Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
Baju ganti


__ADS_3

Mila tidak tahu harus menjawab apa ,dia bingung mau jawab atau tidak akhirnya dia hanya mondar-mandir dikamar mandi dengan keresahan nya.


Sedangkan Edvan yang kuatir apalagi tidak ada jawaban dari Mila sangat cemas dan pada akhirnya dia mendobrak pintu kamar mandi .


Edvan mendorong tubuhnya dengan kuat dan dengan bersamaan Mila membuka pintu karena dia merasa harus bilang apa adanya kepada Edvan bahwa dia membutuhkan baju ganti untuk dirinya .


.


Ceklek...


Braaakkkk...


Dengan bersamaan Mila membuka pintu dan Edvan sedang mendobrak pintu dan akhirnya .


Gubrakkk...


Edvan jatuh tersungkur karena pintu terbuka .


Mila terkejut tangan satunya menutup mulutnya dan yang satu memegangi handuknya yang dipakai karena sangat minim hingga sedikit nampak belahan dada Mila dan juga paha Mila yang putih bersih.


Edvan meringis kesakitan namun ketika mendongak ke atas yang posisi terjatuhnya di bawah Mila , Edvan menjadi berdebar . Berkali-kali dia menelan ludah karena melihat tubuh Mila yang sangat menarik. Gairah nya sedikit tergugah hingga dia salah tingkah. Dengan sedikit malu dan salah tingkah Edvan berdiri sambil menatap sebuah jelly kenyal dan juga kulit putih bersih itu.


" Maaf tuan saya tidak sengaja, saya sedang mencari baju ganti tuan karena baju saya basah ". kata Mila sedikit risih ,takut dan juga geli melihat tatapan Edvan .


Ehem...


Edvan berdehem untuk menguasai perasaan dan juga gairahnya kemudian membenarkan kerah bajunya dan bersikap sangat berwibawa.


" Kenapa harus memakai baju , pakai handuk saja kamu nampak sangat cantik ". kata Edvan merayu Mila sambil mencolek dagu Mila .

__ADS_1


Mila ketakutan dan juga risih hingga dia mundur satu langkah dari posisinya. Edvan yang melihat perilaku Mila malah menjadi bergairah dan gemas hingga dia mendekatkan dirinya ke arah Mila dan membuat Mila mundur lagi dan lagi hingga mentok ke tembok. Sedangkan Edvan terus maju dan maju hingga menghimpit tubuh Mila .


" Kamu mencari baju ganti ? .Baiklah akan aku Carikan untuk mu ". kata Edvan sambil berbisik di telinga Mila dan membuat Mila geli hingga dia merasa merinding bulu kuduknya berdiri .


Edvan tersenyum kepada Mila kemudian dia keluar dari kamar mandi menuju sebuah lemari besar mengambil baju . Namun Edvan tidak menemukan baju perempuan hanya sebuah kemeja lengan panjang yang tipis dan juga sebuah ****** ***** laki-laki .


" Ah .. apa ini saja aku berikan pada dia , apa aku harus menyuruh Riko membelikan baju untuk Mila ? , tapi ini sudah sangat larut ." gumam Edvan sambil memperhatikan baju yang ada ditangannya


" Tapi jika dia memakai ini begitu indah tubuhnya aku bisa menerawang kedalamannya ckckck". Edvan berkata sendiri sambil tertawa kecil ,pikiran nya yang mesum membuat dia sedikit bahagia.


" Baiklah pakai ini saja biar besok aku suruh Bi Inem membelikannya. Kasihan dia mungkin kedinginan di dalam kamar mandi ."kata Edvan merasa kasihan walaupun pikirannya mesum namun dia masih mempunyai rasa kasih sayang dan rasa kasihan.


" Pakai ini! ". kata Edvan sambil memberikan baju itu kepada Mila .


Mila mengambilnya kemudian memperhatikan baju itu dengan pandangan yng risih .


" Maaf tuan ,apakah saya harus pakai ini? ". tanya Mila sedikit risih melihat baju itu.


.


" Baik .. baik tuan saya akan memakainya !". Jawab Mila sedikit salah tingkah karena tingkah genit Edvan .


Mila memperhatikan baju itu dengan risih apalagi ketika memperhatikan ****** ***** laki-laki, dia ingin tertawa atau sedih melihat ****** ***** ini karena terlalu besar untuknya.


" Ih.. apa ini ". kata Mila sambil memperhatikan ****** ***** laki-laki itu dengan risih dan juga geli ingin tertawa


Kemudian Mila mencobanya dan tenyata kebesaran . Mila ingin tertawa melihat semua kejadian yang dialaminya namun dia harus kembali sedih karena dia harus menjadi wanita simpanan tuan Edvan .


Edvan menunggu Mila sambil duduk di sebuah sofa sebelah ranjang ,dia membaca buku yang ada di meja sebelah nya. Mila yang sudah selesai berganti pakaian keluar dari kamar mandi memakai kemeja yang tipis lengan panjang dan panjang nya gak sampai lutut . Kainnya yang tipis pun menembus kulit mila yang bersih dan putih apalagi dia tidak memakai b*ha sehingga dua jelly kenyal nampak begitu sempurna .

__ADS_1


.Edvan tercengang memandang pemandangan didepan nya . Pandangan Edvan yang mesum membuat Mila risih hingga dia segera menutup kedua jelly kenyal dengan kedua tangan nya dan kemudian berlari menuju ranjang meraih selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Edvan tersenyum melihat tingkah Mila yang menggemaskan .


" Apa kamu sudah siap ?" . Canda Edvan melangkah menghampiri mila yang terbaring di ranjang sambil menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Mila salah tingkah dan membuat Mila mengeratkan selimut ditubuhnya . Edvan mendekat hingga mendekat membuat jantung Mila berpacu dengan kencang apalagi wajah Edvan sudah berada di depan Mila hanya jarak beberapa centimeter saja.


Hembusan nafas Edvan yang terasa panas menyembur begitu saja di leher Mila membuat Mila geli hingga membuat Mila bergidik . Edvan yang melihat perilaku Mila semakin gemas hingga mendekatkan lagi wajahnya hingga hidung nya pun menempel bibir hanya berjarak sekitar satu centimeter saja.


Jantung Mila semakin berdetak kencang tiba- tiba suhu Mila naik yang tadi kedinginan seketika menjadi panas ,tubuhnya sedikit gemetar takut bercampur geli ,risih dan juga sedikit bahagia. Entah kenapa dia merasa bahagia tiba-tiba saat Edvan berada di dekatnya .


Edvan tersenyum sinis kemudian menarik tubuhnya dan berbaring di samping Mila .


" Apa kamu suka tidur bersama ku ? ". tanya Edvan sedikit meledek .


." Maksud tuan ? ". tanya mila sedikit kesal


." Tentu saja kamu bahagia kan aku adalah laki-laki yang selalu di inginkan semua wanita dan tidak ada yang berani menolak ku saat aku ajak tidur ?". kata Edvan menyombong kan diri .


." Hah.. maksud tuan apa ? ". jawab mila sedikit kesal .


" Sudah lah tidak usah berpura - pura ? , karena malam ini aku merasa sangat capek aku akan tidur dulu ya !. Kalau kamu mau ... besok saja ya ! ". kata Edvan menggoda Mila sambil mencubit dagu Mila yang lancip itu .


" Hah... ? ". kata Mila sedikit kesal karena Edvan menganggap dia yang ingin tidur dengannya .


Edvan tersenyum kemudian tertidur di sebelah Mila . Dan yang Edvan rasakan dia tidak tega untuk melakukan hal itu kepada Mila karena sebuah paksaan , yang Edvan inginkan dia melakukan itu karena mereka saling inginkan . Edvan memang sedikit berubah setelah bertemu dengan mila karena dia merasa nyaman dan merasa hangat bersama dengan Mila dia merasa seperti dekat dengan mamanya yang dia rindukan.


🌼🌼🌼

__ADS_1


bersambung


__ADS_2