
" Mila tunggu !". Edvan berteriak dan kemudian mengejar mila .
" Ada dengan mereka ?". tanya Rena dan ingin mengejar mereka saat melihat mereka seperti dalam masalah .
" Sudah biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Lebih baik kita duduk disini dan makan !". Ajak Riko menghentikan Rena .
Dengan sedikit penasaran Rena mengikuti kemauan Riko .
" Kamu mau makan apa ?". tanya Riko
"Aku tidak makan minum saja ".
" Baiklah !".
" Sebentar apakah mereka sudah pernah bertemu ?". Tanya Rena penasaran dengan Edvan dan juga Mila .
" Entahlah ?. Memang kenapa ?".
" Aku merasa mereka pernah bertemu dan dekat ".
" mungkin saja ?".
" Ah .. Ini membuatku tidak bisa makan dan tidak bisa berpikir jernih.Sebaiknya aku pergi mencari tahu ".
"Mau kemana?".
" Mau ketempat Mila ?".
" Apa kamu akan mengganggu mereka berdua ?. Biar kan mereka dengan privasi mereka ".
" Memangnya aku tidak tahu diri dan tidak punya sopan santun harus menguntit mereka . Lebih baik aku ke rumah Mila mencari tahu kebenarannya mungkin kakaknya tahu ".
" Rumah Mila ?". tanya Riko dalam hati .
" Apa mau aku antar ?".
" Tidak perlu aku bawa mobil sendiri ".
" Nanti bagaimana dengan mila ?".
" Biarkan dia pulang sendiri ".
" Aku pergi dulu ya !".
" Ok . Hati-hati ya ".
Rena akhirnya memutuskan untuk mencari tahu tentang Edvan karena dia merasa sangat penasaran. Sedangkan Riko mengikuti Rena dari belakang karena ingin mengetahui tempat tinggal Mila .
###
" Mila tunggu !. Tolong dengarkan aku kali ini !". pinta Edvan sambil memegang tangan Mila yang berjalan cukup cepat dan edvan berhasil menyusulnya.
__ADS_1
" Apa lagi yang perlu di dengar kan tuan Edvan, semua sudah berakhir ". Jawab Mila dengan ketus dan mencoba melepaskan genggaman tangan Edvan . Namun Edvan memegang dengan sangat kuat .
Hati Mila berdebar lagi saat kedua mata saling bertatapan rasa rindu yang tak bisa di bohongi . Begitupun dengan Edvan begitu sayu menatap Mila dia ingin memeluk tubuh mungil yang selama ini dia rindukan .
Aliran darah mereka tertarik keatas menyatu dalam sentuhan tangan Edvan yang begitu erat memegang tangan Mila . Suhu tubuh mereka mulai naik karena tekanan rasa rindu yang tak bisa tersalurkan .
Sungguh berat untuk Edvan menahan rasa rindu dan keinginan untuk ******* buah Cherry yang sudah ada depan matanya. Benar - benar dia berat menahan . Mila pun hampir terbuai dan terhanyut oleh kehausan rasa rindu yang terpendam selama ini apalagi saat merasakan cengkraman dahsyat dari tangan Edvan , Mengingatkan Mila disaat malam - malam indah bersama.
" Lepaskan aku !". Mila mencoba menguasai dirinya .
Edvan mulai melepaskan genggaman tangan nya dia mencoba menyadarkan dirinya dari sebuah kenangan indah saat bersama Mila .
" Sebaiknya anda pergi tuan sebelum aku berteriak minta tolong kesemua orang !". Mila mengingat kan
" Tunggu Mila aku belum menjelaskan semua !".
" Sekali lagi saya bilang tuan cepat pergi sebelum aku teriak !".
" Mila tolong berikan aku satu kesempatan lagi !". edvan memohon namun Mila tetap teguh dengan pendirian nya .
" Tolong tuan pergi lah !."
" Baiklah mila jika itu kemauan kamu , aku akan pergi . Tapi aku akan kembali untuk menjelaskan semua yang telah terjadi diantara kita dan menyelesaikan kesalahan pahaman ini ".
" Pergilah !".
Edvan sangat menghargai Mila dan akhirnya dia memilih untuk pergi .Namun bukan untuk selamanya Edvan menunggu waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya dengan Mila .
###
" Tanya soal apa ?".Salsa sambil merapikan bajunya sehabis dia shoping hari ini .
" Apa kamu pernah mendengar nama Edvan ?".
" Edvan ?". Salsa sedikit terkejut dan berhenti mencoba baju yang dia tempelkan di depan tubuhnya sambil berdiri didepan kaca besar di kamarnya .
." Iya Edvan . Apakah dia mengenal mila ?".
" Apakah mereka bertemu?". Salsa terkejut sambil melempar bajunya dan duduk di sebelah Rena mencoba fokus dengan pertanyaan Rena .
" Kenapa kamu terkejut? . Jadi benar mereka saling kenal ?".
" Apa mereka bertemu ?". Mila sambil melotot ke arah Rena .
" Kenapa kamu melotot ?".
" Aku ingin tahu jawabannya. Cepat jawab aku !".
" Baiklah . Mereka bertemu hari ini ".
" Hah.. dimana ?".
__ADS_1
" Penasaran banget ?".
" Sudah diam katakan saja yang kamu ketahui ".
" Mereka bertemu hari ini ternyata Edvan adalah penggemar setia Mila ".
" Sekarang dimana mereka ?".
" Mereka masih di sana , karena melihat mereka seperti nya sedang ribut dan aku ingin mendekati mereka namun di cegah oleh asistennya Edvan jadi aku pulang saja ".
" Dasar bodoh !. Kenapa kamu biarkan mereka berdua ribut ?. kenapa kamu tidak mendampingi Mila ?".
" Karena aku tidak tahu permasalahan nya ". Rena memelas merasa bersalah .
" Antar aku kesana !".
" Baik ".
Ketika mereka ingin berangkat ternyata Mila sudah datang dengan raut wajahnya yang lesu.
" Mila apa kamu baik - baik saja ?". Tanya salsa merasa kuatir .
" Aku baik - baik saja . Kakak tidak perlu kuatir ".
" Apa kamu perlu bicara saat ini ?".
" Tidak aku ingin istirahat saja ".
" Baiklah istirahat saja , jika nanti sudah lebih baik kamu boleh menceritakan semua kepadaku ".
" Baiklah kak ".
Mila masuk kedalam kamarnya dengan lesu.
" Memangnya siapa Edvan ?". Tanya Rena lagi penasaran.
" Sudahlah sebaiknya kamu pergi !. Nanti aku akan ceritakan semua kepada mu ".
" Baiklah ".
Rena kemudian pergi dari rumah Salsa dan salsa kemudian keluar bertemu dengan Brian membicarakan tentang Edvan dan juga Mila yang sudah bertemu . sedangkan Riko memberitahu kan tempat tinggal Mila saat ini kepada Edvan . Sehingga Edvan tidak perlu kuatir lagi mencari kemana lagi Mila berada .
Edvan sangat lega karena Mila ternyata berada di rumah salsa dan dalam perlindungan Brian . Hatinya sedikit lebih tenang walaupun perasaan rindunya masih menggebu dan belum bisa terobati .
###
Hai readers
Selamat membaca semoga suka dengan cerita nya 😘
penasaran dong dengan cerita berikutnya ikuti terus episode selanjutnya
__ADS_1
Bye .. Bye ...😘