Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
perhatian??


__ADS_3

" Baik pak ". jawab Andi sopan sambil mengangguk dan menyeret Mila keluar ruangan .


" Mila kamu buang sampah ini ke depan dan selesaikan cucian piring semua jika tidak selesai maka kamu tidak boleh pulang paham!". perintah Andi dengan tegas sambil menuding cucian piring kotor yang menggunung .


Mila menggigit bibir bawahnya kemudian menghela nafas dia merasa capek atas apa yang menimpanya .


" Dasar orang kaya , mereka tidak tau diri hanya memikirkan dirinya sendiri . padahal aku tidak salah aku juga yang di hukum dan seenaknya saja menyogok pak manager dengan uang tutup mulut . Tuan muda dan nyonya itu sama saja ternyata . Aku kira tuan muda akan sangat baik namun tenyata sama saja . Hufft..". keluh Mila sambil menghela nafas dan menyeka keringat yang mengalir di dahinya .


***


Edvan dan Steffi pulang menuju rumah mereka, di perjalanan Edvan hanya diam dan fokus kedepan .


" Kenapa kamu tadi mencegahku menampar pelayan tidak tahu diri itu? jelas - jelas dia sengaja menumpahkan makanan kita dan menghancurkan makan malam kita ". kata Steffi membuka pembicaraan terlihat kesal sambil memanyunkan bibirnya yang merah itu .


" Apa kau kira aku tidak tahu kelakuan mu Steffi ? ". jawab Edvan datar tanpa menoleh padanya .


" Emang apa yang aku lakukan ? jelas dia yang salah ". Steffi kekeh dengan kata - katanya .


" Apa kamu tidak melihat disana ada cctv? ". Edvan masih dengan sikapnya yang dingin


" Cctv ?. bukannya ruang VVIP tidak ada cctv karena itu adalah privasi ? ". jawab Steffi sambil mengernyitkan kedua alisnya .


" Memang tidak ada tapi aku yang menyuruh mereka memasangnya karena aku ingin melaporkan kepada papa ku bahwa aku telah menepati janji . Agar kau juga tidak mengadu kepada papaku macam - macam lagi ". kata Edvan sambil menoleh dengan raut wajahnya yang geram .


"Hah.. apa maksudmu ?."


" Dan aku peringatkan lagi aku sudah tahu kalau kau yang menjegal gadis itu dan bagaimana akibatnya jika berita itu tersebar di media ? ". kata Edvan dengan dingin dan datar namun tidak menoleh .


" Astaga .. kenapa aku bodoh ". gumam Steffi sambil mengusap rambutnya dengan kasar kemudian mengambil ponselnya di dalam tas untuk menelepon seseorang.


" Aku harus menyelesaikan kekacauan ini ". gumam Steffi dengan panik dengan mengusap layar ponselnya .


Edvan melirik Steffi " Sudah aku bereskan lain kali jangan kau ulangi lagi , jika tidak aku akan membiarkan semuanya ,". kata Edvan masih dengan sikapnya yang dingin .


" Ah .. apa ? kamu sudah membereskan semuanya ?". Steffi tersenyum dengan manis kemudian meraih lengan Edvan dan memeluknya .


" Terimakasih ya sayang, ternyata kamu masih perhatian ". kata Steffi dengan manjanya dan memeluk lengan Edvan dengan erat

__ADS_1


" Lepaskan ! aku melakukan bukan untukmu tapi untukku karena aku juga berada disana , paham ! ". kata Edvan sambil menggerakkan lengannya agar Steffi mau melepaskan lengannya .


" Tetap saja aku akan bilang terimakasih ". jawab Steffi sambil tersenyum dan malah memeluk tangan Edvan dengan erat .


" Lepaskan ". teriak Edvan


Namun Steffi tidak mau melepas nya malah menyandarkan kepalanya di bahunya .


" Apa kamu ingin kita kecelakaan ? ".


" Baik - baik ". kata Steffi sambil melepaskan pelukan nya .


Ternyata dia sangat perhatian walaupun dia tidak menyentuhku namun dia sangat perhatian dan penuh kasih sayang aku semakin menyukainya .


Batin Steffi sambil menatap Edvan penuh binar kekaguman . Tidak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah .Edvan menghentikan mobilnya dan menyuruh Steffi keluar dari mobilnya .


" keluarlah ! ". kata Edvan


" Apa kamu tidak ingin tidur disini ? ". tanya steffi dengan lembut .


Edvan hanya diam cuma memberi isyarat kepada Steffi untuk keluar dengan menatap pintu mobil di samping Steffi .


Tanpa basa-basi lagi dan memperdulikan Steffi , Edvan langsung meninggalkan Steffi begitu saja . Sedangkan Steffi hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya .


" Hufft... setidaknya dia masih perhatian kepadaku , dan akan ku buat dia jatuh cinta padaku". gumam Steffi sambil melangkah masuk .


Didepan rumah dia sudah di sambut oleh asisten nya Erwin .


" Malam nyonya ". sapa Erwin dengan sopan


Steffi hanya menatapnya datar dan masuk kedalam rumah di ikuti asistennya.


" Ada kabar apa ?". tanya Steffi dengan datar sambil melangkah kemudian duduk di sofa .


" Saya sudah mendapatkan informasi tentang perusahan tuan Edvan dan ada satu pegawai yang bisa kita manfaatkan ". kata Erwin dengan sopan sambil berdiri di depan Steffi .


" Tunggu .. kita tunda dulu rencana ini !".

__ADS_1


" Kenapa nyonya bukannya anda ingin perusahaan tuan Edvan ada ditangan anda ? ". tanya Erwin dengan sopan lagi .


" Ikuti saja ! , ada rencana lain yang ingin aku selesaikan ". kata Steffi sambil tersenyum sinis menatap kedepan namun bukan ke Erwin .


" Baik nyonya ". kata Erwin sopan kemudian meninggal Steffi yang sedang duduk di sofa .


" Karena aku mencintai mu Edvan , aku akan mendapat cintamu dengan jalan lain ". gumam Steffi sambil tersenyum manis .


***


Didalam mobil Edvan masih kepikiran tentang gadis di cafe itu yaitu Mila . Dia merasa kasihan kepadanya. Hingga dia membanting setirnya balik lagi ke cafe.


cciiitttt....


Bunyi mobil Edvan yang putar arah , kemudian dia menekan gas nya menyusuri jalan malam yang dihiasi lampu jalanan . Jam sudah menunjukkan jam 10 malam waktunya Mila pulang dari cafe .


Mila lagi - lagi menghela nafas panjang ketika menyeret sampah dengan karung plastik besar dan itu bukan hanya satu tapi banyak namun dengan ke sabarannya hingga karung sampah itu tinggal satu .


Mila menyeret karung sampah itu dengan sekuat tenaga , jalan nya terseok - Seok Karena sudah kelelahan sedangkan semua karyawan sudah satu persatu pulang .


Dia membuang sampah di tempat sampah depan cafe setelah selesai Mila menegakkan tubuhnya sambil memegang kedua pinggangnya merasa pegal ,kemudian menepuk kedua tangannya untuk membersihkan sisa kotoran ditangan .


Edvan sudah berada di depan cafe dan memandang Mila yang sedang membuang sampah . Dia menatap Mila dengan rasa kasihan dan tak tega , dia ingin membantunya namun dia tidak menyukai bau sampah yang menyengat.


Setelah membuang sampah Mila masuk kedalam untuk berganti pakaian dan membersihkan diri kemudian dia pulang.


" Pak saya sudah selesaikan semuanya , apa saya boleh pulang ?" tanya Mila kepada Andi


" Baiklah kau boleh pulang dan ingat besok lakukan lagi pekerjaan itu selama 3 hari. Kuharap kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama ". jawab Andi dengan tegas.


" Baik pak ". jawab Mila .


Dengan rasa capeknya Mila berjalan menyusuri jalanan dengan malas , terkadang Mila memijat tekuknya sendiri sambil berjalan ,dan terkadang berhenti hanya sekedar meluruskan punggung dan pinggang nya .Dia melihat botol minuman yang kosong dan dia membuat botol itu sebagai bola untuk menemani perjalanan dia.


Edvan diam - diam memperhatikan nya dan mengikutinya karena dia merasa kasihan dan kuatir . Kemudian Edvan memutuskan untuk mengantar Mila pulang karena dia tidak tega melihat dia berjalan sendiri di gelapnya malam .


.

__ADS_1


Edvan menghentikan mobilnya di samping Mila yang berjalan dengan menyepak botol minuman kosong .


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


__ADS_2