
" Kenapa tiba-tiba aku memikirkan Salsa seharusnya aku fokus dengan masalah mereka kenapa aku malah memikirkan keadaannya? . Akh... sial !!". gumam Brian dengan kesadaran nya .
Kemudian dia melajukan mobilnya menuju rumah sakit menjenguk Mila . Sesampai di rumah sakit menuju kamar Mila Brian bertemu dengan dokter yang menangani Mila .
" Dokter ..". sapa Brian ketika mereka saling berpapasan.
" Halo tuan Brian . Apa kabar ? ". sambil menjabat tangan Brian seraya menepuk bahu Brian .
" Baik dokter. Oh iya dokter bagaimana keadaan Mila?".
" Banyak kemajuan, kemungkinan sembuh lebih cepat dari tanggal yang kita perkiraan . "
" Wah . bagus dokter . Terimakasih dokter atas kerja keras anda selama ini ".
" Sama-sama. Tapi kamu juga harus berterima kasih sama teman anda karena dia dengan sabar menemani dan merawat Mila setiap hari ".
." Teman saya ?". Brian bertanya-tanya siapa temannya yang setiap hari merawatnya setahu dia tidak ada satu temannya yang tahu tentang Mila
" Iya teman anda yang kemaren menjenguk Mila ,saat itu anda mengajak dia keluar dan berbincang ". dokter itu menjelaskan saat bertemu dengan Salsa.
" Oh .. Salsa ..".
" Iya benar ". Jawab dokter sambil mengangkat jarinya menandakan jawabannya benar.
" Baiklah tuan Brian saya pergi dulu ya, ada pasien yang sedang menunggu di ruangan ". pamit dokter kepada Brian
" Baik dokter, sekali lagi terimakasih ".Jawab Brian sambil melipat tangan di depan .
" Iya sama-sama ".
Kemudian mereka melanjutkan langkah masing-masing menuju ke tujuan mereka.
" Salsa ???..".
" Dia yang merawat Mila ???". bisik tanya Brian mengiringi langkah kakinya menuju ruangan Mila .
" Tuan apa kabar ?". sapa suruhan Brian yang di tugaskan untuk menjaga kamar Mila saat ada di depan ruangan Mila .
" Bagaimana apa keadaan aman?" tanya Brian sedikit berbisik
" Aman tuan , didalam ada nona Salsa ". jawab bawahan Brian sambil menoleh ke ruangan Mila.
" Salsa ..?". Brian heran lagi sudah dua kali orang menyebut nama salsa.
" Iya tuan ".
__ADS_1
" Ok..ok .. ". jawab Brian kemudian masuk kedalam ruangan.
ceklek...
Suasana ruangan yang dingin dan di penuhi aroma bau-bauan medis .Cat tembok yang berwarna putih dan interior yang bernuansa putih juga .
Mila masih terbaring menggunakan alat bantu oksigen dan juga infus yang masih tergantung dan masih berselimut warna putih.
Matanya masih terpejam . Disamping Mila nampak salsa yang tertidur dengan posisi duduk nampak kelelahan dengan tangan yang memegang tangan Mila .
Brian nampak kasihan melihat salsa yang kelelahan dan ketiduran . Brian mendekati Salsa menatap salsa penuh haru.
" Kasihan dia..".
Sekali lagi dia menatap Salsa dan menyibak rambut Salsa yang sedikit menghalangi pandangan mata Brian menatap seluruh wajah salsa.
" Ternyata dia manis juga ya .." bisik Brian saat menyibak rambut Salsa sambil mengamati wajahnya.
Karena tidak tega melihat Posisi salsa yang sedang duduk sambil tertidur tanpa basa-basi lagi Brian membopong tubuhnya ingin membawanya ke sofa agar bisa tidur di sofa dengan nyaman .
" Akh.. ternyata dia berat juga , tapi dia sangat menggemaskan ". bisik Brian lagi sambil membopong Salsa.
" Berat.... ". gumam Brian saat sudah hampir sampai di sofa .
" Ahhh... ". jerit Salsa.
Brian terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan Salsa tapi untungnya tidak jatuh ke lantai Salsa terjatuh di sofa karena memang sudah hampir sampai di sofa .
Bruukk...
" Aduh sakit ". keluh Salsa.
" Eh ..maaf aku tidak sengaja . Aku terkejut saat kamu berteriak ". jawab Brian sambil membantu Salsa duduk kembali .
" Kamu sengaja kan ingin menjatuhkan aku !". jawab salsa ketus .
" Sudah aku bilang aku tidak sengaja, lagian siapa suruh badanmu berat ". Jawab Brian dengan raut wajah sebal.
" Apa kamu bilang aku berat ?". tanya salsa dengan nada marah dengan tatapan melotot .
" Emang berat ". jawab Brian sambil melengos .
" Kamu ya ... ! , kalau tahu berat kenapa kamu menggendong ku ? , dasar lemah !!".
" Apa..?".
__ADS_1
Sorot mata mereka bertemu dengan tajam beradu dengan sinar kemarahan masing-masing. Entah sorot ini akan berubah menjadi sorot cinta atau sorot kebencian.
Sorot mereka pudar saat Mila mulai menggerakkan tangannya kembali dan sontak membuat salsa berlari menghampiri Mila dan meraih tangan nya .
" Mila apa kamu sudah sadar ?". tanya salsa perlahan sambil terus memegang erat tangan Mila .
Mila masih belum bisa berbicara hanya bisa membuka mata dan menatap keduanya . Setelah beberapa menit perawat penjaga datang untuk memeriksa keadaan Mila . Dan mereka berdua memutuskan untuk keluar dari ruangan .
" Apa kamu sudah makan ?". tanya Brian tiba - tiba .
" Tidak aku diet ,biar tidak berat ". jawab salsa ketus .
" Marah nih .. ". kekeh Brian .
" Ayo makan ..!!". ajak Brian sambil menyeret tangan salsa.
Salsa tidak bisa berkutik lagi dia hanya bisa mengikuti Brian .
" Aku sudah mendapatkan alamat lengkap mereka ". Brian memulai pembicaraan saat mereka sedang menikmati makanan .
."Alamat ..?".
" Alamat adik kandung Mila ".
" Adikku ??".
" Iya ".
.
" Dimana ?". Tanya salsa nampak serius .
" Apa kamu mau ikut besok ? Aku akan pergi mengunjungi nya ?".
" Iya . Aku ikut . Aku akan mengambil adikku bagaimana pun caranya . Walaupun harus membelinya aku akan membelinya ". jawab salsa dengan penuh kematangan dan penuh semangat.
" Baiklah aku akan membantu ".
" Terimakasih ". jawab salsa sambil tersenyum
###...
Hai readers selamat membaca ya .
jangan lupa like comment subscribe dan giftnya ya ... 🤭🤭
__ADS_1