Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
bubur


__ADS_3

Edvan mulai memegang tekuk Mila, kerah baju Mila mulai melorot hingga nampak sedikit belahan. Edvan ingin mendaratkan bibirnya lagi di cerry merah yang basah namun suara getaran ponsel mengganggu mereka berdua .


Drt ...drt...


Edvan hanya menoleh ke arah ponsel tidak memperdulikan getaran itu.


Drt ..Drt...


Bergetar lagi membuat Mila tidak nyaman hingga dia menoleh ke arah ponsel Edvan yang berada di meja .


" Ah .. sial..". gerutu Edvan kesal karena dia tidak bisa menikmati kemesraan ini dengan Mila ,dia mengambil ponselnya .


📞Maaf tuan mengganggu namun ini berita sangat penting ,kami sudah menemukan beberapa jejak tempat tinggal mama tuan dan beberapa bukti bahwa mama tuan tidak bersalah .: Riko berbicara disambungan telepon


📞Apa ..? . Baiklah kirimkan berkas ke email, aku akan mengecek nya sekarang :jawab Edvan sambil berjalan menuju ruang kerjanya tanpa menoleh dan perduli kepada Mila yang sedang di posisi menunggu untuk di nikmati .


Mila terdiam tak bergerak hanya bisa menatap kepergian Edvan dan punggung Edvan yang masuk ke dalam ruang kerja kemudian tersisa pintu yang tertutup.


"Ish..apa yang aku lakukan ". Mila mulai melihat posisi nya yang benar-benar sudah siap menerima kenikmatan .


Mila membenarkan kerah bajunya yang sudah melorot dan membenahi posisi duduknya. Mila sedikit gelisah dan cemas .


"Apa yang terjadi ,apa ada masalah kenapa dia seperti sangat serius saat menerima telepon?. Apa aku harus mencari tahu ? ". Gumam Mila sambil berdiri hampir melangkah ke ruang kerja Edvan untuk mencuri dengar .


" Ah tidak , buat apa ? buat apa aku perduli ? ".


Langkahnya terhenti, kemudian membalikkan badan kembali ke posisi semula.Mila nampak berharap dan juga cemas .


"Sebaiknya aku nonton tv saja ".


Mila menyalakan tv untuk menghilangkan kecemasan nya. Waktu berlalu tiga puluh menit ,satu jam hingga hampir dua jam Edvan masih berada di ruang kerjanya tidak ada tanda-tanda dia keluar . Mila menguap dia sudah merasa ngantuk dan matanya sudah tak sanggup terbuka dan pada akhirnya dia tertidur di sofa .


Sudah hampir lima jam Edvan berada di ruang kerja dan berkutat dengan berkas yang dikirim oleh Riko .Matanya nampak sudah sangat lelah dan berkas yang dia cek pun sudah selesai . Tekuk nya teras kaku hingga dia meregangkan dengan menolehkan kiri dan ke kanan.Tangan nya sudah mulai kram hingga dia memutuskan untuk beristirahat .

__ADS_1


Ketika dia keluar dari ruangan dia mendapati TV yang masih menyala dia berniat untuk mematikannya dan akan beristirahat didalam kamar. Namun Edvan mendapati Mila yang sudah tertidur pulas di sofa hingga dia teringat kejadian sebelum dia masuk ke dalam ruang kerja .


.


Edvan tersenyum dan mendekati nya . Menatap wajah Mila dengan syahdu dan menatap tubuh Mila yang mungil nan seksi penuh gairah . Edvan mengusap lembut wajah Mila yang putih bersih ,Mila sedikit menggeliat karena sentuhan tangan Edvan .


" Kenapa suhunya panas sekali apa dia sakit ". Edvan berbicara sendiri ketika tangan Edvan menyentuh dahi mila.


Edvan sangat cemas dan kuatir hingga dia menelepon dokter pribadinya untuk datang ke apartemen nya .


📞Dokter Rizal apa anda punya waktu untuk datang ke apartemen ku ? : tanya Edvan


📞Maaf tuan malam ini saya sedang ada operasi , apa perlu saya menyuruh asisten saya ke apartemen tuan ? . Atau anda beritahu saja keluhan nya apa biar saya bisa membantu dari telepon.: jawab dokter Rizal .


📞Wanitaku mengalami demam yang sangat tinggi suhunya sangat panas, saya sangat kuatir karena saya tidak tahu cara untuk menurunkan suhu badan.


📞Tenang tuan anda kompres saja pakai air dingin . Jadi tuan ambil saputangan dan basahi dengan air kemudian taruh saputangan di dahi pasien .


📞Siap tuan. Jika panasnya belum turun cari obat untuk penurun panas. jika sudah diberi obat masih belum turun juga selama tiga jam segera hubungi saya . saya akan menyuruh asisten saya untuk segera datang .


📞Ok . terimakasih .


Edvan nampak panik ,dengan segera dia membopong tubuh Mila masuk kedalam kamar dan membaringkan nya. Dia segera melakukan apa yang diperintahkan dokter mengambil sapu tangan dan membasahi dengan air dingin dan menaruh nya di dahi Mila .


Setiap jam dia mengecek suhu tubuh Mila dan mengganti sapu tangan dengan yang baru. Hingga pagi menjelang dia tetap menjaga mila dan tertidur di pinggir ranjang dengan posisi terduduk .


Suhu nya sudah turun dan Mila sudah nampak lebih baik . Mila merasa ada yang dingin di dahinya , kemudian menyentuh dahinya dan mendapati sapu tangan basah di dahinya .


.


" sapu tangan ? apa tadi malam aku sakit ? ". menatap sapu tangan di tangan Mila .


Dia menyebarkan pandangan ke seluruh ruangan dan betapa dia terkejut melihat Edvan yang tertidur di pinggir kasur dengan posisi duduk .

__ADS_1


" Tuan Edvan ?apa tadi malam dia yang merawat aku ? ". gumam Mila kemudian tersenyum melihat tingkah laku Edvan yang ternyata sangat manis di balik arogansi dan kekasaran nya .


Mila mulai kagum dengan Edvan dia ingin mengelus puncak rambut Edvan namun dia bergerak hingga membuat Mila terkejut dan kembali berbaring pura-pura masih tertidur .


" Ternyata sudah pagi ". kata Edvan sambil mengusap matanya .


" Apa suhunya sudah turun ? ". sambil menyentuh dahi Mila merasa kuatir .


" Ternyata sudah turun ". sambil tersenyum


Edvan berdiri melangkah kan kaki nya keluar kamar menuju dapur . Dia membuka kulkas mencari bahan untuk membuat bubur. Karena dia sangat kuatir kepada Mila dia memaksakan diri untuk memasak walaupun itu untuk pertama kalinya.


" Baiklah kita akan mencoba memasak bubur ". kata Edvan pelan sambil menarik lengan baju ke atas dan mulai berkutat dengan bahan didepan nya.


Terdengar suara perabot dapur yang jatuh dan suara berisik dari pisau dapur membuat Mila penasaran apa yang sedang dilakukan Edvan hingga dia menghampiri Edvan di dapur karena dia takut ketahuan dia berjalan mengendap - endap . Mila mengintip Edvan yang sedang memasak di dapur.


"Apa yang dia lakukan apa dia sedang memasak ? ". Mila tersenyum sendiri.


" Baiklah sudah selesai, kita sajikan di mangkok ". Edvan berbicara sendiri sambil tersenyum gembira karena masakan pertama nya sudah jadi .


Edvan melangkah kan kakinya menuju kamar . Mila yang melihat Edvan melangkah menuju kamar segera dia kembali menuju kamar dengan berlari pelan dan pura-pura masih tidur.


"Hai ...bangunlah . Apa kamu sudah baik ? ". tanya Edvan sambil menyentuh dahi Mila dan membangun nya.


.


Mila pura - pura terbangun dengan malas dan bergeliat untuk menambah aktingnya menjadi nyata.


" Iya tuan . Maaf tuan saya ketiduran". jawab Mila dengan pelan dan sedikit malas .


" Baiklah , makanlah bubur ini dan minum juga vitamin ini ." Edvan memberikan sebuah botol vitamin dan juga menaruh bubur di meja beserta air putih .


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2