
Edvan duduk di kursi kebanggaan nya dia nampak sibuk memeriksa berkas yang menumpuk di mejanya .
Tok...tok...
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu .
" Masuk ". edvan
Seseorang masuk kedalam ruangan edvan .
" Ada apa ? apa ada informasi ?". tanya edvan kepada orang suruhannya
" Iya tuan , kami sudah menemukan pembeli mobil tersebut tapi sudah kami geledah semua barang bukti dan juga kamera telah hilang ".
" Apa ?, sudah hilang ?". sambil menaruh berkas di tangannya dengan kasar karena merasa kecewa.
" Sial ". Edvan menggebrak meja dan kemudian memegang kepalanya yang sedang pusing memikirkan bagaimana mendapatkan bukti untuk menjebloskan steffi ke penjara.
" Maaf tuan , Tapi ada kabar baik tuan kami sudah menemukan nona Mila . Dia berada di rumah nona Salsa kaki tangan tuan besar .
" Salsa ?".
" Iya tuan ".
" Baiklah kau boleh pergi , dan satu lagi temukan asisten Steffi dimanapun dia berada . Dia adalah satu - satunya saksi kunci kita . paham !".
.
" Baik tuan ".
" Salsa ? kenapa Mila ada di rumah salsa apa hubungan salsa dengan Brian dan juga kakek. Apa kakek sudah tahu semua tentang aku dan juga Mila ? ". Edvan berbicara sendiri dia menduga - duga hubungan antara mereka .
Selang beberapa menit Riko mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan .
" Tuan , hari ini ada meeting dan juga pertemuan dengan klien dan beberapa investor ".
" Ternyata padat juga jadwal ku hari ini padahal ini adalah hari Minggu ?". edvan
" Iya tuan mengingat perusahaan kita sudah semakin di kenal dan semakin naik hingga banyak investor dan juga para klien yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita ". terang Riko .
" Good job , ayo kita kerja !". Edvan sambil tersenyum bangga .
" Baik tuan ".
" Tunggu sudah berapa lama aku tidak mengunjungi kakek ?".
" Mungkin sudah 2-3 bulan tuan ".
__ADS_1
" Lama juga ya aku tidak menemui kakek . Setelah rapat dan sebelum menemui klien aku ingin ke rumah kakek hari ini adalah hari Minggu pasti kakek ada di rumah .".
" Baik tuan ".
" Baiklah kita mulai rapat sekarang ". Edvan sambil beranjak dari kursinya dengan semangat.
Di ruang rapat dia memimpin rapat dengan semangat apalagi melihat profit perusahaan yang semakin naik . Karyawan nya yang begitu semangat dan mendukung pimpinannya menambah perusahaan ini bergeliat sangat cepat diantara perusahaan yang lain ,dan hampir setara dengan perusahan Steffi yang dulu di pimpin oleh edvan .
Sementara Steffi sedang memarahi karyawan nya saat meeting bersama karena profit perusahaan yang terus menurun . Kinerja mereka setiap hari semakin menurun dan membuat Steffi semakin stress.
Dia duduk di kursi direktur dia malas melihat berkas-berkas yang menumpuk didepannya dia hanya bisa memegangi kepalanya yang rasanya ingin pecah . Ditambah lagi dengan kedatangan pak Pongky papa Steffi yang tiba -tiba masuk kedalam ruangan nya.
" Papa..?".
" Kenapa papa ada disini ?". tanya Steffi terkejut.
" Apa aku tidak boleh mengunjungi perusahaan papa sendiri ". jawab pak Pongky sambil duduk santai di sofa .
" Maaf pa , ada apa papa kemari ?". tanya Steffi lagi sambil menghampiri papanya dan duduk di sofa juga .
" Tidak perlu basa-basi lagi , papa kesini ingin menanyakan keadaan perusahaan ini ".
" Kenapa tiba - tiba papa ingin tahu keadaan perusahaan ini ?".
" Karena aku melihat kinerja dan profit semakin menurun , apa selama ini kamu bekerja dengan baik ?".
" Jika tidak?".
" Apa maksud papa jika tidak ? , apa papa tidak percaya padaku ?".
" Aku percaya padamu , tapi hanya untuk menjaga situasi yang tidak kita inginkan ".
" Baik pa saya akan berusaha semaksimal mungkin ".
" Ok aku tunggu bulan depan kabar baik dari mu . jika tidak persiapkan dirimu untuk menikah dengan Putra pak Ari dari perusahaan K yang sangat terkenal ".
." Apa maksud papa ?. "
" Maksud papa untuk menyelamatkan perusahaan ini kita perlu kerjasama dengan perusahan besar untuk mengangkat nama perusahaan ".
." Tapi pa aku tidak ingin menikah " .
" Kamu harus menikah itu sudah merupakan perintah dan tugas untuk kamu lakukan ".
" Pa.. apa papa pernah bertanya padaku tentang apa yang aku rasakan ? apa kah aku bahagia ?".
" Aku tidak perlu tanya itu karena kebahagiaan kita disaat kita mempunyai perusahaan yang besar dan juga kekayaan yang melimpah agar anak dan cucu kita tidak kekurangan satu apapun , mengerti !".
__ADS_1
"Pa aku bukan lah sebuah barang yang bisa di tukar untuk membesarkan perusahaan atau kekayaan. Aku putrimu juga punya hati dan harga diri,aku belum bisa sembuh dari perceraian ini namun papa sudah ingin menikah kan aku dengan orang lain ?".
" Justru dengan menikah kamu akan melupakan edvan . Dan justru kita punya kekayaan melimpah kita akan bahagia karena semua orang akan menghormati kita . Anak dan cucu kita akan menuai hasil dari semua ini ".
" Tidak pa biarkan kali ini aku menentukan kebahagiaan ku sendiri aku mohon jangan nikahkan aku dengan orang yang tidak aku cintai ".
" Sudahlah Steffi aku tidak mau mendengarkan mu lagi, dulu kamu menikah dengan edvan karena kamu juga mencintai nya bukan disamping untuk kerjasama perusahaan dan sekarang kamu juga tidak bahagia. Lalu apalagi yang kamu cari Steffi?. Papa tidak mau tahu bulan depan persiapkan dirimu untuk pertemuan dan pastikan dia tertarik padamu !". Kata pak Pongky dengan tegas kemudian meninggalkan ruangan Steffi
" Dasar sial ". Steffi menghentakkan kakinya serta melempar berkas yang ada di meja dia merasa kecewa dan juga kesal .
" Sudah cukup aku selalu menjadi bidak catur mu papa , dan aku harus menjadi diriku sendiri saat ini ". Steffi berbicara sendiri dengan sinis dengan tatapan sinis menakutkan penuh dendam .
###
Setelah berkendara hampir satu jam Salsa dengan Brian sudah Sampai di rumah kakeknya .
" Tuan muda ". sapa salah satu assisten rumah tangga tuan besar .
" Dimana kakek bi ?". tanya Brian
" Ada di kebun tuan . Bukan kah ini nona Salsa ?". salah satu assisten tidak asing dengan Salsa karena dulu salsa sering kerumah tuan besar untuk membicarakan pekerjaan.
" Iya bi saya salsa ".
" Oh non Salsa , bagiamana kabar nona? ,nona masih sama sangat cantik ".
" Akh.. bibi bisa saja . Saya baik Bi". jawab salsa dengan sedikit malu-malu.
" Benar bi dia semakin cantik bukan ?". Canda Brian semakin membuat Salsa malu .
" Benar tuan , Nona Salsa sangat cantik".
" Bi .. bisa aja ". salsa semakin tersipu malu
Dan mereka bertiga tertawa bersama.
" Tapi tunggu ngomong - ngomong kenapa nona Salsa dan tuan muda datang bersama?". tanya asisten rumah tangga sedikit curiga .
" Ah tidak bi hanya kebetulan". jawab Brian sambil tersenyum
" Iya bi kebetulan , ini mau membicarakan soal pekerjaan". imbuh salsa menegaskan agar dia tidak curiga .
" Oh begitu, saya kira nona Salsa dan tuan muda pacaran . Eh .. maaf keceplosan.. ". kata asisten tersebut sambil menutup mulutnya .
" Oh bukan bi ". jawab salsa sambil tertawa kecil yang terpaksa .
###
__ADS_1