
" Nona kenapa saya lihat dari tadi anda senyum-senyum sendiri ?". tanya bi inem penasaran karena melihat tingkah aneh Mila .
"Ah tidak ada apa-apa Bi ". jawab Mila tersipu malu .
" Apa nona ingin jalan -jalan ?. Tuan tadi berpesan untuk mengajak nona keluar jika bosan di rumah ".
" Aku lebih suka ada dirumah bi ".
" Baiklah jika nona tidak ingin keluar ". Bi Inem balik kanan meninggalkan Mila yang duduk bersantai di balkon sambil menyiram bunga .
" Tunggu Bi ".
Bi inem menghentikan langkahnya dan membalikan badan " Iya non ?".
" Bagiamana kalau bibi antar aku beli peralatan melukis dan beberapa tanaman bunga ".
" Baiklah nona saya siap mengantar nona kemanapun ". jawab Bi inem sambil tersenyum manis .
Bagus non kita keluar saja jalan - jalan saya sudah bosan di dalam apartemen terus .
Batin bi Inem tersenyum bahagia.
Setelah beberapa menit mereka sudah sampai di sebuah toko peralatan melukis .
" Non , buat apa beli semua ini ? ". tanya bi inem heran karena Mila membeli banyak peralatan melukis
" Untuk melukis lah Bi ". jawab Mila sambil tersenyum.
" Melukis ..?".
" Iya Bi ".
" Memang Nona bisa melukis?". Bi inem heran dan tidak percaya jika Mila bisa melukis karena melihat latar belakang Mila yang dari kecil sudah berada di kampung walaupun dia keturunan orang kaya tapi orang tuanya kemudian bangkrut tidak mungkin mampu memberikan pendidikan layak kepada Mila.
Mila hanya tersenyum dengan keraguan Bi inem .Kemudian mereka menuju ke toko bunga yang menjual beberapa bibit dan juga tanaman bunga. Karena Mila sangat suka menanam dan merawat tanaman bunga .
Setelah selesai berbelanja dan makan siang di luar mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen .
" aduh non ada yang ketinggalan di mobil ". Bi inem sambil menepuk jidatnya ketika mereka sudah berada di depan pintu lift apartemen .
" Apa yang ketinggalan Bi ? "
" Kuas lukisnya non. Nona naik dulu saja biar saya yang ambil ".
" Baiklah bi ".
Bi inem segera berlari menuju parkiran mobil sedangkan Mila memencet tombol dan masuk kedalam lift . Beberapa minggu di apartemen Mila sudah bisa naik lift sendiri ,dia sudah tidak begitu terlihat jika dia dari desa. Penampilan nya pun berubah lebih elegan dan menarik.
Ketika pintu lift akan tertutup tiba-tiba ada seseorang berlari dan menerobos pintu lift.
" Tunggu ". teriak seseorang dari luar .
Mila segera memencet tombol dan pintu lift Kembali terbuka.
" Kamu ?".
" Anda?9 , Tuan Bryan ?".
" Sedang apa disini kamu Mila ?".
" Saya bekerja disini tuan ". Mila berpura -pura karena dia tidak mau Bryan tahu yang sebenarnya bahwa dia menjadi wanita simpanan bos nya sendiri .
" Bekerja disini ?".
__ADS_1
" Iya tuan , saya menjadi pembantu ". jawab Mila tidak berani menatap tatapan Bryan yang nampak curiga .
" Oh , di lantai berapa kamu bekerja ? ".Bryan sedikit curiga dia menatap pakaian dan juga penampilan Mila yang terlihat mewah .Tidak mungkin dia menjadi pembantu dengan penampilan nya yang seperti ini .
" Lantai 5 tuan ".
" Jangan panggil aku tuan . Panggil saja aku Bryan ".
" Baik tuan .. eh maksud saya Bryan ".
" Lantai 5 no berapa saya juga ada di lantai 5?".
" Maaf saya lupa nomornya ". Mila berpura -pura lagi kali ini dia memalingkan wajahnya agar tidak nampak diraut wajahnya jika dia berbohong.
" Baiklah ".
Tidak berapa lama kemudian pintu lift terbuka .
"Sudah lantai 5 . Silahkan Mila ! ".
" Maaf Bryan saya naik lagi ke lantai 6 karena ada sebuah titipan dari teman saya ". Mila segera memencet tombol nya ketika Brian melangkahkan kaki nya keluar . Mila melakukan nya karena dia tidak mau Bryan tahu no apartemen yang dia tinggali bersama Edvan .
" Ah selamat .. ". Mila bergumam sendiri didalam lift sambil mengelus dadanya.
" Aneh , kenapa Mila terlihat menghindar dari ku ?. Apa ada yang dia sembunyikan? ". Bryan mengernyitkan dahinya sambil menggaruk kepalanya .
Bi inem sudah sampai di dalam apartemen lebih dulu .
" Non ini kuasnya " .
" Tidak ada jawaban ,apa dia sedang ada di kamar mandi ?".
" Non ..?non..non Mila ?".
Mila membuka pintu apartemen dan terlihat sangat gelisah.
" Lho .. non kok baru nyampek ? ".
" Iya Bi. Aku tadi dari lantai atas dulu ".
" Lho ngapain ke atas non ? , apa nona lupa nomor apartemen nya ? ".
" Tidak bi tadi saya bertemu dengan teman saya . karena aku takut dia akan mengetahui kalau sebenarnya aku tinggal bersama tuan Edvan jadi aku berpura-pura ke lantai atas dulu Bi ".
.
" Oalah non. Saya kira di kejar sama setan ".
" Itu lebih seram Bi daripada setan . Nanti kalau aku ketahuan tinggal bersama tuan Edvan dan menjadi berita trending gimana ?. Apa tidak akan menghancurkan reputasi tuan Edvan ? ".
" Oh iya non . Memang Nona cerdik juga ya ".Bi inem tersenyum malu
" Hemmm..".
Mila mulai membongkar semua belanjaan nya . Dia menata balkon sebagai tempat melukis nya.
" Sudah siap ". Mila berbicara sendiri sambil menepuk kedua tangan nya ,merasa bangga pada dirinya sendiri karena bisa menata balkon dengan sangat indah sesuai keinginannya.
" Wah bagus non ". Bi inem tiba-tiba masuk dan merasa kagum .
" Eh bibi ."
" Ayo di minum dulu non . Saya sudah menyiapkan makan malam nanti buat nona dan juga tuan". Bi inem sambil menaruh secangkir teh di meja .
__ADS_1
" Terimakasih bi ".
" Baik non. Kalau begitu saya undur diri dulu non".
" Baiklah bi ".
#####
" Tuan kita jadi ke toko perhiasaan?".
" Iya ". jawab Edvan datar .
Riko hanya bisa menatap tuannya di kaca spion yang menghadap kebelakang kemudian menancap gas menuju lokasi permintaan Edvan . Tidak beberapa lama mereka sudah sampai tujuan .
" Tuan sudah sampai ".
" Baiklah ".
Riko segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Edvan .
" Silahkan tuan ".
" Terimakasih ".
Edvan dan Riko memasuki toko dan disambut oleh pegawai toko dengan ramah.
" Silahkan tuan ini adalah produk kami terbaru dan juga paling mahal ".
" Pilihkan kalung berlian yang sangat indah dan juga elegan untuk ku ". perintah Edvan kepada pegawai toko .
" Baiklah tuan ".
Pegawai tersebut dengan sigap dan cermat memilih sesuai permintaan Edvan .
" Ini tuan . Ini sangat indah dan juga menawan , ini adalah koleksi terbaru di toko ini paling mahal dan juga sangat elegan . ".
Edvan mengangkat tangan nya dia tidak mau berlama-lama dan tidak mau mendengar ocehan dari pegawai tersebut.
" Bungkus ".
" Baiklah tuan , terimakasih". jawab pegawai itu menunduk sopan sambil tersenyum bahagia .
Setelah mendapatkan kalung berlian Edvan pergi meninggalkan toko menuju apartemen.
" Tuan kita ambil bunga di toko dekat apartemen . Saya sudah memesan bunga spesial untuk anda ".
" Baiklah ".
Riko lagi - lagi mengintip ekspresi wajah tuannya dari kaca yang menghadap kebelakang. Nampak wajah Edvan berseri bahagia seperti seorang kekasih yang ingin segera bertemu dengan pasangan nya.
Riko menghentikan mobilnya didepan toko bunga dan mengambil pesanan nya.
"Ini tuan bunganya . Pasti nyonya Steffi akan menyukai nya".
" Bukan untuk dia ". Edvan menjawab dengan datar.
" Maaf tuan .".
" Ayo jalan kita menuju apartemen ". ..
" Baik tuan ". Riko tidak berani bertanya-tanya lagi dia memutuskan untuk diam di sepanjang jalan .
###
__ADS_1