Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Hari pertama di cafe


__ADS_3

" kenapa makanannya tidak dihabiskan tuan tinggal sedikit ?". tanya Mila ketika melihat sisa makanan Edvan .


"Aku sudah kenyang". jawab Edvan datar.


" Baiklah tuan saya kemasi dan saya bersihkan tuan ". kata Mila sambil membersihkan meja dan mengemasi kotak makanan tersebut . .


Edvan yang sudah selesai makan kemudian beranjak menuju kursinya . Sedangkan Mila beranjak dan pamit undur diri dengan sopan .


" Terimakasih tuan makan siang hari ini saya pergi dulu untuk mengantar kotak ini ". kata Mila sambil menunduk sopan .


"Tunggu ".


Langkah Mila terhenti kemudian membalikkan badan .


" Iya tuan ".


" Nomor ponsel mu ?". kata Edvan sambil menyerahkan ponsel nya kepada Mila agar mila bisa mengisi nomor ponselnya di ponsel Edvan .


" Untuk apa tuan , jika anda butuh sesuatu bisa telepon ke pantry atau kepala bagian ".


" Aku takut nanti butuh sesuatu waktu bukan jam kerja jadi aku bisa menghubungi mu langsung , bukannya tadi kamu sudah bilang iya ". Kata Edvan sambil menghampiri Mila dan mendekat pada Mila hingga berbisik di telinganya .


Bisikan itu membuat Mila merinding dia mengingat malam itu ketika Edvan mengambil mahkotanya .


Mila bergidik dan mengernyitkan dahinya dia merasa takut .


" Jangan takut aku tidak akan melakukan hal yang dapat melecehkan mu , jika pun aku mau aku tidak akan memaksamu dan aku pastikan kamu yang akan dengan senang hati melayani ku ". kata Edvan yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Mila dengan senyum nya yang sinis dan menyodorkan ponselnya .


Apa maksudnya dengan senang hati aku dekat dengan mu saja takut kenapa harus melayani mu dengan senang hati .


Batin Mila .


Mila masih terdiam tercengang melihat ponsel yang di sodorkan dia masih ragu untuk memberi nomor ponselnya.


" Kenapa ? kamu takut ? tenang saja aku berjanji tidak melecehkan mu ". kata Edvan sambil tersenyum mencoba meyakinkan .


Tangan Mila gemetar dengan sedikit takut dia mengambil ponsel itu setelah mendengar janji Edvan untuk meyakinkan nya.


"Ehem.. baiklah tuan ".


Setelah mengetik nomor di ponsel Edvan mila langsung menyerahkan nya dan membungkuk dengan sopan beranjak meninggalkan ruangan yang sedikit menakutkan bagi Mila .


Mila keluar dari ruangan Edvan dia menghela nafas panjang di depan pintu seperti dia baru keluar dari kandang buaya ganas . Kemudian dia melenggangkan langkahnya menuju kantin .


Mila tidak tahu jika ada seseorang yang memperhatikannya yang bertujuan ke ruangan Edvan .

__ADS_1


" Bukan kah itu cleaning servis yang sudah aku pindah ke bagian lain ? kenapa dia masih berkeliaran di depan ruangan Edvan ? ". gumam Steffi mengernyitkan dahinya sedikit memiringkan kepalanya untuk berpikir .


" Sudah lah yang terpenting malam ini aku bisa makan malam dengan Edvan ". gumam Steffi menggelengkan kepalanya dan melangkah kan kakinya yang mulus ke ruangan Edvan .


Edvan yang masih duduk di kursi kebanggaan nya dengan senyum nya yang manis menatap ponselnya dan memeriksa nomor yang diberikan oleh Mila .


Tanpa mengetuk pintu Steffi masuk kedalam ruangan .


ceklek...


sontak suara itu membuat Edvan terkejut dan menatap ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka .


" Hai Edvan ". nampak Steffi di balik pintu kemudian menyapa Edvan .


" Kenapa kamu ada disini ? ". kata Edvan dengan raut wajahnya yang tidak senang .


.


" Aku kan istrimu , haruskah aku meminta izin terlebih dahulu untuk melihat mu di kantor ". jawab Steffi sambil melenggang seksi ke arah Edvan dan mengelus bahu Edvan. Steffi ingin mencium pipi Edvan namun Edvan melengos hingga Steffi mengurungkan niatnya untuk mencium pipi Edvan .


"Lain kali kabari aku dan ketuk lah pintu , membuat aku kaget saja ". kata Edvan datar sambil menyingkirkan tangan Steffi yang bertengger di bahunya .


Steffi menghela nafas karena kesal . Kemudian beranjak menuju sofa duduk dengan pose seksinya .


"Nanti malam bisa kau jemput aku untuk makan malam ? " . kata Steffi dengan raut wajahnya yang masih sedikit kesal bibirnya masih mengerucut.


Jawaban Edvan setidaknya membuat Steffi lega dan senang hingga bibirnya yang mengerucut berubah mengembang dengan senyuman .


" Baiklah terimakasih ". jawab Steffi dengan senyum nya yang lebar .


Edvan masih setia duduk di kursi kebanggaan nya tanpa memperdulikan Steffi yang berada di sofa dia masih sibuk dengan pekerjaan nya .


Steffi merasa jenuh hingga muncul di pikiran nya tentang Mila gadis cleaning servis itu.


"Gadis tadi kenapa dia keruangan kamu bukankah dia di pindahkan ke bagian lain ? ". Tanya Steffi


" Kenapa kamu tahu kalau dia pernah dipindahkan ke bagian lain ? apa kamu yang memindahkan dia ? ". Edvan berbalik bertanya kepada Steffi sambil menghentikan semua pekerjaannya dan fokus menatap Steffi dengan tajam .


.


" Tidak aku hanya mendengar gosip dari karyawan di depan ". Steffi gugup


" Aku tidak percaya padamu pasti kamu yang telah memindahkannya , dan ingat aku tidak suka kamu ikut campur urusan pekerjaan ku . paham ". Edvan berkata dengan tegas dengan tatapan tajam ke arah Steffi


.

__ADS_1


" Memang siapa dia hingga kamu membela dia ? Dia hanya cleaning servis ". Jawab Steffi sedikit keras juga hingga menimbulkan perdebatan diantara mereka .


.


" Ini yang aku tidak suka dari kamu Steffi , tidak pernah menghargai bawahan mu , dan sekali lagi aku tegaskan aku tidak mau kamu ikut campur . paham ".kata Edvan sambil mengusap wajah nya dengan kasar mencoba menghalau rasa amarah nya terhadap Steffi .


" Baiklah ". jawab Steffi datar enggan berdebat lagi dengan Edvan .


Setelah perdebatan mereka berdua ,ruangan terasa sunyi ,Edvan sibuk dengan laptopnya dan Steffi sibuk dengan ponselnya. Tiba -tiba Steffi menghela nafas panjang dia merasa bosan hingga dia berdiri dan berpamitan kepada Edvan .


.


" Baiklah aku pulang dulu , jangan lupa nanti jemput aku ". kata Steffi sambil beranjak dari sofa menghampiri Edvan mencium pipi kiri dan kanan nya .


.


" Baiklah ". jawab Edvan dengan lesu dan membiarkan Steffi mencium pipi nya karena dia enggan berdebat dan melihat Steffi lebih lama di ruangannya.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Hari ini adalah hari pertama Mila berkerja di sebuah cafe yang cukup mewah . Dia bergegas menuju cafe setelah sepulang kerja . Mila adalah seorang gadis yang pekerja keras dan sangat bersemangat,hingga dia datang lebih awal dari jam kerjanya .


" Sore pak ". Kata Mila saat menghadap manager cafe itu yang bernama Pak Soni


" Kamu sudah datang ?".


" Iya pak ". Mila sambil tersenyum penuh semangat .


" Baiklah kamu temui asisten ku Andi , nanti kamu bakal diarahkan tentang pekerjaan mu dan juga nanti dikasih seragam ya ". Suruh pak Soni kepada Mila sambil menunjuk ke tempat Andi


" Baik pak ". Mila mengangguk bahagia , kemudian beranjak ke tempat Andi.


" Sore Pak , saya Mila karyawan baru ". kata Mila berada dibelakang Andi yang sedang menyiapkan sesuatu .


" Oh iya ". Andi kemudian membalikkan badan .


Wah dia memang cantik. benar kata pak Soni kalau dia bekerja di klab pasti banyak yang suka


Batin Soni sambil memandang Mila penuh kagum dari bawah hingga ke atas. Hingga dia tercengang hingga melupakan memberikan arahan tentang pekerjaan nya .


.


" Pak ..?". kata Mila menyadarkan Andi yang terlarut dalam kecantikan Mila .


" Oh iya , ini seragam kamu . Dan aku akan mengajarimu tentang apa yang harus kamu lakukan ". kata Andi sambil menyerahkan seragam itu kepada Mila .

__ADS_1


🏵️🏵️🏵️🏵️


__ADS_2