
" Steffi ..?". tanya Brian penuh penasaran .
Edvan diam tidak menjawab pak Albert pun tidak menjawab karena pak Albert menghargai Edvan karena Steffi adalah istrinya takut nanti Edvan tersinggung.
" Bukannya Steffi adalah istri kamu ? seharusnya dia menyelamatkan perusahaan mu bukan langsung mengambil alih perusahaan. Dan mempercayakan suaminya untuk mengelola perusahaan nya " Tanya Brian .
Edvan masih terdiam begitu juga pak Albert.
" Dia bukan istriku aku sudah mengajukan gugatan cerai untuknya ". jawab Edvan singkat dan jelas .
" Cerai ..?". Brian dan pak Albert bertanya bersamaan karena terkejut .
" Jadi kamu benar-benar menceraikan dia ?".tanya pak Albert tidak percaya Edvan mengambil keputusan secepat itu .
" Memangnya kenapa kamu harus cerai ? apa karena perusahaan?". tanya Brian .
Edvan sudah seperti berada di kursi panas yang sedang di interogasi oleh mereka berdua ...
" Iya kek ,aku sudah memikirkan baik-baik bahwa ini adalah keputusan terbaik ku . Aku tidak ingin perusahaan ku nanti ada ikut campur Steffi dan juga papa. Aku ingin berdiri sendiri dan membuktikan bahwa aku mampu tanpa mereka " Jawab Edvan dengan mantap dan percaya diri .
" Iya sudah , kalau itu memang keputusan terbaik kamu . Kakek hanya bisa mendukung mu ". jawab pak Albert sambil menghela nafas panjang , ada sedikit kelegaan didalam dadanya.
" Terus ?". Sahut Brian
" Apanya yang terus ?". jawab Edvan
" Pertanyaan ku kenapa tidak dijawab ?".
" Kamu tidak usah tahu permasalahan rumah tangga ku, " jawab Edvan ketus
" Bukan begitu maksudku siapa tahu aku bisa membantu kamu ".
" Iya benar Edvan kalian adalah saudara sudah sebaiknya kalian saling tolong - menolong ". ujar kakek sambil melanjutkan melahap makanan di piringnya .
Edvan nampak terdiam dan berfikir sedangkan Brian mulai asyik menyantap makanannya .
" Tunggu... bagiamana keadaan gadis yang kamu tolong waktu itu ?". tanya pak Albert membuat Brian salah tingkah, dia takut bahwa Edvan curiga kepadanya .
" Oh.. itu .. dia baik - baik saja , dan sekarang sudah siuman ". jawab Brian sedikit ragu karena dia takut Edvan mencurigainya .
__ADS_1
" Bagus lah . kakek sangat senang dan tidak kuatir lagi . Dan semoga kakek segera bisa menemuinya ". jawab kakek dengan kelegaan .
Sedangkan Edvan menatap Brian curiga ." Siapa gadis yang kamu tolong ?"
" Bukan siapa -siapa ". jawab Brian . " Wah makanannya enak kek aku mau tambah ". imbuh Brian mengalihkan topik pembicaraan agar tidak berlarut-larut dan tidak membuat Edvan curiga .
Namun Edvan terlanjur curiga dan dia sudah mengira bahwa gadis yang dia tolong adalah Mila .
Pertemuan kedua saudara dengan kakeknya nampak begitu hangat ,Mereka menghabiskan makan malam bersama. Dan berbincang-bincang banyak hal . Namun ada yang masih mengganjal di hati Edvan tentang gadis yang ditolong Brian ,dan Edvan berencana akan menanyakan saat keluar dari rumah kakeknya.
" Kek aku pulang dulu ya karena besok aku masih ada acara ". pamit Brian .
" Lho.. tidak menginap disini temani kakek?". pinta pak Albert
" Maaf kek besok malam aku kesini lagi , dan aku janji akan menginap disini ". jawab Brian sambil tersenyum kepada kakeknya .
" Aku juga pamit kek, besok aku harus memimpin rapat untuk perusahaan baruku?". sahut Edvan
" Kamu pulang juga ?, baiklah kalau begitu hati-hati ya . Jangan lupa sering kunjungi kakek biar kakek tidak kesepian ". Pesan pak Albert kepada kedua cucunya .
" Siap kek ". jawab Brian sambil memberi hormat .
Akhirnya kedua saudara pergi bersamaan meninggalkan rumah kakeknya. Namun sebelum Brian keluar dari halaman Edvan mencegatnya.
" Aku ingin berbicara dengan mu ,ikuti aku!". perintah Edvan sambil berjalan menuju mobil nya dan memberi isyarat agar Brian mengikutinya .
Brian hanya bisa mengikuti perintahnya walaupun dia bisa menebak ke arah mana pembicaraan nya ,namun dia tetap mengikuti Edvan agar dia tidak tambah curiga .Dan Brian punya rencana untuk bertanya tentang Steffi dan tentang perasaan nya terhadap mila .
Sesampainya dia satu cafe Edvan berhenti dan memarkir mobilnya di ikuti oleh Brian . Kemudian mereka berdua memesan kopi . Brian dan Edvan duduk berhadapan dengan tatapan penuh tanya dan curiga.
Edvan mulai menyeruput kopi nya di ikuti oleh Brian .
" Siapa gadis yang kamu tolong ? Apa dia Mila karyawan ku ?". Tanya Edvan penuh dengan selidik dan kecurigaan.
"Apa maksudmu ? siapapun yang aku tolong itu bukan urusan mu ?". jawab Brian dengan ketusnya .
" Benarkah dia bukan mila karyawan ku ?".
" Memangnya apa urusan mu jika dia memang karyawan mu ? ".Brian Sedikit tenang dia membalikkan pertanyaan Edvan .
__ADS_1
" Dia adalah urusan ku Karena hutangnya belum lunas kepada ku ".
Brian menyeruput kopi nya lagi " Apa hanya urusan hutang saja atau ada yang lain?". Tanya Brian menyudut kan Edvan .
Edvan nampak bingung harus menjawab pertanyaan Brian dengan jawaban apa. Dia menyeruput kopinya untuk menenangkan diri.
" Memangnya kalau ada urusan yang lain kenapa? apa urusannya dengan mu ". Edvan membalikkan pertanyaan Brian .
" Tentu itu urusan ku karena aku yang telah menolong nya jadi segala urusan yang berhubungan dengan dia itu juga urusan ku ". jawab Brian semakin menyudutkan Edvan .
" Jadi benar gadis yang kamu tolong adalah dia , Mila karyawan ku ?".
" Iya benar ". jawab Brian tanpa basa-basi lagi .
" Bagiamana keadaan nya ?". tanya Edvan merasa kuatir.
" Kamu belum menjawab pertanyaan ku maka aku tidak akan memberitahu keadaan dan juga keberadaan nya ".
Edvan terdiam dia terdesak dengan pertanyaan dan juga perkataan Brian hingga Edvan memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
" Karena aku mencintainya dan dia adalah wanita simpanan ku ". jawab Edvan sambil menunduk sedikit malu terhadap Brian .
" What...hah.. ". kata Brian kesal kemudian menyeruput kopinya untuk meredam kekesalan nya .
" Mencintai nya?? wanita simpanan?, apa kamu sudah gila ? . Bagaimana dengan Steffi apa ini ada hubungannya dengan Steffi?". cecar Brian menghujani beberapa pertanyaan kepada Edvan .
" Iya aku mencintainya , Ini memang ada hubungannya dengan Steffi maka dari itu aku akan menceraikan nya ".
" Cerai ?, semudah itu kah kamu menceraikan istri mu ?,apa kamu tidak mencintai steffi lagi ?". Brian kembali menghujani beberapa pertanyaan.
" Aku tidak pernah mencintai Steffi , aku menikah karena papaku mendesak ku agar perusahaan kami bisa bersatu dan berkembang lebih baik. Namun prediksi papaku salah Meraka hanya ingin memanfaatkan kami untuk keuntungan mereka sendiri ". tutur Edvan .
" Lalu apa yang akan kamu lakukan terhadap mila dan juga Steffi ?".
" Aku akan menceraikan Steffi dan akan menikahi Mila ". jawab Edvan begitu mantap .
" Menikah ? apa kamu yakin dia akan menerimamu? Setelah kejadian ini menimpa Mila ?". tanya Brian
" Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Mila saat ini ,yang aku pikirkan saat ini hanya ingin melindunginya dari Steffi. Karena aku yakin Steffi tidak akan tinggal diam jika dia mengetahui nya ".
__ADS_1
"Melindungi nya ?, tapi kenapa semua ini terjadi jika kamu mampu melindunginya ?, apa kamu yakin kamu bisa melindunginya ?" , Brian Kembali menghujani pertanyaan kepada Edvan yang membuat Edvan semakin frustasi .