
Edvan segera mengganti bajunya dan segera meninggalkan rumah ini dan tanpa perduli dengan perasaan Steffi .
Rumah besar yang mewah namun sunyi senyap mencari kebahagiaan.Setelah Steffi mendengar deru mobil meninggalkan rumah ini Steffi bangkit dan kemudian mengambil handuk mengusap air matanya dan tersenyum sinis . Mengeringkan rambutnya yang basah dengan tatapan tajam di cermin terlihat raut wajah Steffi berubah dari wajah yang menyedihkan berubah menjadi raut wajah menyeramkan dengan penuh senyum ke sinisan. Setelah selesai mengeringkan rambut dia berjalan gemulai menuju kamar tidurnya mengambil ponsel yang tersimpan di meja rias nya sambil menyisir rambutnya dan menatap wajahnya di kaca besar ini dia mengusap layar ponselnya memanggil seseorang.
Suasana bedroom terasa horor dengan tatapan steffi yang menyeramkan di cermin besar ini .
📞Ikuti dia dan cari informasi sebanyak mungkin : Steffi
Dia menelepon seseorang dan berbicara dengan tegas dengan tatapan tajam dan senyuman sinis tersungging di bibirnya , entah apa yang akan di rencanakan lagi dan siapa yang akan menjadi targetnya sekarang . Namun melihat dari tatapannya terlihat dia sangat marah dan mendendam pada seseorang .
Edvan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia sangat marah pada dirinya sendiri dan dia merasa putus asa terhadap kehidupan nya sendiri . Dia merasa tidak berguna dalam hidup nya sendiri . Edvan memencet tombol di layar mobilnya menyambungkan ke ponselnya untuk menelpon seseorang.
Dan sekali dering seseorang yang di telepon Edvan langsung mengangkatnya
📞 Iya tuan : asisten Edvan yang bernama Riko
📞Siapkan semua nya hari ini aku akan ke klab malam : Edvan
📞Baik tuan : Riko .
Riko menyiapkan semua sepeti biasanya alkohol ruang VVIP dan juga perempuan-perempuan cantik yang siap melayani tuannya .
" Bukan kah ini hari pernikahan tuan muda , seharusnya dia bersenang - senang malam ini dengan istrinya ?". Tanya pemilik klab malam kepada Riko .
__ADS_1
Riko tidak menjawabnya hanya menatap pemilik klab dengan tatapan tajam sehingga pemilik klab tercekat tak berani mengatakan sesuatu lagi tentang Edvan . Kemudian dia segera bergegas meninggalkan Riko yang sedang menyiapkan semuanya.
Edvan masih setia dengan setir mobilnya dia memegang kuat kendalinya dan sekali lagi dia kecewa terhadap dirinya . Dia benci pada dirinya dan marah pada dirinya sendiri karena dia tak mampu melawan papanya pak Richard yang selalu memaksakan kehendaknya kepada Edvan hingga dia lupa tentang kebahagiaan anaknya . Dan tidak sekalipun dia bertanya tentang kebahagiaan nya .
Hingga dia teringat dengan masa kecilnya , sebelum mamanya Edvan pergi dia sangat bahagia dibawah didikan mamanya dia mengajarkan hal- hal yang bijaksana namun entah karena satu hal tiba-tiba mamanya pergi meninggalkan nya. Dan pak Richard selalu bilang bahwa mamanya pergi karena dirinya yang tak bisa di atur dan selalu kalah dengan saudara-saudara yang lain . Pak Richard mendidik Edvan dengan keras dia harus menjadi nomer satu dan pemenang bagaimana pun caranya , dia mengharuskan Edvan menjadi seorang penurut dan juga di kendalikan oleh pak Richard .
Hingga dia dewasa terbiasa dengan hal itu menjadi bidak catur pak Richard yang selalu diaturnya hingga menjadikan Edvan seorang yang egois , pemarah , dan apapun yang dia inginkan harus dia miliki .Dia merindukan mamanya sejak kecil dia berharap mamanya akan kembali ketika dia menjadi anak penurut namun yang dia harapkan tak kunjung tiba hingga dia dewasa . Rasa benci terhadap mamanya semakin kuat ketika pak Richard bilang bahwa mamanya sudah lupa padanya.
Namun dibalik sifat Edvan yang buruk ada sifat dia yang tersimpan yaitu dia adalah seorang penyayang.
Sesampainya di klab malam dia masuk kedalam ruang VVIP dan disambut oleh wanita -wanita cantik menuangkan bir di dalam gelasnya dan tanpa pikir panjang Edvan meneguknya lagi dan lagi . Sedangkan Riko masih setia menunggunya di luar didepan pintu dia tetap siaga menjaga tuannya .
Hingga larut malam Edvan masih meminum gelas demi gelas yang di tuangkan wanita - wanita cantik hingga dia merasa mabuk dan terkapar lemas di sofa . Kemudian Riko membopong nya kedalam mobilnya dan siap mengantar tuannya yang sudah mabuk berat ke apartemennya. Riko tidak mengantar Edvan kerumah barunya karena dia menjaga perasaan Steffi. Karena seharusnya malam ini Edvan harus bersama steffi namun pada kenyataannya dia pulang dengan mabuk berat.
Riko pun menyayangi Edvan seperti saudaranya karena mengingat Edvan yang telah membantunya melewati kesulitan dan memberikan rumah layak untuk keluarga nya hingga dia menyekolahkan adik Riko hingga ke universitas ternama .
###
Steffi duduk dihalaman rumahnya yang luas sambil menyeduh teh dan juga camilan diatas meja. seperti biasa dia sudah berdandan cantik Dengan baju elegannya dia duduk menikmati udara segera pagi hari di sebelah ada satu pelayan yang sudah siap siaga ketika Steffi membutuhkan .
" Dimana nyonya kalian ". Asisten Steffi bertanya kepada satu pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu .
" Ada dihalaman tuan ". Jawab pelayan tersebut
__ADS_1
Dan tanpa banyak bicara asisten Steffi menuju halaman menghampiri Steffi yang duduk bersantai di halaman .
" Nyonya ". Asistennya bernama Erwin dia menunduk dengan sopan dihadapan Steffi
" Bagiamana apa ada informasi?". tanya Steffi dengan santai sambil meneguk teh dihadapan nya .
" Tuan hanya bermain di klab malam nyonya ,". jawab asistennya
" Ok , bagaimana untuk informasi perusahan nya apa kamu sudah mendapatkan nya? ".
" Masih belum nyonya karena kita harus mencari tahu informasi dari pegawai yang berada didalam perusahaan ". jawab asistennya sedikit takut karena dia belum menyelesaikan tugasnya .
" Baiklah, aku ada satu orang yang bisa kita gunakan. Aku ingin mengambil alih perusahaan nya dan membuat dia bertekuk lutut dihadapan ku karena dia berani merendahkan ku ". kata Steffi sambil mengeratkan gigi-giginya dan tatapan yang tajam penuh dendam .
Asistennya tidak berani menatap tatapan tajam karena terlihat menyeramkan .
" Maaf nyonya, apa tidak sebaiknya anda berkonsultasi kepada tuan besar . Karena tuan besar mempunyai perjanjian dengan perusahaan papa Edvan saya takut hal itu akan menjadikan suatu yang buruk terhadap nyonya". tutur Erwin memperingati tuan nya agar dia tidak gegabah .
" Diam kau , lakukan yang aku perintah saja . Karena dendam ku lebih penting bagiku ". jawab Steffi murka dengan tatapan melotot nya yang menyeramkan.
Erwin pun tak berani membantah lagi dan mengikuti semua perintah tuannya .
Kejadian tadi malam membuat Steffi marah dan sakit hati hingga memunculkan dendam terhadap Edvan .
__ADS_1
Steffi dan Edvan mempunyai sifat yang hampir sama egois , keras kepala ,dan apapun keinginan nya harus dimiliki namun bedanya Steffi tidak mempunyai sifat kasih sayang .