
Steffi masih shock dia masih saja terdiam .
" Nyonya silahkan minum dulu !". Erwin memberikan air minum kepada Steffi
" Kenapa ...?? kenapa ..??". Steffi menatap Erwin tajam .
" Kenapa apa nya nyonya ? ".
" Kenapa kamu begitu baik padaku , walaupun perlakuan ku tidak begitu baik padamu ?". masih dengan sorot tajamnya.
"Minum dulu nyonya agar anda tenang!".
" Jawab dulu aku !".
Erwin tersenyum meletakkan gelas diatas meja kemudian duduk di samping Steffi . Mengusap lembut pipinya dan meraih wajahnya .
" Dengar aku !, aku sudah dari dulu bersamamu , kamu juga telah menolong aku dari keterpurukan. Membantu ku saat aku butuh pekerjaan. Aku tahu kamu bukan orang jahat . Dan aku sangat menyayangimu, dan sangat mencintaimu . Sudah dari dulu aku mengagumi mu ,namun aku tahu siapa diriku . Aku hanya bisa memberikan cinta tulus untuk mu dan akan aku lakukan apa pun sebisa mungkin untuk mu ".
Tidak terasa Steffi meneteskan air mata dia terharu ada seseorang yang mencintai nya dengan tulus . Dari dulu Steffi merasa kesepian apalagi tuntunan dari papa nya yang selalu mengatur hidup Steffi dengan kemauannya.
Apalagi saat ini dia tidak bisa memiliki seseorang yang yang dia cintai Edvan . Ungkapan Erwin membuat Steffi benar-benar terharu .
Erwin mengusap lembut air mata yang begitu saja meluncur di pipi putih Steffi . Dan tanpa basa-basi lagi Erwin memeluk Steffi dengan penuh kehangatan begitu pun dengan Steffi membalas pelukan itu dengan penuh kehangatan juga .
Sepertinya Steffi sudah mempunyai sandaran hidup sehingga dia menumpahkan air mata nya di pelukan Erwin. Dan dengan lembut Erwin mengelus rambut Steffi menenangkan wanita pujaan hatinya .
####
Setelah dari kantor papanya Edvan segera menuju apartemen nya .Dia merindukan wanita nya Mila .
"Mila ...Mila ... ". Teriak Edvan ketika dia sudah berada di apartemen. Namun tidak ada satu pun yang menjawab teriakan nya .
Edvan masuk kedalam kamar mencari Mila namun tidak menemukan siapa pun. Membuka kamar mandi tapi kosong tidak ada orang . Kemudian Edvan menuju balkon dimana tempat Mila melukis , namun disana hanya ada lukisan dan bunga - bunga yang sedang bermekaran.
" Bi ... Bi inem ... Mila ... ". Teriak Edvan lagi sambil menuju dapur . Namun di dapur dia tidak menemukan siapa pun . Hanya ada sebuah piring pecah berserakan di lantai .
" Ada apa ini ? kenapa ada piring pecah di biarkan begitu saja ?". Gumam Edvan .
Kemudian Edvan pergi ke ruang tamu " Bi inem ... Bi ... Bi inem ". Edvan berteriak lagi memanggil Bi inem .
Dia menelepon Bi inem namun ponselnya berdering ada di meja ruang tamu . Kemudian menelepon Mila , ponselnya pun berbunyi tapi suara itu keluar dari kamar Mila . Ponselnya pun tertinggal di kamar.
" Kemana mereka ?".
Kemudian Edvan menelepon Riko.
📞 Riko apa kamu tahu kemana perginya Bi inem dan mila ?
__ADS_1
📞 Maaf tuan saya tidak tahu , apa perlu saya Carikan !
📞Iya .
📞Baik tuan .
Baru saja Riko menancap gas mobilnya pergi dari apartemen ketika dia selesai mengantar Edvan sekarang dia harus kembali lagi dan mencari Bi inem dan juga mila .
" Aiisshhh ... baru saja aku ingin pulang istirahat". Gerutu Riko sambil memutar setir mobilnya .
Tidak berapa jauh dia melihat Bi inem sedang kebingungan bertanya kepada orang yang sedang lewat jalan disitu . Riko segera menghentikan mobilnya dan menghampiri Bi inem .
" Bi inem .. sedang apa disini ?".
" Tuan .. tuan .. ". Bi inem ketakutan dia sedikit gemetar .
" Ada apa bi inem ? ".
" Nona Mila tuan ..".
" kenapa dengan Nona Mila ? ".
" Dia menghilang saya sudah mencari kemana - mana namun tidak di temukan".
" apa maksud bibi ..?".
" Maaf tuan . Nona Mila tadi memaksa keluar sebentar untuk beli sesuatu,tapi saya tunggu-tunggu dari tadi enggak balik - balik ".
" Maaf tuan !".
"Aiisshhh ... sial ". Riko memegang kepala nya frustasi .
Kemudian mereka bersama - sama mencari di sekeliling apartemen namun sudah beberapa jam mereka tidak menemukan Mila . Hingga mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen.
" Sebaiknya kita pulang dulu Bi siapa tahu nona sudah pulang !".
" Baik tuan ".
###
" Bi inem di mana Mila ?". Tanya Edvan ketika Bi inem baru tiba di apartemen.
" Maaf tuan .. nona Mila menghilang .." Bi inem menunduk ketakutan .
"Menghilang ...?? apa maksudnya?".
" Maaf tuan ..!".
__ADS_1
" Begini tuan ". Riko memotong kata-kata bi inem dan mencoba menjelaskan.
" Tadi pagi nona pergi membeli sesuatu namun sampai siang tadi Nona tidak kembali dan Bi inem mencarinya . Saya pun tadi ikut mencari namun tidak ketemu "..
" Apa .. ?". Teriak Edvan dan membuat bi inem dan Riko terkejut .
" Maaf tuan .. saya sudah menyuruh orang untuk mencari dan menemukan nona tuan ".
"Cari dia sampai ketemu !!!".suaranya terdengar sangat keras dan marah .
" Baik tuan ". Jawa Riko .
Kemudian Riko menyuruh bi inem ke dapur membereskan piring yang berantakan agar tidak menjadi sasaran kemarahan Edvan juga .
" Maaf tuan kemaren Nona Mila hampir di culik oleh seseorang ".
" Apa di culik .. ? ".
" Iya tuan ".
" Kenapa kamu tidak bilang ?, aiisshhh .. ". Edvan semakin terlihat frustasi.
" Maaf tuan saat itu anda sedang makan malam dengan nyonya Steffi dan juga sedang ada masalah project jadi saya tidak ingin masalah nona Mila mengganggu pikiran tuan ".
"arrghhh .. ". Edvan menggeram marah dia semakin frustasi .
" Cari dia sampai ketemu dan cari informasi siapa yang berencana menculik Mila , paham ..! ".
" Baik tuan ".
Riko segera bergegas mengundurkan diri dan Melaksanakan tugasnya .
.
.
.
.
.
###
Hai readers selamat membaca
Jangan lupa dukung terus author ya biar tambah semangat 💪💪
__ADS_1
Penasaran dong Edvan Akan menemukan Mila atau tidak ??
ikutin terus ya 🙏