Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
masakan ini


__ADS_3

Steffi menggeliat dan membuka selimut ,Steffi terkejut ketika mendapati tubuhnya telanjang bulat.


" Apa ni ..?". gumam Steffi sambil memegang jidatnya memaksa pikirannya untuk berpikir dan mengingat kejadian tadi malam .


Suara gemericik air di dalam kamar mandi terdengar begitu deras membuat Steffi semakin putus asa dan membuat Steffi berpikir lebih keras lagi untuk mengingat kehangatan tadi malam.


" Astaga ... Apa aku sudah gila ?". Steffi mulai mengingat kejadian-kejadian tadi malam yang membuat dia bergoyang begitu dahsyat hingga mencapai puncak kenikmatan teratas.


Ceklek . ...


Pintu kamar mandi terbuka Erwin keluar dengan rambutnya yang basah dan masih memakai handuk yang hanya menutupi bagian bawah perut dan nampak dada berbulu datar nan kotak itu membuat Steffi berdebar-debar lagi .


" Apa yang kau lakukan disini ?" . tanya Steffi nampak dia marah .


" Maaf nona apa anda lupa tentang kejadian tadi malam ?". Erwin mencoba untuk mengingatkan kembali bahwa dia yang telah merayu nya dan hal itu tejadi.


" Sudah diam jangan ingatkan aku tentang tadi malam anggap kejadian itu hanya sebuah kecelakaan saja dan lupakan,mengerti !".


" Tapi nyonya saya sangat menikmati tadi malam begitupun dengan anda dan saya sangat menghargai kebersamaan kita tadi malam". Erwin nampak tidak ingin mendengarkan perintah Steffi dia ingin mengakui bahwa dia mempunyai perasaan kepada Steffi .


" Diam kau , segera pergi dari sini dan lupakan !". nampak Steffi murka hingga dia menuding Erwin dengan nada sedikit tinggi


Erwin terdiam dia merasa tidak dihargai kemudian dengan sedikit kecewa dia memakai baju dan keluar dari kamar Steffi .


Nyonya kenapa kamu begitu tega padaku ,apa karena aku hanya seorang asisten sehingga begitu saja kau melupakan kejadian tadi malam. Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku dan menerima cinta tulusku dengan senang hati .


Batin Erwin setelah dia keluar dari kamar dan menatap pintu itu yang tertutup kembali.


" Dasar bodoh kenapa aku bisa melakukan hal menjijikkan seperti ini ". Steffi nampak putus asa sambil memukul bantal didepannya .


🌼🌼🌼

__ADS_1


Awan yang berganti warna menjadi kekuningan dan matahari yang mulai terbenam dan nampak mulai tenggelam di ufuk berat .Dan petang yang menjadi gelap .


Mila sedang asyik menonton TV sambil menunggu Edvan pulang dari kantor sedangkan Bi inem pulang lebih awal karena ada keperluan mendadak .


Terdengar pintu terbuka dan langkah kaki memasuki ruang dimana Mila sedang menonton TV , Mila memfokuskan ke arah langkah kaki tersebut.


Nampak senyum manis mengembang di bibir Mila ketika dia mengetahui bahwa orang yang dia tunggu datang berada didepannya.Entah apa yang terjadi dengan perasaan Mila kali ini dia sangat menanti kedatangan Edvan yang biasanya dia sangat takut namun sekarang dia merasa rindu dan merasa hampa tanpa Edvan . Apa karena dia kesepian di apartemen sebesar ini atau memang benar-benar perasaan rindu Mila sendiri masih belum menyadarinya.


"Apa tuan ingin makan ? ". tanya Mila berdiri menghampiri Edvan .


" Bi inem sudah pulang ?".Tanya Edvan ketika dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun bi inem tak nampak.


"Sudah tuan,hari ini pulang awal karena sedang ada keperluan mendadak". Jawab Mila sambil melangkah kan kaki ke arah dapur.


" Baiklah , hari ini bi inem masak apa ? ". tanya Edvan lagi sambil menaruh tas kerja dan mencopot jas dan juga melonggarkan kancing baju .Mencopot kancing yang berada dipergelangan tangan kemudian melipat sedikit ke atas lengannya .


" Karena hari ini saya ingin memasak jadi bi inem tidak memasak tuan , apakah tuan mau mencicipi masakan saya ?".


.


.


"Silahkan tuan !". Mila menyajikan makanan di meja makan , sambil menyendok kan nasi ke piring yang berada di depan Edvan .


" Duduk lah temani aku makan !". Edvan menarik tangan Mila yang akan beranjak dari tempatnya.


Mila tersenyum dan menuruti permintaan Edvan ,entah apa yang tejadi hari ini Mila sudah menjadi seorang yang penurut begitupun Edvan bersikap sangat manis hari ini .


.Edvan memulai mencicipi masakan Mila pada suapan pertama dia terdiam .


Masakan ini , aku pernah merasakan nya . Dan sangat sering aku rasakan dan sangat aku rindukan .Masakan ini seperti masakan mamaku , apa dia mengenal mamaku? siapa dia sebenarnya?. Ah .. mungkin hanya kebetulan saja.

__ADS_1


Batin Edvan sambil mengunyah pelan dan mendalami rasa masakan dari Mila .


." Maaf tuan apa anda tidak menyukainya ?".


" Oh tidak ....ini sangat enak". kata Edvan sambil menyendok lagi masakan mila dan menyantap nya dengan lahap .


Benar ini persis seperti masakan mamaku .


Selesai makan Mila membereskan makanan dimeja dan mencuci piring kotor. Edvan memandangi Mila dari belakang entah mengapa dia sangat penasaran dengan asal usul Mila . Dia memandangi Mila dari atas hingga kebawah hingga terfokus pada benda kenyal yang berada dibawah punggung . Membuat gairah nakal Edvan terbangun.


Edvan berdiri dan menghampiri Mila kedua tangan dia lingkar kan di pinggang ramping Mila. Dagu Edvan dia darat kan dipundak Mila


Hembusan nafas Edvan membuat Mila geli .Edvan mulai mencumbu leher jenjang Mila dan membuat tanda.


Aktivitas mila terhenti dia mematikan kran air." Maaf tuan saya harus membereskan ini ".


Edvan tidak mendengar perkataan Mila dan tidak perduli malah membalikkan tubuh Mila dan mengangkat dagu Mila hingga cerry merah segar bersentuhan dengan kulit bibir Edvan . Tanpa basa-basi lagi Edvan ******* cerry merah itu. Perlahan dia memasukkan lidahnya bergoyang keatas,kebawah kesamping kekiri dan kekanan.


Mila yang tidak pernah melakukan hal semacam itu mulai sedikit terbawa hingga dia mengikuti goyangan dan juga gerak yang di ajarkan Edvan hingga mereka menikmati sentuhan demi sentuhan ini.


Sedikit demi sedikit Mila mulai mengerti hingga lebih agresif membuat gairah Edvan semakin membara. Tangan Edvan mulai bergerilya turun hingga menangkap dua kekenyalan di bawah punggung Mila .


Mengelus dengan lembut hingga meremas kemudian menarik keatas dan kebawah. Tanpa disengaja karena Edvan merasa gemas dia menggigit buah cerry segar yang merah yang mulai lincah bermain dan membuat Edvan sedikit kewalahan.


" Auw... ". jerit Mila dengan pelan karena kesakitan .


Edvan semakin gemas hingga menggendong tubuh mungil Mila ke sofa di depan TV. Mila sedikit salah tingkah dan malu namun dia merasa nyaman yang tidak pernah dia rasakan hingga yang dia lakukan hanya pasrah ,menurut dan menikmati setiap sentuhan.


Edvan membaringkan tubuh mungil itu dengan lembut di sofa , perlakuan nya sangat lembut dan manis beda ketika pertama bertemu Mila di hotel lebih kasar. Dia menatap Mila dengan tatapan syahdu sambil mengembangkan senyumnya. Membelai helai demi helai rambut Mila yang wangi dan lembut. membelai wajah Mila menyentuh perlahan dari kening hingga bibir ,mengusap dengan lembut cerry merah yang basah karena ******* dari bibirnya.


🌼🌼🌼

__ADS_1


bersambung


__ADS_2