Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
dipecat part 2


__ADS_3

Mila keluar dengan wajah lesu nampak sangat putus asa kemudian menuju ruang pantry untuk membereskan barangnya dan keluar dari kantor Edvan . Dia berjalan pelan dan lemas keluar kantor kemudian berbalik lagi untuk menatap kantor untuk yang terakhir kalinya ,Mila menghembuskan nafas panjang kemudian berbalik menuju taman depan kantor.


Nampak dia termenung meratapi nasibnya.


Aku harus bagaimana? apa aku harus kembali kerumah kak Salsa ? , ah tidak ... aku tidak mau jadi beban kak Salsa lagi dan aku juga tidak ingin menjalankan misi yang diberikan kak Salsa. Lalu aku akan pergi kemana?


Batin mila ,dia merasa putus asa dan tidak menemukan jalan keluar .


"Mila ...Mila ...". Tina memanggil Mila dari kejauhan dia nampak tergesa-gesa menghampiri Mila .


Mila nampak senang melihat sahabatnya dia menyunggingkan senyum cerianya kepada Tina .


" Mila aku dengar kamu di pecat ? ". tanya Tina sambil memeluk Mila kemudian meraih pundak Mila dan menghadapkan tubuh Mila dihadapan Tina .


Mata Mila mulai sayu dia tidak mampu menahan kesedihannya hingga menetes air mata nya. Mila memeluk Tina dengan erat untuk meluapkan kesedihan nya sambil menumpahkan air matanya .


" Mila kamu sabar ya ! ". kata Tina menenangkan sambil mengelus punggung Mila .


Kemudian Tina mengajak Mila duduk di bangku taman dan menyuruh Mila menceritakan semuanya.


" Maafkan aku Mila aku tidak bisa membantumu Mila ,baru kemaren keponakan ku dari kampung datang dan kami tidur di satu kamar . keluarga ku mempunyai rumah yang sangat sempit hingga tak mampu lagi untuk menampung orang lagi Mila . maafkan aku Mila !". kata Tina sambil mengusap air mata Mila yang bercucuran.


" Baiklah Tina tidak apa-apa, aku akan mencoba mencari tempat tinggal semampuku ". jawab Mila sambil mengusap air matanya dan berusaha tersenyum agar sahabat nya tidak kuatir.


" Ini ada beberapa uang untuk mu ,mungkin hanya bisa beli makanan atau membantu membayar uang sewa untuk satu malam Mila . Tolong terimalah Mila ! ".Kata Tina sambil menyodorkan beberapa uang kepada Mila dan memasukkan kedalam saku Mila .


" Tidak Tina Terimakasih, kamu tidak perlu kuatir aku masih punya uang ". jawab Mila menolak pemberian Tina sambil mengeluarkan uang yang dimasukkan kedalam sakunya .


Namun Tina memegang tangan mila tidak membiarkan Mila mengembalikan uang tersebut .


" Tolong terimalah Mila !".


" Baiklah Tina , terimakasih". Mila dengan terpaksa menerima uang tersebut karena ke kukuhan sahabatnya dan dia juga tidak ingin membuat sahabatnya kecewa .


" Baiklah Mila aku harus masuk karena aku hanya izin sebentar untuk menemui mu ". Kata Tina sambil memeluk Mila .


" Baiklah Tina, terimakasih ". Mila sambil membalas pelukan Mila dan menyunggingkan senyum manis untuk sahabat nya .

__ADS_1


Tina beranjak meninggalkan Mila ,nampak dia sangat kuatir terhadap Mila namun karena dia harus kembali berkerja mau tidak mau dia harus meninggalkan Mila menuju kantor.


Mila sendiri lagi di taman dia termenung kembali entah dia tidak tahu harus bagaimana lagi . Namun tiba-tiba dia menemukan jalan keluar .


" Bagiamana Jika aku meminta izin kepada manager cafe untuk menginap di cafe ? , ide bagus .. semoga dia mengizinkan". Gumam Mila nampak bahagia karena merasa masih ada harapan untuknya.


Kemudian dengan langkah yang gontai dia menuju ke cafe tempat dia bekerja .


🌼🌼🌼


Edvan turun dari mobilnya kemudian dia masuk kedalam kantornya . Dia menelusuri jalan menuju ruangan nya . Dia sengaja melewati ruang pantry agar bisa menengok Mila di ruangannya,Riko nampak bingung mengikuti langkah kaki bosnya yang biasanya dia langsung menuju ruangan namun sekarang dia berputar melewati ruang pantry .


Sesampainya didepan pantry Edvan tiba-tiba berhenti mengambil ponselnya berpura - pura sedang menelepon seseorang padahal dia ingin melihat keruang pantry apa Mila ada di sana.


Kenapa dia tidak ada di ruangan?apa dia sedang bersih -bersih di tempat lain ?. mungkin saja ini kan jam kerja mereka ...


Batin Edvan sambil memperhatikan ke ruang pantry ,kemudian berpura-pura menutup teleponnya.


Riko yang menangkap gelagat aneh dari bos nya hanya tersenyum saja karena dia mulai mengerti apa yang dia cari .


Edvan duduk di kursi kebanggaannya dia mulai berkutat dengan Laptop dan ponselnya mengecek beberapa pekerjaan sedangkan Riko duduk di sofa untuk membereskan pekerjaan setelah meeting diluar barusan bersama Edvan dan juga orang penting lainnya .


Nampak Edvan gusar entah kenapa? Dia tidak fokus dengan pekerjaan nya .


Kenapa aku kepikiran dengan gadis itu ya ? apa aku harus memanggil nya ? . Tapi jika aku tiba -tiba memanggilnya tanpa alasan apa dia tidak curiga ? ...


pikir Edvan nampak dia serius sambil memegang kepalanya


Hmm.. bagaimana kalau alasan untuk mengantar minuman atau kopi ? ok.. alasan bagus .


pikir Edvan lagi sambil menjentikkan jarinya hingga membuat Riko terkejut dan memperhatikan Edvan .


Edvan yang merasa di perhatikan oleh asistennya nampak salah tingkah dan berpura -pura tersenyum manis kepada Riko .


" Riko bisa kah kau menyuruh gadis itu membawakan kopi untuk ku ? ". perintah Edvan sambil tersenyum malu dan salah tingkah .


" Maksud tuan gadis cleaning servis itu ?". tanya Riko untuk memastikan.

__ADS_1


Edvan tidak menjawab hanya mengangguk dan tersenyum.


melihat anggukan tuannya Riko segera menghubungi sekretaris tuan nya untuk membawakan kopi untuknya .


Tok...tok ..


beberapa menit kemudian ada Suara ketukan pintu di luar ruangan. Edvan yang dari tadi terlihat galau karena sehari ini tidak bertemu dengan mila nampak berseri mendengar ketukan pintu, dia membenahi duduknya dan kerah bajunya berpose sangat elegan dan berwibawa.


.


" Masuk ". kata Edvan .


Ceklek ...


Pintu terbuka Riko dan Edvan fokus ke arah pintu , namun dugaan mereka salah yang masuk bukan lah Mila namun orang lain . Nampak wajah Edvan sedikit kecewa Menatap wajah didepannya.


" Kemana Mila kenapa kamu yang mengantar kan? ". tanya Edvan kepada cleaning servis yang mengantar kopinya .


" Maaf tuan Mila baru saja di pecat ". kata cleaning servis tersebut.


" Apa ..? siapa yang memecat nya ?". kata Edvan terkejut dan spontan dia berdiri dari tempat duduknya menatap cleaning servis itu tajam .


" Maaf tuan kepala bagian yang memecat Mila ". kata cleaning servis tersebut sambil menunduk ketakutan.


" Panggil dia kemari ! ". perintah Edvan nampak matanya sudah sangat murka .


Riko yang melihat amarah Edvan segera memberi kode kepada cleaning servis agar segera keluar dan memanggilkan pak Agus . Melihat kode dari Riko cleaning servis itu segera mengundurkan diri dengan sopan dan dengan tubuh yang gemetaran .


" Kurang ajar berani - beraninya dia memecat karyawan tanpa seizin ku ". Edvan sambil mengusap mulut dan dagunya merasa kesal dan masih berdiri .


" Tenang tuan duduklah kita selesaikan dengan kepala dingin ". kata Riko mencoba menenangkan Edvan .


Mendengar perkataan Riko , Edvan mencoba menenangkan diri menghembuskan nafas panjang kemudian duduk kembali di kursinya .


🌼🌼🌼🌼


bersambung

__ADS_1


__ADS_2