Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Penawaran


__ADS_3

" Ok.. saya mengerti ". Brian berpura - pura bersahabat dengan keadaan mereka dan juga berpura - pura mengikuti semua alur yang di rencanakan oleh mereka.


Satu jam kemudian penawar pertama sudah datang di rumah Bu Wati .


." Silahkan masuk tuan !". sambut Bu Wati .


Dan mereka sudah duduk di satu meja saling bertatapan .


" Tuan ini adalah tuan Jero dia adalah pelanggan setia saya dan juga seorang pengusaha sukses disini". Bu Wati memperkenalkan Tuan Jero kepada Brian .


Brian tersenyum dan menyambut nya dengan menjabat tangannya .


" Saya Brian ". sapa Brian sambil mengenalkan diri dan menjabat tangan tuan Jero .


" Jero ". balas tuan Jero sambil menyambut jabat tangan dari Brian .


Basa-basi dan perkenalan masih berlangsung di ruangan ini .


" Baiklah kita langsung saja pada intinya ". Bu Wati membuka suara lebih dulu .


" Ok ". jawab Tuan Jero setuju dengan wajah yang nampak sedikit arogan .


Sedangkan Brian dan juga Salsa hanya menganggukkan kepala saja mengisyaratkan dia setuju dengan Bu Wati .


" Begini tuan Jero , tuan Brian kemari untuk menawar Raisya . Sedangkan Raisya sudah lebih dulu di tawar oleh anda dengan harga tiga ratus juta dan tuan Brian menawar Raisya lebih dari tawaran anda tiga ratus lima puluh juta . Bagiamana menurut anda tuan ? . Kalau saya sebagai penyalur pasti akan menerima tawaran yang lebih tinggi ". Tutur Bu Wati .


Tuan Jero masih belum menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya dan menyedot batang rokok yang ada ditangan nya .


Sedangkan Brian dan Salsa masih harap-harap cemas dengan keputusan tuan Jero . Sedangkan Raisya dia berada di dalam kamarnya namun dia mengetahui bahwa dia adalah barang yang sedang di perebutkan oleh mereka .


Raisya menatap foto keluarganya yang terdiri dari papanya ,mamanya ,Mila ,dia sendiri dan adik laki-laki nya yang sudah meninggal . Dia mengusap lembut foto itu dan menitikkan air mata.


" Kak Mila ... papa .. mama .. adik...


aku kangen kalian , aku ingin memeluk kalian . Peluklah aku !". Raisya sambil menangis dan memeluk foto keluarga mereka .

__ADS_1


Raisya tidak tahu harus bagaimana lagi dia hanya bisa menurut keinginan Bu Wati . Dia ingin melarikan diri namun dia tidak tahu kemana. Ingin mencari Mila namun dia tidak tahu tempat tinggal Mila . Dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya.


" Semoga aku bisa bertemu dengan kak Mila di kota nanti ". doa dan harapan Raisya sambil mengusap foto Mila karena hanya dia satu-satunya keluarga nya yang masih hidup .


Sementara di depan masih sedikit tegang dengan negosiasi mereka .


" Aku akan membelinya empat ratus juta ". Jawab pak Jero dengan mantap dan penuh kesombongan .


" Empat ratus juta tuan ? ". tanya Bu Wati untuk memastikan sambil bola matanya yang melotot karena mendengar uang yang sebanyak itu . Kemudian Bu Wati melirik ke arah Brian dan juga Salsa .


Salsa nampak panik namun Brian terlihat sangat tenang sambil tersenyum-senyum dia menyikapi keadaan dengan santai .


Salsa memegang tangan Brian dengan kuat untuk mempertanyakan langkah selanjutnya. Brian hanya membalas pegangan tangan itu dengan lembut dan mengelus nya untuk menenangkan Salsa. .


" Empat ratus lima puluh juta ". balas Brian


" Empat ratu lima puluh juta tuan ?". tanya Bu Wati meyakinkan dirinya .


" Iya ".jawab Brian


" Baik lah lima ratus juta ". jawab tuan Jero sambil menghela nafas panjang dan dengan tubuhnya yang sedikit gemetar .


Jika aku mendapat gadis ini aku akan membuat dia jadi mesin uang untuk ku .


Batin pak Jero .


Salsa makin panik dia lebih mengeratkan genggaman nya ,dan lagi-lagi Brian masih terlihat tenang . Dia masih menyikapi keadaan dengan senyumnya .


" Enam ratus juta ". jawab Brian dengan mantap .


" Apa tuan ? enam ratus juta tuan ? apa anda sudah yakin ? ". tanya Bu Wati sambil tersenyum -senyum wajahnya nampak berseri -seri mendengar uang sebanyak itu .


Sedangkan tuan Jero panik hingga dia menggebrak meja .


" Apa-apaan ini ?".kata taun Jero tersolot emosinya .

__ADS_1


Brian hanya tersenyum saja menanggapi keadaan ini . Sedangkan salsa sedikit gemetar.


Tuan Jero memberi isyarat kepada anak buahnya yang berada di luar untuk masuk dan menodongkan senjata tajam ke arah Brian.


"Kalian jangan macam -macam disini ! ". ancam tuan Jero kepada Brian dan Salsa .


Salsa ketakutan dia memegang pundak Brian . Sedangkan Brian masih tenang menghadapi ancaman dari pak Jero dan juga anak buahnya yang menodongkan senjata tajam ke arah dia dan juga Salsa .


" Tuan ,mohon maaf! ,saya hanya menjadi mediasi disini !". Bu Wati ketakutan hingga memohon ampunan ke tuan Jero.


" Diam kau wanita licik , bahwa gadis itu kemari dan aku akan membawanya ". perintah tuan Jero kepada Bu Wati.


Dengan gemetar Bu Wati masuk kedalam dan menyeret Raisya keluar .


" Ayo keluar !". Tarik Bu Wati .


" Bu saya mau dibawa kemana ?". tanya Raisya sambil menangis .


." Diam kau gadis pembawa sial !". umpat Bu Wati sambil menarik tangan Raisya dengan paksa .


Ketegangan terjadi di ruangan ini. Raisya dengan penuh kemalangan nya sudah ada di tengah-tengah mereka . Dia hanya berdiri sambil menangis. Sedangkan Salsa yang melihat adiknya menangis ingin menghampiri nya dan memeluknya namun apalah daya dia sendiri sedang di todong oleh senjata tajam tak mampu berkutik .


" Apa salah saya Bu hingga ibu melakukan ini padaku ?, saya selalu menuruti semua keinginanmu dan juga selalu patuh menjadi anak yang baik. Tapi kenapa ibu melakukan ini padaku dan juga kak Mila ?". tanya Raisya kepada Bu Wati sambil memegang tangan Bu Wati .


." Diam kau !". jawab Bu Wati sambil menghempaskan tangan nya.


Salsa yang melihat kejadian itu melangkah satu langkah dari posisinya ,namun Brian menahannya hingga dia kembali lagi ke posisinya.


" Ini semua salah dari papa kamu ". jawab Bu Wati sambil sedikit kesal dan juga sedikit menitihkan air mata nya.


"Apa salah papaku Bu ?, aku akan membalas nya dengan bersikap baik padamu dan merawat mu dengan baik ". Tanya Raisya membuat Ari mata Bu Wati semakin deras mengalir .


" Aku mencintai papamu dengan setulus hati menolong nya dengan harapan dia akan mencintaiku dan akan menikahi ku dengan penuh cinta. Namun papa mu tidak pernah mencintai ku dia hanya ingin berpura -pura menjadi suamiku untuk menyelematkan hidup kalian dari kejaran orang- orang yang ingin membunuh kalian. Dia hanya mencintai mama kamu hingga akhir hayatnya dan dia menganggap ku hanya seorang sahabat yang telah membantunya saja ". ungkapan perasaan Bu Wati .


" Tapi aku dan juga kak Mila menganggap ibu adalah ibu kami. Kami menyayangimu Bu ". jawab Raisya penuh dengan kepedihan dan juga air mata sambil memegang tangan Bu Wati kembali .

__ADS_1


#####


__ADS_2