perbuatan ku dan juga Steffi ".
" Aku akan pergi . Dan akan aku pikirkan ".
" Terimakasih Mila hubungi aku jika kamu sudah memikirkan nya ". jawab Erwin sambil menyerahkan kartu namanya .
###
" Tuan saya mengatur semuanya ".
__ADS_1
" Kapan aku bisa menemui nya ?". Tanya pak Albert kepada asisten nya .
" Sekarang tuan , dia sedang kesulitan keuangan untuk biaya rumah sakit cucunya . Dia baru datang dari luar negeri dua Minggu yang lalu ". Tutur assisten nya
" Baik bawa aku kesana !".
" Siap tuan ".
Pak Albert dan juga asisten nya menuju rumah sakit menemui seseorang yang dibicarakan .
Mereka masuk kedalam ruang rawat , yang keadaan nya sangat memprihatinkan. Terlihat anak kecil yang terbaring lemas di ranjang pasien dan juga seorang ibu yang memegang tangan nya dengan erat dan seorang ayah yang nampak putus asa dan juga seorang kakek yang tersandar di kursi merasa frustasi .
" Tuan besar ". Kata kakek tersebut nampak terkejut.
Tuan besar tidak menjawab hanya berdiri dan melihat keadaan sekitar . Semua keluarga menatap ke arah tuan besar tersirat pertanyaan besar di dalam pandangan mereka .
" Maaf tuan keadaan nya seperti ini saya tidak bisa melayani tuan dengan baik ". Kata kakek tersebut sambil berdiri dan mempersilahkan pak Richard duduk .
" kamu tidak perlu kuatir aku hanya ingin melihat keadaan cucumu ".
" Terimakasih tuan ".
" Iya tuan ". Sahut ibu anak tersebut sambil melepas tangan anaknya dan memohon kepada tuan besar serasa dia mendapatkan jalan keluar.
" Apa yang kau lakukan anak ku ?". kata kakek mencegah ibu tersebut memohon kepada tuan tersebut .
" Ayah kita butuh biaya untuk anak ku dia dalam keadaan yang kritis,jika dia tidak mendapat kan biaya untuk operasi bagaimana aku bisa hidup tanpa nya ayah . Aku mohon ayah!". Jawab ibu tersebut sambil memohon kepada kakek tersebut.
" Tenanglah aku akan membiayai semua biayanya ". Jawab pak Albert
" Terimakasih tuan". Jawab ibu tersebut sambil melipat kedua tangannya di depan wajahnya.
Nampak kakek merasa sedih dan juga putus asa namun juga terlihat sangat lega.
" Sudahlah kamu tidak usah kuatir biar asisten ku yang mengurus semuanya ". imbuh pak Albert sambil memegang kedua tangan yang di lipat ibu tersebut .
" Terimakasih tuan ".
" Apakah kita bisa bicara ?". tanya pak Albert kepada kakek tersebut.
" Baik tuan ". Jawab kakek tersebut kemudian mengikuti langkah kaki pak Albert
__ADS_1
Singkat cerita pak Albert mengajak kakek tersebut ke suatu tempat dimana dulu mereka selalu minum kopi bersama.
" tempat ini masih sama seperti dahulu". Kata pak Albert
" Iya tuan ".
" Apa kamu masih ingat kita sering minum kopi disini ".
." Tentu saya ingat tuan ".
Dan ternyata kakek tersebut adalah salah satu orang kepercayaan pak Albert yang tiba-tiba hilang tidak ada kabar berita setelah kejadian yang menimpa keluarga Edvan berantakan.
" Apa kamu ingat kejadian 15 tahun yang lalu?".
Seketika kakek tersebut terdiam tidak mampu berkata apa-apa. Raut wajah nya tampak sedih dan merasa bersalah .
Tuan besar menatap tajam ke arahnya sambil menyeduh kopi di depan nya.Sedangkan kakek tersebut tidak berani menatap tuan besar .Dia terus menunduk dan merasa bersalah.
"Apa ada yang ingin kamu katakan?". tanya tuan besar .
Kakek tersebut masih menunduk ketakutan namun perlahan dia mulai menatap tuan besar dengan perasaan bersalah .
" Maaf tuan saya masih mengingat nya ".
" Apakah ada yang kamu ketahui tentang kejadian tersebut?".
Kakek itu kembali menunduk dia merasa takut dan juga bersalah .
" Kamu tidak perlu takut aku tidak akan menyakitimu dan juga keluarga mu . Aku akan membantu keluarga mu jika kamu mau mengungkapkan semua kebenaran yang telah merusak rumah tangga anak ku ".
Dia perlahan menatap tuan besar seakan meminta perlindungan dan pertolongan.
" Apa kamu tahu siapa orang yang merusaknya ?". Tanya tuan besar lagi
" Kenapa kamu tiba-tiba menghilang? apa kamu tahu rahasia di balik ini semua ?". Cecar pertanyaan tuan besar .
*****
Happy reading
semoga kalian suka dengan cerita nya 😘
__ADS_1