Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )

Wanita Simpanan (Gadis Pilihan Untuk Tuan Muda )
kamar kita


__ADS_3

" Nona Mila mengatakan bahwa ini juga adalah kesalahannya jika dia tidak menjadi wanita simpanan tuan Edvan maka nona steffi pun tidak akan cemburu dan tidak akan melakukan hal itu karena marah padanya ".Kata Rio sedikit tidak enak kepada Edvan .


" Ini sebenarnya bukan lah salah Mila ini adalah salah ku yang tidak bisa menjaga Mila dengan baik !". Penyesalan Edvan .


" Sudah ... Sudah ... Jika semua tetap menyalahkan diri masing-masing masalah ini tidak akan pernah selesai". Sahut Brian yang dari tadi menyimak Rio .


Wajah Salsa pun nampak kesal namun dia mencoba mempertahankan rasa kesal dan kecewanya di hadapan Edvan .


" Lalu sekarang dimana Mila ?". Tanya Brian


" Maaf tuan nona tidak mengatakan apapun dia hanya bilang akan meninggal kan kota ini . Saya tidak tahu nona akan kemana karena kemaren dia menemui saya dengan membawa koper besar ". jawab Rio


" Apa ..? ". Kata Salsa terkejut dan kemudian berlari menuju mobil dia ingin segera pulang dan melihat ke dalam kamar Mila apakah pakaian nya dibawa semua .


" Sayang tunggu !". Teriak Brian mengejar Salsa .


" Apakah kamu benar - benar tidak tahu dia kemana ?". Tanya edvan nampak panik .


" maaf tuan sungguh saya tidak tahu nona Mila akan pergi kemana!".jawab Rio sedikit ketakutan.


"Akh... ".Teriak Edvan sambil mengusap rambutnya kasar merasa putus asa dan frustasi .


" Maaf tuan saya pamit dulu !". Sahut Rio karena merasa takut .,kemudian tanpa panjang lebar Rio segera pergi meninggalkan Edvan yang sedang frustasi.


###


Steffi akan keluar dari kantor polisi di jemput oleh asistennya namun dia berhenti masuk kedalam mobilnya saat Erwin memanggil nya .


" Steffi tunggu !". panggil Erwin .


Steffi menoleh ke arah sumber suara. " Ada apa ?".


" Apa kamu ingin pulang ke rumah kamu". tanya Erwin .


" Entahlah!". Steffi ragu dia mengangkat kedua bahunya .


" Apa kita bisa bicara ?". tanya Erwin .

__ADS_1


" Kamu pergi dulu nanti aku akan kabari !". Suruh Steffi kepada asistennya .


" Baiklah nona !".jawab asisten Steffi


Erwin mengajak Steffi masuk kedalam mobilnya.Didalan perjalanan tidak banyak yang mereka obrolkan mungkin mereka masih canggung satu sama lain.


" Apakah kamu akan tetap tinggal di rumah itu dan bekerja di perusahaan papa kamu Steffi ?". Tanya Erwin Sambil melirik ke arah Steffi sebentar.


..


" Kalau untuk bekerja itu tidak mungkin kalau tinggal di rumah itu mungkin masih iya karena itu adalah hadiah pernikahan ku. Dan aku masih belum tahu akan tinggal dimana selain itu . semua kartu kredit sudah di blokir oleh papa dan aku tidak tahu harus berbuat apa ?". Jawab Steffi sedikit sedih karena hidupnya sudah sangat berubah drastis. Setelah dia menjadi tuan putri dan sekarang berubah menjadi seorang putri yang tidak punya apa-apa dan papanya pun sudah tidak perduli padanya . Namun pak Pongky belum tahu kalau Steffi keluar dari penjara .


" Apa kamu mau tinggal bersama ku ?". Tanya Erwin sedikit melirik lagi ...


" Apa ???". Jawab Steffi dengan alisnya yang sudah mengkerut menjadi satu menandakan dia tidak habis pikir dengan ide yang Erwin katakan.


" Maaf bukan maksud untuk melakukan apapun tapi apa tidak sebaiknya kamu menghindar dari papa kamu ?. Aku tahu seperti apa papa kamu yang akan melakukan segala cara agar kamu bisa menjadi bidak catur nya lagi dan mungkin kamu akan dipaksa menikah dengan orang pilihan papa kamu lagi ?". Tutur Erwin agar Steffi tidak berpikiran negatif.


Nampak Steffi bingung dan memikirkan perkataan Erwin namun dia tidak menjawab apapun dari pertanyaan Erwin.


Tanpa bertanya lagi Erwin membawa Steffi ke sebuah tempat yang selama ini Erwin sembunyikan dari siapapun.


" ke tempat aman ".


" Ke tempat aman ?".


" Iya ketempat dimana orang tidak mengetahui kita . Mungkin setelah berita tentang kita yang telah bebas maka akan banyak media dan orang - orang yang mencari kita. Begitu pula dengan papa kamu ,dan aku tidak ingin membiarkan papa kamu membawa kamu lagi dan memanfaatkan kamu ". tutur erwin membuat Steffi sedikit terharu dengan tindakan Erwin yang mengkhawatirkan nya .


Steffi tidak bertanya apapun lagi dia menurut saja apa yang di rencanakan oleh Erwin karena Steffi percaya bahwa Erwin akan menjaganya .


Singkat cerita mereka sudah sampai ke tempat tujuan . Rumah yang sangat besar dan di jaga oleh beberapa satpam dan juga pelayan . Disana pun ada body guard yang selalu menjaga rumah itu .


Steffi nampak mengedarkan pandangan ke seluruh tempat. " Wah rumah ini besar sekali dan mewah lebih mewah daripada rumahku dan juga rumah keluarga Edvan , apa benar Erwin adalah orang yang sangat kaya. Jika benar apakah aku sudah salah jatuh cinta kepadanya. Ah... Sudahlah jangan memikirkan perasaan saat ini sebaiknya aku harus memikirkan bagaimana aku bisa lolos dari papa ku ". Batin Steffi sambil mengerjapkan mata berkali - kali agar dia tetap fokus .


"Apakah ini rumah mu ?". Tanya Steffi tiba-tiba


" Iya ,kenapa ?". Jawab Erwin singkat sambil berjalan.

__ADS_1


" Apakah orang tua mu tinggal disini ?". Tanya Steffi pelan sedikit berhati-hati.


" Tidak ,mereka ada diluar negeri. Apa kamu ingin bertemu dengan mereka ?". Jawab Erwin dan menghentikan langkah kakinya dan berbalik menghadap ke arah Steffi dan membuat Steffi malu ,wajahnya pun memerah .


" Ah tidak ..hehehe". Jawab Steffi malu.


" Kenapa tidak , nanti aku akan ajak kamu bertemu dengan orang tua ku ". Kata Erwin sambil tersenyum melihat wajah Steffi yang memerah .


.


" Untuk apa aku bertemu dengan orang tua mu ?". Sahut Steffi sedikit gugup dengan tatapan Erwin.


" Kenapa apa kamu malu?". Erwin mendekatkan wajahnya ke wajah Steffi


" Ah tidak ". Jawab Steffi dengan menghindar dan berjalan di depan Erwin .


Erwin yang melihat tingkah Steffi hanya bisa tersenyum karena baginya sangat menggemaskan saat Steffi malu.


" Oh iya kamar kita ada di atas ". Celetuk Erwin saat Steffi berjalan tidak tentu arah di rumah nya .


" kamar kita ?, maksudnya?". Tanya Steffi sedikit heran dan curiga .


" Iya kamar kita berdua ada diatas ". Jawab Erwin sambil tersenyum.


" Maksud kamu kita akan berada dalam satu kamar ?".


.


" Apa kamu mau kita tidur bersama ?". Ledek Erwin sambil mendekat lagi ke arah Steffi dan berbisik di telinga Steffi membuat Steffi geli dan spontan menghindar .


"Tidak .. Tidak.. ". jawab Steffi sedikit malu dan takut.


" Apa kamu lupa dulu kamu yang mengajak aku tidur bersama mu?, apa sekarang kamu berpura - pura tidak mau tidur bersama ku ?". Goda Erwin .


wajah Steffi makin memerah karena malu dengan godaan yang di lontarkan oleh Erwin dan membuat Steffi tidak mampu menjawab lagi .


####

__ADS_1


Happy reading 😘


__ADS_2