
Mila mulai merintih , apalagi ketika ujung jelly Edvan putar dan dia mainkan. ..
"Ahh...Tuan ".
Edvan melepas tali yang melingkar di pinggang Mila ,bath robe yang dipakai Mila merosot meluncur kebawah.Sehingga nampak keindahan lekuk tubuh Mila .
Edvan memutar tubuh Mila hingga mata mereka saling beradu ,nafas mereka mulai berkejaran.Edvan mendaratkan bibirnya di Cherry merah milik Mila.
"Rasanya sangat manis ".
Edvan berbisik di telinga Mila.Lanjut kembali ******* Cherry merah bergerak lincah menggigit nya dan menelan kemudian memasukkan lidah dan memainkannya .
Lidahnya memenuhi semua ruangan bergerak gemulai kesana-kesini membuat gairah Mila membuncah.Mila mengikuti semua permainan dia mulai bergerak lincah menggigit dan mengulum .Lidahnya pun ikut masuk dan bergerak lincah hingga ke duanya beradu .
Suasana makin panas , Edvan mendorong Mila ke ranjang dan jatuh terlantang . Edvan mendekat ke tubuh Mila ,tatapan mereka saling beradu namun ketika Edvan sudah mendekat dan menyisakan beberapa centimeter Mila memejamkan mata mengisyaratkan dia pasrah.
tok...tok...
Suara ketukan pintu membuat hasrat Edvan menurun. Mereka berdua fokus menatap ke arah pintu .
" Sial... siapa yang berani mengetuk pintu kamar ku ? ". Edvan kesal
Mila bergegas berdiri membenahi penampilan nya .
" Iya sebentar ". sahut Mila sambil menata nafas dan juga detak jantung yang masih belum normal.
" Nona masakannya sudah siap ".
.
" Baik Bi ". jawab Mila segera membuka pintu.
" Dasar sial , apa perlu aku kosongkan apartemen ini biar tidak ada pengganggu ." gerutu Edvan sambil mengusap wajahnya kasar.
" Tuan, anda sudah pulang ? . maaf tuan saya tidak tahu kehadiran anda ". tanya Bi inem ketika Edvan menyusul Mila ke ruang makan .
Edvan mengangkat tangan nya sambil tersenyum tanpa membalas pertanyaan dari Bi inem . Mereka berdua duduk di tempat makan dengan posisi saling berhadapan . Tatapan mereka sedikit canggung karena permainan ke dua mereka gagal lagi .
__ADS_1
" Baiklah nona bibi pulang dulu ya,karena tuan muda sudah datang ". Bi inem berpamitan kepada Mila setelah menyiapkan makanan mereka .
" Baik Bi ". jawab Mila sambil tersenyum.
Suasana di ruangan ini masih canggung dan sedikit kaku tidak ada pertanyaan dan juga jawaban dari kedua belah pihak yang ada hanya suara berisik dari sendok ,garpu dan piring.
Mila pun tidak tahu harus memulai perbincangan tentang apa ,sedangkan Edvan pun juga tidak bisa memulai percakapan . Meraka hanya saling mencuri pandang .
"Ehemm... bagaimana kalau malam ini kita nonton film bersama ? ". Edvan mulai mencairkan suasana.
"Ekhmm. ... iya tuan ". Jawab Mila sedikit salah tingkah.
Selesai makan Edvan memutar film romantis di televisi. Suasana malam ini lumayan dingin apalagi ruangan dengan suhu AC cukup membuat suasana cocok untuk mencari kehangatan.
" Kemari lah ". ajak Edvan menepuk sofa yang berada disampingnya.
Mila sedikit ragu dan malu menuruti kemauan Edvan . Dia sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak keinginan Edvan . Harga diri yang dia junjung tinggi harus kandas ketika berhadapan dengan Edvan . Mengingat Edvan sudah banyak membantu Mila dan Mila pun merasa harus membalas kebaikan Edvan dengan cara yang sebenarnya tidak dia inginkan.
Namun beberapa hari bersama Edvan ,pandangan Mila terhadapnya berubah . Mila sedikit menaruh simpati kepada sikap Edvan yang lembut dan penuh kasih sayang.
Film pun mulai di putar ,mereka berdua menikmati film tersebut.
Waktu ada adegan bermesraan jantung Mila berpacu lagi dengan tidak normal . Keringat dingin keluar di telapak tangan Mila . Edvan pun merasakan gairah nya tergugah apalagi pisang panjang Edvan mulai berdiri ketika melihat adegan erotis yang diperankan oleh artis wanita .
.
Adegan demi adegan romantis terpampang didepan mereka hingga menuju puncak adegan panas. Dengan refleks Mila mematikan televisi didepannya.
Edvan menoleh kepada Mila dengan tatapan sedikit heran.Nampak nafas Mila sudah tersengal . Suhu ruangan terasa panas bagi Mila ,walaupun pada kenyataannya suhu nya dingin .
Edvan tersenyum dengan kelakuan Mila .
" Apa kamu tidak suka film ini ? , baiklah kita ganti saja dengan film horor ya ". tanya Edvan sambil mengambil remote dan menyalakan lagi televisi nya ,seakan Edvan mengerti kegelisahan Mila.
Mila salah tingkah wajahnya memerah karena malu.
Film horor pun diputar adegan demi adegan pun berlanjut. ketika adegan film dimenit menegangkan mata Edvan membulat memfokuskan pandangan ke arah televisi nampak dia sangat seru menonton film horor tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Mila merasa takut dia menutup kedua matanya dengan tangan ,sedikit mengintip tiap adegan . Hingga ketakutan mila sudah tidak bisa terbendung lagi ketika adegan aktor pemeran hantunya keluar . Tanpa sadar Mila menjerit dan bersembunyi di lengan Edvan .
Edvan sedikit terkejut dengan jeritan Mila , tapi ketika melihat perilaku Mila yang menggemaskan Edvan memeluk erat Mila .
" Apa kamu takut ? ". tanya Edvan sambil mengelus rambut Mila .
Mila tidak berani mengangkat wajahnya karena ketakutan dan masih menutup kedua matanya . Edvan tersenyum melihat tingkah Mila yang menggemaskan .
" Sudah .. sudah adegannya sudah berakhir kamu bisa membuka matamu ". Sambil mengelus lembut pipi Mila .
Sedikit demi sedikit Mila melepas kedua tangan dari matanya dan juga pelan - pelan dia membuka mata. Edvan meraup wajah Mila dengan lembut dan mendaratkan kecupan mesra di keningnya.
Mereka berdua beradu tatapan lagi ,nampak gairah Edvan membuncah ketika melihat tatapan Mila yang menggemaskan ,tangan Edvan masih bertengger di pipi Mila mengelus dengan lembut .Mila memegang tangan Edvan dengan erat gairah Mila pun mulai tergugah.
Tanpa sadar mereka sudah beradu skill saling mengulum dan ******* kemudian beradu kelincahan lidah mereka .
"Auw..". jerit Mila ketika Edvan menggigit jelly merah milik Mila karena gemas .
" Malam ini aku tidak ingin gagal lagi sayang ". bisik Edvan di telinga Mila .
Setelah berbisik ditelinga Mila bibir Edvan menjelajah ke leher jenjang Mila membuat tanda merah yang merata . menjilat dan menggigit pelan di seluruh leher membuat Mila mendesah.
.
Menjelajah lagi di kedua buah kekenyalan milik Mila yang sedikit mengeras dan sedikit menantang . Hembusan nafas Mila yang mulai tidak beraturan membuat dua kekenyalan miliknya makin menggoda .
" Malam ini kau sangat menggoda ". kata Edvan lirih .
" Kita tuntaskan permainan kita malam ini ". imbuh Edvan .
Mila tak menjawab satu kata pun dia menahan gairahnya yang semakin membara hingga dia menggigit bibir bawahnya ketika Edvan mulai menyesap kekenyalan miliknya .
Oh begini kah rasanya? waktu pertama aku merasakan sangat sakit apakah aku juga akan merasa sakit lagi ?
Batin Mila sambil menggigit bibir nya. Tanpa sadar dia mulai meremas rambut edvan yang bergerak lincah membuat Mila tak kuasa menahannya.
πΌπΌπΌπΌ
__ADS_1