
" Ngomong - ngomong mila apa tinggal disini juga bi?".
" Tidak tuan , nona Mila tidak tinggal disini ". jawab Bi inem sedikit ragu
" Tinggal dimana Mila bi ?".
" Emm .. maaf tuan saya harus menyelesaikan pekerjaan sebelum tuan Edvan datang ".
" Baik Bi. silahkan saya akan menunggu dia sambil melihat - lihat apartemen ".
" Oh iya tuan mau minum apa ? ".
." Tidak usah Bi . nanti saya ambil sendiri kalau haus ".
" Baik tuan ." Bi inem dengan sedikit ketakutan mundur dari tempatnya dan berbalik menuju dapur .
" Duh.. gimana ini ? saya sedikit gemetar menghadapi sepupu tuan Edvan ". Bi inem berbisik sendiri di dapur sambil mencuci piring.
Brian duduk di sofa kemudian dia memutuskan untuk melihat-lihat apartemen Edvan . Ada sesuatu yang membuat dia tertarik sepasang sandal yang dipakai Mila saat bertemu dengan nya.
Dia mendekati sandal itu ,namun tiba-tiba Bi inem mengambil sandal itu secepat kilat.
" Maaf tuan saya harus mencucinya karena kotor ".
" Ok Bi . silahkan ".
Brian melanjutkan melihat-lihat apartemen Edvan .
Bi inem gusar dia kuatir Brian sedang menyelidiki sesuatu hingga akhirnya dia mengirim pesan singkat kepada Riko assisten Edvan .
✉️ Tuan di apartemen ada tuan Brian . Saya sedikit curiga dengan tuan Brian . Tolong sampaikan kepada tuan Edvan untuk seger pulang .
Riko segera membuka pesan singkat tersebut dan mengirim pesan balasan .
✉️ Baik Bi . Bibi tenang saja jangan cemas dan bersikaplah bahwa keadaan di apartemen baik-baik saja.
✉️Baik tuan
Bi inem dengan cepat membalas pesan singkat tersebut kemudian melanjutkan cuci piring sambil mengamati gerak-gerik tuan Brian .
Ada satu tempat yang membuat Brian tertarik yaitu balkon , ruangan itu tertata rapi dengan di penuhi bunga .Brian melihat lukisan yang tertata rapi di dinding dan juga lukisan yang masih proses belum selesai pengerjaan.
Brian mengamati lukisan - lukisan tersebut dan satu lukisan menyita perhatian nya . Dia mendekati lukisan tersebut mengelus wajah yang ada di lukisan tersebut .
Wajah ini seperti ada di foto dompet mila ? .
Pikir Brian memaksa otaknya mengingat . Kemudian seperti dia menemukan berlian di dalam ingatannya dia mengingat wajah dari lukisan tersebut.
" Iya benar dia adalah mama Mila ". sambil menjentikkan jarinya . Seperti dia mendapat ide yang bagus .
" Kenapa kamu ada disini?".
Suara itu mengejutkan Brian , lalu Brian membalikkan badan mengamati sumber suara tersebut.
" Kamu Edvan ?".
__ADS_1
" Kenapa kamu ada disini ?". tanya Edvan dengan nada sedikit ketus .
" Aku ingin mengunjungi mu ". jawab Brian sambil tersenyum.
" Untuk apa ?". masih dengan nada yang ketus
" Ya .. karena kita saudara ..". sambil tersenyum manis lagi .
" Sejak kapan kamu mengakui aku saudara ?".
" Hey .. bukan begitu . Aku baru pindah di apartemen ini tidak ada yang aku kenal hanya kamu saja yang aku kenal ". sedikit merayu
" Sebaiknya kamu keluar dari apartemen ku .". Perintah Edvan dengan ketus .
" Hey .. ayo lah saudaraku !". sedikit merayu lagi sambil berupaya memeluk Edvan .
" Aku bilang pergi !".
" Ok . fine . Aku pergi . Tapi aku akan kembali lagi sampai kamu mempersilahkan aku duduk ".
" Silahkan ". Edvan mempersilahkan keluar sambil membuka pintu apartemen.
" Baiklah , Tapi ingat ..".
Braaakkkk...
Kata - kata Brian terputus saat pintu dengan keras di tutup oleh Edvan .
" Dasar brengsek". umpat Brian kesal .
" Ba... baik .. tuan ". Bi inem sedikit ketakutan .
####
" Lukisan itu memang benar wajah mama Mila . Siapa yang melukisnya ?". Brian bertanya-tanya sendiri .
" Apa Edvan ?. Ah tidak dia tidak bisa melukis . Bi inem kah ?, enggak mungkin juga . Atau Mila ..?". gumam Brian sendiri .
" Ah sudahlah Yang penting aku sudah tahu bahwa Mila pernah tinggal di situ . Tinggal memastikan hubungan mereka ".
Setelah Brian berbicara sendiri dia mulai menancap gas mobilnya menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Mila .
####
" Non , apa anda sudah siap hari ini ".
." Saya sudah siap ". jawab salsa kepada orang suruhannya.
" Baiklah saya akan berjaga diluar dan berusaha mengalihkan penjaga ruangan nona Mila . Dan anda bisa masuk kedalam ruangan nona Mila ".
" Baik ".
" Ingat nona jika saya memberi isyarat anda untuk pergi segera pergi karena di luar dalam keadaan bahaya ".
" Baik aku mengerti ". sambil menghela nafas yang panjang untuk mempersiapkan diri .
__ADS_1
Kemudian mereka membuka pintu mobil masuk kedalam rumah sakit . Di depan ruangan Mila ada satu penjaga yang sedang berjaga.
" Nona disana ada satu penjaga saya akan mengalihkan perhatian nya . Nona silahkan masuk dari arah belakang nya ".
" Baik ". jawab Salsa dengan antusias.
Setelah penjaga tersebut di ajak ngobrol oleh suruhan Salsa .Salsa menerobos masuk menemui adiknya yang selama ini dia rindukan .
Sorotan penuh binar dan ke sayu-sayuan terpancar dari pandangan Salsa saat menatap wajah Mila . Dan merasa sedih saat menatap tubuh Mila terkulai di ranjang pasien . Salsa tak kuasa dia ingin memeluknya namun dia tidak berani melakukannya.
Salsa hanya menatap wajah Mila dengan penuh kesedihan dan tidak terasa air matanya meluncur membasahi pipinya. Salsa menyeka air mata itu dengan lembut . Dia ingin menangis sejadi - jadinya namun dia berusaha menahan rasa itu .
###
Brian sudah sampai di rumah sakit . Ketika dia berada di lorong tempat ruangan Mila ada seseorang yang memanggilnya sehingga dia menoleh dan menghentikan langkah nya .
" Tuan Brian ..!".
Brian menoleh mencari sumber suara tersebut
" Oh ..dokter . Ada apa dokter ?".
" Apa anda akan ke ruangan gadis itu ?".
" Iya benar dokter ".
" Mari kita kesana bersama saya juga akan kesana untuk memeriksa keadaan nya ".
" Baik Dokter ".
Mereka berjalan bersama menuju ruangan Mila ditemani beberapa perawat di belakang nya .
" Bagiamana perkembangan nya dokter ?".
" Cukup baik , banyak perkembangan yang terjadi pada pasien . Mungkin dia akan sadar sebelum waktu perkiraan ".
" Benarkah dokter . Saya sangat berharap dia segera pulih dokter ". Brian nampak sangat senang .
" Iya tuan saya juga berharap pasien segera pulih ".
" Terimakasih dokter atas segala upayanya ".
" Sama - sama tuan ,itu adalah tugas saya sebagai dokter memberikan pertolongan yang terbaik terhadap pasien". .
Tidak terasa mereka sudah hampir sampai di ruangan Mila . Orang suruhan salsa melihat Brian menuju keruangan hingga dia mencoba memberi peringatan dengan cara menelepon Salsa .
" Baiklah terimakasih informasinya saya harus pergi dan menelepon saudara saya bahwa saya sedang ada disini ". Kata suruhan salsa berpura-pura kepada penjaga .
" Baiklah ". jawab penjaga itu
Ponsel Salsa terus berdering , Salsa segera bergegas meninggalkan ruangan namun tiba - tiba langkah salsa terhenti ketika tangan salsa di pegang oleh Mila .
" Hah..?!". Salsa sontak kaget dan menoleh ke arah Mila .
Tangan Mila terus menggenggam tangan salsa .Matanya mulai terbuka dan menatap Salsa dengan binar penuh harapan .
__ADS_1
" Mila ...". Salsa sontak mendekati Mila ,hingga dia lupa bahwa dia harus pergi dari ruangan tersebut karena ada Brian .