
Brian hanya tersenyum saja,sedangkan salsa merasa curiga dengan mereka berdua hingga pandangan nya terhadap ibu Wati dan juga Brian berubah .
" Sepertinya dia barang baru yang saya cari ". jawab Brian sambil melirik ke arah gadis itu .
" Dia tuan ?". jawab ibu Wati melirik juga ke arah Raisya adik Mila dan Salsa.
" Iya .. dia . Dia cantik lugu menarik dan sederhana . Pasti banyak yang menyukai nya ". tambah Brian .
Sedangkan Raisya punya firasat tidak enak melihat Bu Wati dan juga Brian berbicara sambil melirik dia . Raisya segera masuk kedalam dan membuatkan minuman untuk mereka. Sedangkan Salsa masih belum menentukan sikap nya dia masih mengamati pembicaraan Brian dan Bu Wati .
" Tentu saja dia banyak yang menyukai tuan ,tapi mohon maaf saya sudah menjual nya kepada seseorang dengan harga bagus dan hari ini akan di jemput ". jawab Bu Wati membuat Brian kecewa .
" Maksud ibu ?".
" Dia sudah saya jual tuan tinggal tunggu jemputan". jawab Bu Wati memperjelas pertanyaan Brian .
" Berapa ? . Saya akan membelinya lebih dari yang ibu tawarkan ". Tawar Brian serius
" Tiga ratus juta ".
" Tiga ratus juta ?". Brian mengulangi perkataan Bu Wati untuk memperjelas .
" Iya tuan . Tiga ratus juta ". jelas Bu Wati
" Baik saya akan membeli tiga ratus lima puluh juta ". timpal Brian .
" Tunggu ". Salsa memotong pembicaraan mereka .
" Maaf Bu , saya perlu bicara dengan rekan saya ". Sela salsa sambil menggeret tangan Brian dan membawanya keluar .
" Eits... eits .. kenapa nih ?". tanya Brian sambil menahan sakit karena tangannya di pegang erat oleh Salsa .
" Katakan padaku apa rencana mu sebenarnya?". tanya Salsa dengan raut wajah sedikit marah .
__ADS_1
Brian tidak menjawab hanya tersenyum dan bersikap santai dan tenang .
" Apa maksud mu dengan tawar menawar dengan ibu Wati ? Jawab aku ?". cecar Salsa panik .
" Tenang Salsa kamu ikuti saja rencanaku ". jawab Brian mencoba menenangkan Salsa.
" Tenang kau bilang . Dia adikku aku tidak bisa tenang . Apa maksudmu dengan menawar tiga ratus lima puluh juta ?. Kamu kira dia barang yang diperjual belikan . Dia manusia dia adikku Brian". Salsa sangat panik dan marah kepada Brian .
" Ok .. ok .. Salsa saya tahu dia adik kamu dan aku tahu dia manusia . Tapi hanya cara ini yang bisa menyelamatkan dia dari jerat Bu Wati . Apa kamu mau dia dijual ke orang lain seperti Mila ? ". jawab Brian memberi penjelasan.
" Ok .. tapi tidak begini caranya . Apa tidak sebaiknya kita bicara baik-baik dan berkata jujur bahwa aku kakaknya dan ingin membawanya ? ". Salsa sambil mengusap wajahnya kasar merasa putus asa.
" Salsa dengar aku !. Bu Wati adalah orang yang licik . jika dia tahu bahwa kamu adalah kakaknya dan kamu mempunya banyak aset aku yakin Bu Wati tidak akan melepaskan kalian . Ok dia akan melepaskan saat ini , namun pada akhirnya Bu Wati akan memeras kamu dengan alasan bahwa dia yang telah merawat adik-adikmu . Dengan segala cara dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan hasil dari semua jerih payahnya ". Brian menjelaskan pendapat nya sambil memegang bahu salsa dan mengelus nya .
" Tapi Brian uang segitu sangat lah banyak ".
" Sudahlah kamu tidak usah memikirkan uang yang penting adik kamu bisa lepas dari jerat Bu Wati .Dan aku sudah mempersiapkan surat perjanjian setelah pembayaran . Agar Bu Wati memastikan bahwa dia tidak akan mengganggu kamu lagi dan adik-adik kamu ".
Salsa menghela nafas panjang dia masih belum bisa menerima seratus persen rencana Brian namun inilah jalan yang tepat untuk mereka .
" Baiklah ". jawab salsa pasrah dengan helaan nafas yang panjang .
Kemudian mereka masuk lagi kedalam rumah tersebut untuk melanjutkan rencana mereka .
" Bagiamana Bu ? anda setuju dengan harga yang saya tawarkan?". tanya Brian saat masuk kedalam dan duduk di posisi semula
." Maaf tuan saya sudah berjanji kepada pembeli awal untuk menjualnya , sebaiknya aku akan menemukan anda dengan penawar pertama agar memperoleh kesepakatan antar kita semua ". Jawab Bu Wati membuat Brian ketar-ketir.
" Oh .. begitu ya ...? . Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan dan prinsip ibu Wati . ".
" Baik tuan . Karena dia adalah pelanggan terbaik saya . Saya harus memberikan yang terbaik juga untuk pelanggan saya ".
" Ok ". jawab Brian singkat .
__ADS_1
Kemudian Bu Wati meninggal kan mereka masuk kedalam untuk menelepon penawar pertama . Sedangkan Brian dan Salsa merasa ketar-ketir dengan penawaran ini .
Beberapa menit kemudian Raisya keluar dengan membawa minuman .
" Silahkan mbak mas !". Raisya mempersilahkan mereka untuk minum ketika minuman nya di hidangkan di meja .
Salsa terpaku melihat wajah Raisya . Dia merasa sedih dengan keadaan Raisya. Salsa pun merasa sangat kasihan dengan nasib kedua adiknya yang diperjual belikan oleh ibu tirinya . Salsa ingin memeluk Raisya dan ingin mengatakan bahwa dia adalah kakaknya. Dia adalah kakaknya yang akan melindunginya ,Yang akan selalu menjaga mereka dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka.
Tidak terasa air mata Salsa jatuh begitu saja saat memandang Raisya. Brian meraih tangan Salsa dan memegang erat untuk menguatkan salsa.
" Maaf mbak , ini ada tisu untuk mbak ". Raisya mengambilkan tisu dan menyerahkan pada Salsa saat Raisya melihat salsa menangis.
" Terimakasih dek ". jawab salsa dengan mata berkaca-kaca terharu biru.
" Sama-sama mbak , silahkan di minum dulu mbk mas!".
" Iya , terimakasih dek ".jawab Brian
Raisya tersenyum dan meninggalkan mereka . Sedangkan Salsa masih tidak bisa menahan rasa sedihnya , air matanya masih mengalir begitu saja .
" Sudah ..! Sebaiknya kita bisa menenangkan dan mengontrol perasaan kita ". Tutur Brian sambil mengelus tangan Salsa yang Brian pegang dari tadi .
Salsa membalas dengan mempererat genggaman nya dan menganggukkan kepalanya. Mengisyaratkan dia akan mencoba sebaik mungkin untuk mengontrol perasaannya .
Brian tersenyum kemudian mengusap tetesan air mata yang jatuh di pipi Salsa kemudian mengelus lembut puncak kepala nya .
Setelah beberapa menit kemudian Bu Wati sudah berada di tengah-tengah mereka.
" Tuan mohon maaf , tuan penawar pertama masih belum setuju dan akan bernegosiasi langsung dengan anda disini . Dia akan datang kemari sebentar lagi ".Tutur Bu Wati
" Baiklah ... . Jika itu keinginan nya saya akan menerima tawaran itu dengan senang hati ". jawab Brian dengan tenang walaupun dia merasa ketar-ketir.
" Terimakasih tuan atas kesadaran tuan . Karena saya juga harus menghormati para pelanggan. Ini adalah bisnis yang sangat berbahaya tuan jika kita tidak saling menyadari dan saling menguntungkan satu sama lain saya takut keadaan akan membalikan kita kedalam masalah yang berbahaya. Karena saya tahu lawan saya siapa ". penjelasan Bu Wati .
__ADS_1
" Ok.. saya mengerti ". Brian berpura - pura bersahabat dengan keadaan mereka dan juga berpura - pura mengikuti semua alur yang di rencanakan oleh mereka.
###