
Mila hanya tersenyum manis tanpa mengucap sepatah kata, dia terharu dan juga sangat kagum kepada Edvan .
Ternyata buaya tampan ini masih punya rasa kasihan dan juga kasih sayang ,hihihi
Mila tertawa kecil dalam hatinya .
" Jaga diri baik-baik ya ,makan yang banyak biar stamina mu bisa pulih lagi dan bisa melanjutkan permainan kita yang tertunda nanti malam ".Kata Edvan mengangkat pojok bibirnya dengan manis .
" Heemmmm ... ".
Dasar buaya tampan : umpat Mila dalam hati
Mila tersenyum masam , sedikit salah tingkah karena kejadian tadi malam yang membuat Mila Malu . wajahnya berubah warna menjadi merah jika dia mengingat kejadian saat dia menampar Edvan . Mila begitu kekehnya mempertahankan harga diri namun kenyataannya sekarang dia malah menjadi wanita simpanan Edvan .
.
" Baiklah aku pergi kekantor dulu".
Edvan meninggal kan ruangan . Mila mencicipi bubur yang di buat Edvan .
" Hah.. bubur apa ini kenapa asin sekali ". sambil membuang bubur di mulutnya .
.
" Kenapa nona ?". tanya bi inem yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar.
" Bi inem ?, kapan datangnya Bi ? ".
" Baru saja , tadi malam tuan Edvan telepon katanya Nona sedang sakit jadi saya di suruh datang lebih pagi ". sambil memeriksa keadaan Mila.
" Ah .. cuma demam biasa Bi".
" Bubur ? , tuan Edvan yang membuatnya ?".pandangan Bi inem tertuju kepada bubur yang berada dimeja
" Heem ". jawab Mila mengangguk
" Tuan Edvan memang mempunyai hati yang sangat lembut ya ". Bibi inem tersenyum sendiri dengan tatapan berbinar penuh kekaguman .
Mila hanya menatap Bi inem dengan heran .
Ternyata bi inem juga jadi penggemar buaya tampan ini . Tapi benar juga sih dia memang lembut .
Batin Mila sambil tersenyum gemas dan memeluk bantal guling didepannya.
πΌπΌπΌ
" Bagaimana tuan apa kita meluncur ke lokasi ?".
" Baiklah ".
Riko menancap gas dengan kecepatan yang tinggi, dua jam kemudian Edvan dan Riko sudah sampai di tempat tujuan .
Suasana perkampungan di pinggir kota jauh dari keramaian kota. Udara yang sejuk dan juga pohon-pohon yang masih berdiri tegak di tepi jalan menambah suasana pemandangan pedesaan .
Sebuah rumah makan yang tidak begitu besar namun terlihat sangat bersih dan tertata rapi. meskipun tempatnya di pedesaan namun interior di rumah makan ini nampak modern .Begitu pula dengan menu masakan yang di sajikan terlihat nampak berkelas namun harga nya sangat terjangkau. Rumah makan itu di beri nama " mama Leticia"
Edvan dan Riko masuk kedalam rumah makan ini . Edvan sengaja memakai kaca mata hitam ,topi dan juga masker.
__ADS_1
" Silahkan tuan ". seseorang mendekati mereka dan menyodorkan menu makanan.
Mata Edvan membulat ketika membaca menu makanan.
Menu ini ? : batin Edvan merasa familiar dengan menunya .
" Baiklah aku pesan menu nasi goreng spesial Leticia ".
" Baik tuan ". sambil mencatat di sebuah buku kecil " Anda tuan ". menoleh ke arah Riko .
"Aku juga sama ". jawab Riko sambil menarik kedua ujung bibirnya ke atas
" Baik tuan .Mohon ditunggu ".
Edvan mengedarkan pandangan nya ke seluruh rumah makan ini. Mengamati semua karyawan yang keluar masuk . Namun sepertinya Edvan tidak menemukan seseorang yang dia cari .
" Silahkan tuan ". Karyawan tadi sambil membawa pesanan mereka .
" Ok terimakasih". Jawab Riko ,sedangkan Edvan masih sibuk mengamati sekeliling.
"Tuan ..".
" Oh..ok ". Edvan terkejut dengan panggilan Riko .
Mereka berdua mulai mencicipi makanan yang disajikan.
" Masakan ini ". Pada suapan pertama Edvan melamun sambil mengunyah makanan.
Benar masakan dan rasa ini sangat tidak asing di lidahku . Batin Edvan
Edvan melahap makanan tersebut,butiran bening meluncur begitu saja di sudut mata Edvan .
" Tuan ?".
" Tidak ... aku tidak apa-apa". Sambil mengambil tisu di tangan Riko dan mengusapnya sendiri .
"Ayo kita pulang!". ajak Edvan
" Tapi tuan ".
Edvan tidak perduli dengan perkataan Riko . Dia berdiri namun belum sempat dia melangkah .jantungnya berdetak dengan kencang .
Deg...deg ...
Nafasnya tercekat tubuhnya sedikit gemetar. Tubuhnya melemah hingga dia jatuhkan lagi tubuhnya di kursi . Dadanya mulai sesak dan butiran bening meluncur begitu saja di sudut matanya . Ketika Edvan melihat seseorang yang dia cari berdiri di tempat kasir .
..
" Tuan apakah anda baik -baik saja ? ". tanya Riko sambil memegang tangan Edvan
..
" It's okay ". sambil mengangkat tangan nya .
Edvan sekuat tenaga berdiri dan mengusap air matanya namun dia tidak sanggup menghampiri orang yang dia cari . Dia memutuskan untuk segera pergi dari rumah makan itu.
πΌπΌπΌ
__ADS_1
" Antar aku ke apartemen , aku sedang tidak ingin di ganggu dengan pekerjaan ". kata Edvan ketika dia sudah masuk kedalam mobil .
" Baik tuan ". Riko hanya bisa menuruti semua perintah dari Edvan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
πΌπΌπΌ
" Non bagaimana keadaan nona apa sudah baik ?". sambil memeriksa keadaan Mila yang terbaring di ranjang .
" Sudah bi , sebaiknya aku mandi . Aku sudah bosan berbaring di ranjang Bi ". Mila sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
" Apa perlu aku siapkan air panas nona ? ".
" Tidak perlu , terimakasih ".
Mila mulai melepas bajunya satu persatu . menyalakan shower yang mengguyur tubuhnya . Mila juga mengisi bath up untuk berendam .
Mila memasukkan tubuhnya kedalam bath up yang sudah dipenuhi busa dan juga parfum aroma terapi yang ada di kamar mandi .
" Wangi sekali parfum ini , apa ini aroma kesukaan tuan Edvan ? ".
Mila menggosok tubuhnya dengan spon busa . Mulai dari punggung hingga kakinya .
" Sepertinya aku sudah berada di kamar mandi satu jam lebih ". gumam Mila .
Mila mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya . Kemudian memakai dalaman dan di balut dengan bath robe.Rambut nya yang basah dia bungkus dengan handuk .
Ceklek ...
Mila membuka kamar mandi.
" Tuan ..? ". Mila terkejut dan terjingkat ketika mendapati Edvan sudah duduk di sebuah sofa sambil membaca buku .
" Tuan kenapa anda ada disini ?".
.
" Memangnya kenapa jika aku berada disini ? Ini kan kamarku aku bebas berada disini kapan pun ?". jawab Edvan sambil menaruh buku diatas meja kemudian mendekati Mila yang terlihat sangat segar dengan aroma yang sangat di sukai Edvan .
Mila terpaku ,menelan ludahnya dengan kasar jantungnya berdebar ketika Edvan sudah berada dihadapannya.
" Wangi sekali tubuhmu ,sayang ". Edvan mengendus tubuh Mila .
" Apa kah tuan sudah makan ?". Mila menghindar karena dia merasa risih .
" Aku ingin memakan mu ". Edvan memeluk Mila dari belakang dan melingkarkan tangannya erat .
Hembusan nafas Edvan terasa merasuk kedalam kulit Mila hingga membuat Mila merinding. Edvan memulai mengendus leher jenjang Mila dan mendaratkan bibirnya . Membuat beberapa tanda di leher Mila .
" Argh... tuan apa saya siapkan makan dulu ? ". Mila menghindarkan lehernya dari bibir Edvan karena Mila mulai merasa gairah nya tergugah.
Edvan tidak memperdulikan Mila , tangannya makin mengerat dan kemudian naik keatas memegang dua jelly kenyal membuat nafas Mila tersengal .
" Akh... tuan ".
Mila mulai merintih , apalagi ketika ujung jelly Edvan putar dan dia mainkan. ..
πΌπΌ.
__ADS_1
bersambung