Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
kisah Mila


__ADS_3

πŸ“ž Tolong pesan kan aku hotel sekang! : Perintah Edvan disambungan telepon kepada Riko .


πŸ“ž Baik tuan : jawab Riko


Edvan memutar kemudinya sebenarnya dia ingin bertemu dengan Mila karena tadi tidak jadi makan malam bersama namun setelah pertikaian nya dengan Steffi membuat Edvan marah dia tidak ingin kembali ke apartemen Karena dia takut amarahnya meledak dan Edvan takut Mila menjadi korban .


Karena jika dia marah dia akan melampiaskan kemarahan kepada gadis - gadis yang dia beli namun dia tidak tega melampiaskan semua itu kepada Mila .


πŸ“ž Apakah tuan butuh seorang wanita ? : tanya Riko Karena dia mengerti benar kebiasaan Edvan .


πŸ“ž Tidak aku ingin sendiri : jawab Edvan membuat Riko heran .


Edvan sedikit berubah setelah bertemu Mila dia tidak begitu suka bermain-main dengan wanita seperti dulu .


🌼🌼🌼


Cahaya matahari yang masuk disela jendela menyinari seluruh ruangan di apartemen . Cahaya matahari ini membuat mata Mila silau dan membuat dia mengerjap . Suara televisi masih terdengar ,Mila mengusap matanya dan menguap mengambil remote tv dan mematikannya. Terdengar suara jam dinding yang berdetak menambah kesan kesunyian di apartemen ini .


Ting ... Tong...


Suara bel pintu berbunyi Mila sedikit malas berdiri . Dia berjalan dengan malas ke arah pintu dengan rambut yang masih berantakan dan juga wajah yang masih belum di basuh .


Mila membuka pintu dengan malas sambil menggaruk-garuk kepalanya dan juga menguap.


" Nona, baru bangun ya ? ". tanya bi inem ketika pintu terbuka .


" Eh bibi ... iya Bi baru bangun ". jawab Mila sambil tersenyum malu .

__ADS_1


" Apakah tuan tadi malam tidak pulang nona ? ". Tanya bi inem ketika masuk kedalam apartemen dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang nampak kosong hanya ada Mila.


" Tidak bi ". jawab Mila sedikit memanyunkan bibirnya sambil menutup pintu.


" Mungkin tuan masih ada perlu dengan nyonya Steffi dan juga keluarga". timpal Bi inem


Hemmmm...


Mila menghembuskan nafas panjang sedikit kecewa karena dia juga harus sadar bahwa dia hanya wanita simpanan dan dia juga punya isteri yang harus didahulukan.


" Hari ini nona ingin makan apa? bibi akan masak untuk nona".


" Bi hari ini boleh aku masak sendiri Bi?, karena sudah lama setelah berada disini aku tidak pernah masak ". pinta Mila sambil mengikuti langkah Bi Inem ke arah dapur .


" Tentu boleh. Memang Nona mau masak apa ? Apa perlu kita ke supermarket beli bahannya ? ".


" Yang benar Bi ". Mila tersenyum girang .


"Wah kita lihat di kulkas ada bahan nya atau tidak jika tidak ada bisa kah kita ke pasar saja Bi ?, Karena aku lebih suka belanja di pasar bi bisa memilih bahan yang segar ". tanya Mila sambil membuka dan memeriksa isi kulkas.


" Baiklah nona ".


" Tenyata masih ada bahan yang saya butuhkan Bi ". kata Mila kegirangan sedikit berjingkrak .


Mila mulai berkutat dengan bahan - bahan dan memulai memasak .


Beberapa menit kemudian makanan udah jadi .

__ADS_1


" Bi coba cicipi masakan aku ". pinta Mila kepada Bi inem sambil menyodorkan Sendok yang berisi masakan mila .


" Hemm .... lezat non ". Kata Bi Inem sambil menyeduh masakan Mila .


" Yang benar Bi ". kata mila tersenyum sambil ikut mencicipi masakan nya .


" Hemm mantap ". Gumam Mila sambil terus mencicipi masakan nya .


" Ternyata nona pandai masak ya ". Timpal Bi Inem sambil mengambil piring dan menyendok makanan Mila memakannya dengan lahap .


Mila hanya tersenyum malu .


" Non.. kalau boleh tahu nona belajar masak dari siapa ? , pasti dari mama ya . Mamanya pandai sekali masak ya ". tanya bi inem namun pernyataan itu membuat Mila terdiam dan nampak raut wajahnya yang bersedih .


" Maaf non , apa perkataan saya salah ? ". kata Bi inem merasa bersalah ketika melihat raut wajah Mila yang sedih .


" Ah tidak bi , hanya saja aku teringat mamaku .Dulu aku masih ingat ketika mama ku sedang sakit teman mama sama ayahku sering membawakan makanan untuk ku dan juga adik-adikku. Dia sangat baik , dia menjaga kami dan merawat kami saat mamaku sakit dan ketika mama kami meninggal dia sangat perhatian kepada kami memasak kan kami hingga aku di ajari masak olehnya . Bukan itu saja dia menganggap kami sebagai anaknya merawat kami dengan tulus".cerita mila teringat masa lalunya bersama keluarga nampak wajahnya sangat sedih dan tatapannya berkaca-kaca.


" Oh ... maaf kan bibi jika perkataan bibi membuat Nona teringat pada keluarga ".Bi inem sambil mengelus punggung Mila dengan lembut


"Tidak apa-apa Bi setidaknya saya ingin bercerita tentang kerinduan ini . Aku dan keluargaku dulu mempunyai perusahaan yang termasuk cukup sukses , kakak pertamaku perempuan dia ikut kakek ku ke luar negeri , Saya dan juga dua adik ku laki-laki dan perempuan tinggal bersama ayah dan juga mama. Saya masih teringat jelas betapa bahagia saat itu sebelum perusahan ayahku bangkrut. Setelah perusahaan ayahku sedikit goyah mamaku sering sakit-sakitan hingga mama meninggal kemudian perusahan ayahku benar-benar bangkrut". Mila bercerita dengan mata yang berkaca-kaca


Sedangkan Bi Inem menjadi pendengar setia sambil mengelus punggung Mila dengan lembut dan yang satu memang tangan Mila dengan erat .


" Setelah kami bangkrut kami berempat ingin pergi keluar negeri ke tempat kakek ,namun tiba-tiba diperjalanan kami ditabrak oleh mobil hitam hingga kami terluka parah dan anehnya mobil hitam itu memfoto kecelakaan kami kemudian pergi. Ketika kamu dibawah kerumah sakit kami dikejar segerombolan orang tidak dikenal hingga membuat ayahku ketakutan hingga membawa kami untuk bersembunyi. Ayahku membawa kami kesebuah perkampungan untuk bersembunyi dan kami bertemu dengan ibu tiri kami sekarang ini . Dia membantu ayahku untuk bersembunyi dirumahnya dan membantu merawat kami . Namun ibu tiri kami memberi syarat kepada ayahku bahwa dia akan merahasiakan keberadaan kami asalkan ayahku menikahi nya . Dengan berat hati ayahku menikah dengan ibu tiriku , ayah mempunyai beberapa tabungan yang ayah sembunyikan dan dia kuras habis tabungan untuk beli lahan pertanian dan juga rumah .Namun semuanya harus habis di Jual karena adik laki-laki ku setelah kecelakaan sering sakit-sakitan hingga mengalami banyak operasi ,dan hingga akhirnya kami pun menjadi miskin sedangkan adikku tidak tertolong dan selang beberapa tahun ayahku menyusul adikku juga ". Mila melanjutkan ceritanya hingga menetes kan air mata .


Bi inem yang juga merasakan kesedihan itu pun kemudian memeluk Mila dengan erat. Dan membiarkan Mila menangis dalam pelukannya .

__ADS_1


"Setelah aku bercerita aku jadi teringat Adik ku yang di desa karena sudah satu Minggu lebih tidak memberi kabar kepada nya".Mila menarik tubuhnya dari pelukan Bi inem dan mengusap air matanya .


" Hubungi dia non kabari non jika nona baik -baik saja disini,bibi akan menjaga nona ". Sambil tersenyum sedih dan juga kasihan kepada Mila karena gadis cantik seperti dia mempunya kisah yang sangat sedih .


__ADS_2