
Lola menggiring Mila ke arah pak Soni berada ,nampak pak Soni yang tersenyum bahagia karena melihat Mila sangat cantik sesuai dengan keinginan nya . Kemudian dia berbisik kepada Lola dan Lola merespon dengan senyum manisnya, dan kemudian mereka menggiring Mila ke arah tuan yang akan menawar mila.
" Tuan...". Kata pak Soni tersenyum sambil memberi kode dengan mengangkat alisnya sebelah kiri memberi kode bahwa gadis yang mereka tawarkan ada disebelah kirinya .
Tuan tadi melongo melihat Mila yang sangat cantik dia terpesona hingga membuat dia berdiri dan menghampiri Mila , tidak seperti biasanya tuan ini akan menyuruh wanita tawarannya untuk menghampirinya namun beda ketika melihat Mila dia tertarik untuk menghampiri Mila karena nampak dia sangat elegan dan natural . Persis apa yang dia inginkan .
Edvan dan Riko pun dibuat melongo oleh kecantikan Mila hingga Edvan tidak mampu menghindarkan pandangan ke arah Mila.Semua laki-laki yang berada sekeliling Mila pun menatap Mila dengan penuh kekaguman.
Tuan tersebut menghampiri mila dan mengedarkan pandangan ke seluruh tubuh Mila dengan tatapan penuh gairah . Mila merasa risih mendapat tatapan tuan yang nampak mesum itu. Dia memegang erat tangan Lola karena ketakutan namun Lola hanya tersenyum saja dan mengelus punggung Mila .
" Tenang lah Mila kamu akan baik-baik saja , mungkin ini baru pertama buat kamu namun selanjutnya kamu akan terbiasa" kata Lola mencoba menenangkan.
Namun bagi Mila ini bukan pertama kali kedua kalinya dia di jual dan dia merasa sangat trauma hingga dia merasa ketakutan.
"Dia cantik sekali, dia lah wanita yang aku inginkan". kata tuan tersebut sambil mengelus lembut bahu Mila yang mulus .
Mila merasa risih dan takut hingga dia sedikit menghindar dan mempererat pegangan tangan nya kepada Lola .
Edvan yang melihat perilaku tuan tersebut merasa geram dia ingin beranjak dari tempat duduknya ingin menghampiri tuan tersebut yang mengelus bahu Mila. Namun dicegat oleh Riko hingga Edvan mengurungkan niatnya .
Tuan tersebut mengitari Mila dan menatap Mila penuh gairah . Dia mencubit dagu Mila yang mulus dengan sentuhan gemas . Mila benar-benar merasa risih dibuatnya hingga dia buang muka terhadap tuan tersebut .
" Bersabarlah tuan dia baru pertama kali ". kata Lola mendingin kan suasana karena sikap Mila yang sedikit tidak senang dengan keadaan ini .
"Ok .. baiklah karena aku sangat menyukainya maka aku kan memaafkan nya,dan aku akan memberi lebih dari penawaran karena dia wanita yang sangat aku inginkan ". kata tuan tersebut sambil merogoh sakunya mengeluarkan card nya dan memberikan kepada pak Soni .
__ADS_1
Tentunya saja pak Soni dengan gembiranya menerima card tersebut . Tuan tersebut tidak hanya mengeluarkan card dia juga mengeluarkan segepok uang dari saku celananya dan menebarkan ke arah wanita-wanita penghibur yang dari tadi menemaninya . Wanita -wanita tersebut sangat senang dan memungut uang yang berserakan .
Tuan tersebut dengan angkuhnya duduk kembali ke tempatnya dengan senyum sombongnya dan menyuruh Lola membawa Mila kepangkuan nya . Lola menyeret Mila pelan walaupun Mila sedikit memberontak dan melepas pegangan tangan Lola.
" Kak aku berharap Kakak orang baik karena kakak memperlakukan ku sangat baik tapi ternyata kakak sama saja hanya ingin menjual ku ". Kata Mila sambil menatap Lola penuh kekecewaan.
" Maaf Mila tapi ini adalah tugas ku ". kata Lola pelan dan memegang kembali tangan Mila .
"Mila kau layani saja tuan tersebut karena kamu sudah berjanji padaku dan juga menanda tangani surat kontrak kerja saat kamu masuk kerja". kata pak Soni sedikit marah sambil memperlihatkan kontrak kerja yang sudah ada tanda tangan nya .
" Apa maksud bapak aku tidak merasa melakukan nya ". jawab Mila dengan tatapannya yang marah .
" Sudah Mila kau turuti saja ,disini sudah jelas kamu sudah bertanda tangan dan ingat jika kamu menolaknya maka aku akan memasukan mu ke penjara karena sudah melanggar kontrak kerja ". kata pak Soni menakut-nakuti Mila .
Mila mengibaskan rambutnya yang menutupi wajahnya dan menatap pak Soni penuh dendam karena merasa dia telah di tipu oleh pak Soni . Tuan tersebut merengkuh tubuh Mila dan mengusap lembut wajahnya dan membuat Mila sangat risih hingga membuang muka untuk kesekian kalinya.
Edvan yang melihat pemandangan tidak menyenangkan ini segera bertindak tanpa memperdulikan Riko dan siapapun. Segera mungkin dia berdiri dan menghampiri tuan tersebut dan memegang tangan tuan tersebut yang dari tadi mengelus-elus bagian tubuh Mila.
" Hentikan ..!". kata Edvan dengan tatapan tajamnya sambil memegang tangan tuan tersebut dengan kuat .
" Siapa kau ? ". tanya tuan tersebut heran dan dengan kuat mencoba melepaskan pegangan tangan Edvan .
" Aku akan membayar gadis ini sepuluh kali lipat dari tawaran yang kau berikan dan akan membawa gadis ini pergi dari sini ". kata Edvan menatap tajam ke arah pak Soni .
" Hah ... apa maksudnya ? ".kata tuan tersebut heran dan menatap ke arah pak Soni juga .
__ADS_1
" Maaf tuan tapi ...? ". kata pak Soni kemudian menghentikan perkataan nya karena di depannya di cegat oleh Riko yang memberikan card nya.
Pak Soni terdiam dan terpaku menatap Riko didepannya dan mulai mengerti bahwa tuan yang memakai masker itu adalah Edvan . Pak Soni gemetar dia tidak berani berkata - kata lagi dan mengambil card tersebut . Dia tidak berani mengambil resiko dan juga tidak ingin berurusan dengan Riko dan juga Edvan . jika dibandingkan dengan Edvan maka tuan tersebut tidak apa-apa nya hingga membuat pak Soni menurut.
" Maaf kan saya tuan gadis itu milik tuan ini karena dia telah membeli harga yang lebih tinggi dari anda ". kata pak Soni menatap ke tuan tersebut dengan penuh penyesalan .
" Dasar brengsek ...". kata tuan tersebut sambil menggebrak meja dan dia merasa tidak mampu membayar lebih dari Edvan .
Suasana hening sejenak dan Edvan segera menyeret Mila keluar dari orang -orang tersebut .
" Tunggu tuan , aku akan mengambil barang ku dulu ". kata Mila ingin mengulur waktu dan juga ada barang yang ingin dia bawa .
" Tidak perlu aku akan membelikan untuk mu ". kata Edvan
" Tapi tuan ini sangat penting bagi ku ". Mila memohon kepada Edvan namun Mila tidak sadar bahwa dia adalah Edvan .
" Baiklah , aku tunggu segera ! ". kata Edvan dengan tegas .
Namun ketika Mila membalikkan badan dan ingin mengambil sesuatu Lola mencegatnya dan memberikan tas yang berisi dompet ,ponsel dan juga beberapa barang penting milik Mila yang selalu dia jaga dan dibawa ketika dia masuk ke tempat ini.
" Ini Mila milikmu , sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini sebelum kamu akan di jebak lagi lebih dalam .Lebih baik ikutlah dengan tuan ini ! ". kata Lola dengan tatapan sayu nya berharap Mila keluar dari circle dunia kejamnya .
πΌπΌπΌ
bersambung
__ADS_1